<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373</id><updated>2012-02-16T05:00:39.516-08:00</updated><category term='Nisa&apos;'/><category term='Kiat - kiat'/><category term='Artikel Kiriman'/><category term='Kreasi'/><category term='Galeri Foto'/><category term='Informasi'/><category term='Motivasi'/><category term='Cerpen Kiriman'/><category term='Video'/><category term='Renungan'/><category term='Kegiatan'/><category term='Hazanah'/><title type='text'>Situs Remaja Muslim Dambaan Umat "ForSiRS Kediri"</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>69</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-4061344577845809994</id><published>2011-09-19T07:12:00.000-07:00</published><updated>2011-09-19T07:12:27.376-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hazanah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>PUTUS ASA</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5CxL9-coZ1U/TndNjd_fKPI/AAAAAAAAAIk/DyNVrBw3mgk/s1600/putus+asa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-5CxL9-coZ1U/TndNjd_fKPI/AAAAAAAAAIk/DyNVrBw3mgk/s1600/putus+asa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sobat muda muslim, gimana Idul Fitri kemarin rame nggak? Hehehe kok  nanya rame, emang bakar petasan. Iya maksudnya meriah nggak? Kumpul  bareng keluarga dan keraban, serta teman-teman. Buat yang pulang kampung  pasti seru di perjalanannya ya. Macet! Hihihi…nikmati dah macetnya,  karena yang penting kamu bisa silaturahim dengan keluarga. Sip deh! Kami  di gaulislam juga—meski telat ya—ngucapin selamat Idul Fitri. Maaf juga  atas segala salah selama ini. Sukses dan barokah buat kuta semua ya.&lt;br /&gt;Bro en Sis, gaulislam edisi pekan ini bahas tentang “putus asa”. Tema  yang umum sebenarnya, tetapi saya coba kemas dengan lebih menarik. Oya,  pernah nggak ngerasa penat, bosen, terus stress dalam menghadapi hidup?  Pasti pernah kan? Bagi yang nggak pernah berarti hidupnya senang  selalu, tertawa terus. Eh lama-lama jadi penghuni rumah sakit jiwa,  (ujung-ujungnya stres juga). Hwahaha…&lt;br /&gt;Benarkah semua yang kita usahakan selalu gagal, atau apa yang kita  inginkan tidak terwujud. Apa iya seseram itu kehidupan kamu? Bukankah  Allah telah memberi rizki bagi tiap-tiap mahklukNya? Atau kita yang  kurang muhasabah (instropeksi diri)? Bisa jadi kegagalan demi kegagalan  yang kita alami adalah suatu cobaan dari Allah Swt atau bahkan mungkin  juga buah dari dosa-dosa kita di masa lalu? Hmm… wallahu’alam. Tetapi  yang jelas dan pasti, kita harus instropeksi diri tiap saat, Bro.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu pas pengumuman kelulusan UN, ada banyak yang  gembira, tapi nggak sedikit yang putus asa karena gagal lulus ujian.  Gara-gara nggak lulus UN, ada yang nekat terjun ke sungai, naik ke atas  menara listrik, sampai gantung diri di pohon tauge hehee, bercanda.  Semoga kamu bukan salah satu di antara mereka ya!&lt;br /&gt;Beberapa sekolah melalukan pembekalan bagi siswa-siswi nya untuk  menghadapi Ujian Nasional dengan mengundang trainer atau motivator.  Namun ini hanya awal sebagai penyemangat. Harusnya mereka juga disiapkan  untuk menerima dua kemungkinan lulus atau tidak lulus. Sebab, kedua hal  itu adalah ibarat dua sisi mata uang berbeda yang tidak mungkin  terpisahkan, tul nggak?&lt;span id="more-4213"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan putus asa, Bro! Dunia belum berakhir hanya karena nggak lulus  Ujian Nasional, dunia belum berakhir kalo kehidupan ekonomi keluargamu  belum juga menunjukkan grafik yang naik. Banyak hal positif dari kondisi  yang kamu alami saat ini. Nggak lulus ujian itu biasa. Rejeki manusia  bukan ditentukan sama sukses di bidang akademik atau gagal total, tetapi  dari rahmat yang Allah Swt berikan. Kebahagiaan yang didapatkan kamu  semua jauh lebih banyak ketimbang kondisi ekonomi keluargamu yang  morat-marit. Itu semua adalah ujian. Apakah kita bisa bertahan dengan  kesabaran, atau malah menjadi kufur karena putus asa. Kitalah yang harus  bisa membuktikannya, dan berusaha untuk menjadi hamba yang pandai  bersabar dan bersyukur. Ayo, kamu pasti bisa! Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kenapa bisa putus asa?&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan, siapa sih yang nggak pernah mengalaminya? Manusiawi binti  wajar kalo kamu gagal. Tetapi kalau didramatisir bisa meningkat ke level  akut alias putus asa. Nah! Penyebab putus asa adalah karena pikiran  negatif kita lebih kuat ketimbang positifnya. Merasa diri tidak memiki  kelebihan, dan sifat malas yang membuat kita jadi cepat menyerah.&lt;br /&gt;Kalau dipikir secara singkat itu sih hal yang wajar dan bisa terjadi  kepada siapapun. Eit tunggu dulu, coba pikir lagi deh. Kalau kita tahu  bahwa 125 + 56 – 30 : 8 = 3 adalah salah, maka kita harus cari tahu  jawaban yang benar. Hayo berapa coba? Pusing! Putus asa ya? Udah nggak  usah dipikirin itu cuma analogi aja.&lt;br /&gt;Simpelnya gini, putus asa adalah hal yang tidak baik dan salah! Kalau  putus asa itu bisa terjadi pada siapapun, maka harusnya kita bisa  mempersiapkan diri supaya tidak menimpa diri kita dan belajar dari  kegagalan orang lain atau yang pernah kita alami, setuju ngak nih? Harus  setuju! (lho?)&lt;br /&gt;Nah! lantas persiapan apa dan cara mengatasinya bagaimana? Iya, bagaimana tuh? (lah gue aja nggak tahu!)&lt;br /&gt;Oke-oke kita coba bahas sama-sama ya! &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, baca terus tulisan ini! &lt;em&gt;(&lt;/em&gt;&lt;em&gt;BTW ini dialog aneh amat, ada berapa orang sih? kok gue nanya sendiri jawab sendiri&lt;/em&gt;? Hahaha….)&lt;br /&gt;Bro en Sis pecinta gaulislam, nggak ada di antara kita yang bertujuan  untuk gagal, tapi kenapa sih kegagalan musti ada di sela-sela usaha  kita? Ya, karena bin &lt;em&gt;because&lt;/em&gt; mengapa why kapan went siapa who,  hayyah ngelantur! Bisa jadi gagal adalah ujian supaya kita lebih siap  lagi di masa yang akan datang. Iya nggak, Mas Bro?&lt;br /&gt;Banyak problem hidup yang membuat seseorang ketimpa rasa putus asa.  Misal, setelah lulus dari sekolah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan  ke jenjang yang lebih tinggi kemudian mereka dihadapkan dengan sulitnya  mendapatkan pekerjaan, ketatnya persaingan dan kesempatan kerja yang  sedikit, huft! Alhasil jadilah pengangguran.&lt;br /&gt;Tahu ngak sih kalau menganggur itu adalah pekerjaan yang sulit lho!  Nggak percaya? Nih ya, saat di rumah disuruh naik ke atap benerin  genteng yang bocor, ngegali sumur, ngepel kolam renang, cabutin rumput  lapangan bola, menyapu jalan raya hahah! Menganggur juga bisa membuat  pikirkan jadi nggak karuan, mikirin omongan tetangga, mikirin masa  depan, mikirin hutang, makan tak enak tidur pun tak nyenyak, aduh horror  yah! Woii bangun-bangun! Ini sih lamunan negatif, jangan dipraktekkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dilarang putus asa dari rahmat Allah&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah gue bilang sebelumnya bahwa setiap orang bisa aja  kecewa dan di awal-awal merasa putus asa (harapan). Tetapi, jika  dilakukan terus menerus berarti dia sedikit atau malah banyak menjadi  tidak mempercayai atas nikmat yang diberikan Allah Swt. berarti juga  tidak sabar dalam mendapat ujian hidup, apalagi jika sampai menyalahkan  Allah Swt.&lt;br /&gt;Bro end Sis, kita juga rajin-rajin berinstropeksi diri, karena banyak  orang mengira telah mendapat ujian dari Allah padahal mungkin ini  adalah teguran bahkan mungkin ‘azab’ atas dosa-dosa yang telah  dilakukan. Bisa juga banyak yang mendapat ujian dari Allah, tapi ia  putus asa dari rahmat Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;Dikisahkan dalam al-Quran tentang pesan Nabi Yakub AS kepada  anak-anaknya tatkala hendak berangkat ke Mesir untuk mencari Yusuf: &lt;em&gt;”…..&lt;/em&gt;&lt;em&gt;dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang kafir&lt;/em&gt;.&lt;em&gt;”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS Yusuf [12]: 87)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nah kan, putus asa itu dosa loh! Terlebih bisa masuk ke golongan orang-oranng kafir, &lt;em&gt;Na’udzubillahiminzalik&lt;/em&gt;. Allah Swt. juga mencela orang yang cepat berputus asa: “&lt;em&gt;Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan&lt;/em&gt;”&lt;strong&gt;(QS Fushshilat [41]: 49)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain Allah Swt. menyampaikan: “&lt;em&gt;Dan jika Kami rasakan  kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami  cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima  kasih&lt;/em&gt;” &lt;strong&gt;(QS Huud [11]: 9)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lantas kenapa musti berputus asa dari rahmat Allah, padalah Allah menjanjikan pahala dan kemudahan: “&lt;em&gt;Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan&lt;/em&gt;” &lt;strong&gt;(QS al-Insyirah [94]: 5-6)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita memahami dan memahami hakikat hidup ini maka kita akan  lebih bersabar ketika menerima cobaan, lebih tegar dalam menghadapi  musibah dan&amp;nbsp;lebih kuat mental dalam menghadapi tantangan hidup. Sebab,  Allah Swt. tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan kita.  Allah Swt.berfirman: &lt;em&gt;“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS al-Baqarah [2]: 286)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jangan menyerah, bangkitlah!&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita harus meyakini betul hakikat kehidupan ini supaya tidak mudah  putus asa. Nah! Ini ada sedikit saran supaya kita tetap semangat untuk  menjalani hidup untuk meraih kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, usahakan untuk selalu berfikir positif, buang  jauh-jauh pikiran negatif meskipun sedikit tapi teruslah berfikir  positif, karena biasanya dari seribu pikiran negatif cuma satu saja yang  benar, kalaupun itu terbukti, jadikan sebagai cara untuk memperbaiki  diri.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, yakin kalau kita ini memiliki kelebihan, lebih banyak  memikirkan kelebihan kita dari pada kekurangan kita. Terus kalau kita  sendiri nggak tahu kelebihan kita gimana? Ah simpel, tanya ke orang yang  dekat dengan kita apa saja kelebihan kita atau ingat-ingat prestasi  kita di masa lalu untuk mempertebal rasa percaya diri kita bahwa kita  mempunyai kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, jangan terlalu menghiraukan orang lain yang  membicaran tetang keburukan atau kegagalan yang pernah kita alami,  karena bisa menjadikan kita patah arang dan tidak bersemangat, kalau pun  terus menggagu pikiran, jadikan hal tersebut sebagai penyemangat kita  untuk jadi yang lebih baik dan membuktikan bahwa kita tidak seperti yang  mereka katakan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;, paksa diri! Loh kok? Iya paksa diri untuk terus  berkarya, lawan rasa putus asa dengan terus bergerak maju (baca  berusaha), berhentilah mengeluh dan bermalas-malasan. Kalo kamu merasa  berat melakukan kebaikan, terus maju. Sebab pasti ada pahala di sana.  Allah Swt. berfirman: “&lt;em&gt;Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa  ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di  jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu  mengetahui&lt;/em&gt;” &lt;strong&gt;(QS at-Taubah [9]: 41)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, tetap semangat ya. Apalagi Allah Swt. sudah  memerintahkan kita untuk terus bergerak walau terasa berat dan harus  memaksakan diri. Masih ada waktu dan masih ada hari esok untuk menggapai  cita-cita untuk meraih harapan. Teruslah bergerak dengan arah yang  pasti, tentunya sesuai jalan yang diridhoiNya. Jika kita tetap berpegang  teguh pada jalanNya insya Allah kita diberi kemudahan untuk meraih  kesuksesan dan lebih lapang dada jika kita gagal.&lt;br /&gt;Teruslah bersyukur seluas langit dan bumi atas segala nikmat yang  diberikanNya. Nikmat hidup, nikmat sehat, nikmat menghirup oksigen  (bernafas) dan semua nikmat yang adakalanya lupa kita syukuri. Masih ada  kehidupan akhirat yang musti kita pikirkan dan siapkan bekalnya, karena  biasanya orang yang berputus asa hanya sibuk memikirkan urusan  duniawinya saja dan ketika mereka gagal seakan semuanya berakhir padahal  kita belum cukup pembekalan di akhirat nanti. &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, tetap semangat! &lt;strong&gt;[samsi: samsi_hn@yahoo.co.id]&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;source :http://www.gaulislam.com/putus-asa#more-4213 &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-4061344577845809994?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/4061344577845809994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/09/putus-asa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4061344577845809994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4061344577845809994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/09/putus-asa.html' title='PUTUS ASA'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-5CxL9-coZ1U/TndNjd_fKPI/AAAAAAAAAIk/DyNVrBw3mgk/s72-c/putus+asa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-7637121929252566013</id><published>2011-07-13T08:19:00.000-07:00</published><updated>2011-07-13T08:19:15.429-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>RAMADHAN coming Soon.....!!!!</title><content type='html'>Marhaban Yaa Ramadhan 1432 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-7637121929252566013?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/7637121929252566013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/07/ramadhan-coming-soon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/7637121929252566013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/7637121929252566013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/07/ramadhan-coming-soon.html' title='RAMADHAN coming Soon.....!!!!'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-3183453434665360972</id><published>2011-07-08T08:35:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T08:35:50.643-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Kiriman'/><title type='text'>Mengais Cinta di Negeri Sakura ( 3 )</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-fh59SMB_USQ/ThcjLYPGaRI/AAAAAAAAAIY/FFIy26wedFI/s1600/sakura+kaze.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://3.bp.blogspot.com/-fh59SMB_USQ/ThcjLYPGaRI/AAAAAAAAAIY/FFIy26wedFI/s320/sakura+kaze.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;--- Oktober 2010 ---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini musim gugur di Jepang. Dedaunan berubah warna menjadi kuning keemasan, ada juga yang menjadi merah marun. Memancarkan aura keindahan tersendiri. Angin menyapa pepohonan yang perlahan melepas daun-daun. Di Tokyo ini, perubahan warna serta gugurnya daun-daun belum tampak sempurna. Aku pergi ke sebuah taman yang penuh dengan guguran daun bintang. Daun bintang yang berwarna merah marun, keemasan. Berserakan dibawah sederetan bangku kayu tua yang panjang berwarna hitam. Entah kenapa, ketika melihat yang namanya daun bintang, aku selalu terpesona. Serasa ada suatu feel tersendiri dalam alam bawah sadarku ketika membayangkan atau melihat langsung daun bintang. I don’t know what it is. Sungguh indah! Oktober akhir tahun ini betul-betul menjadi musim gugur yang indah bagiku.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Aku terduduk di bangku tua. Kosong. Sengaja aku mencari tempat yang jauh dari keramaian orang. No body else. Sendiri. Melihat keindahan panorama di depanku yang kulihat begitu apik. Guguran daun bintang di sekitarku membuat aku sangat nyaman disini. Seakan tak mau beranjak dari tempat dudukku. Di depanku ada sebuah danau kecil. Kulihat muara-muaranya mulai beriak. Riaknya kecil, namun semakin besar dan semakin besar. Begitu sempurnanya Tuhan menciptakan semua ini dan mengizinkanku menikmatinya secara gratis. Tuhan sangat murah hati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat keluargaku di Indonesia. Teringat abah, ummi, si mungil Lia serta keluarga besarku. Huff.. roda kehidupanku sepertinya memang tak pernah berhenti dan terus berputar. Aku merasakan skenario Alloh Subhanahu wata’ala akan hidupku. The show must go on! Hingga detik ini. Aku berfikir tentang capaian-capaian yang selama ini kuperjuangkan dan mati-matian kuwujudkan sampai semuanya benar-benar nampak riil dalam hidupku. Mimpi-mimpiku!!!!! Hingga akhirnya aku sampai ke negeri Sakura ini. Demi sebuah ilmu Alloh Subhanahu wata’ala yang aku rasakan semakin hari semakin menyadarkanku: betapa kecilnya aku di dunia ini! Betapa bodohnya aku ini dibandingkan dengan ilmu Tuhan yang Maha Luas ini. Sampai di sinikah capaian-capaian hidupku bermuara? Sampai di sinikah babak kehidupanku akan berakhir?! So what next? Aku mengerahkan segala daya untuk menemukan jawabku sendiri. Lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin berhembus menerbangkan daun-daun bintang yang berserakan di sekelilingku. Berhambur ke segala arah. Namun aku masih dengan sebuah pertanyaan besar bergelayut dalam benakku. Untuk apa hidupku? Mau apa aku setelah ini? Mau kemana setelah semua kesuksesan duniaku suatu saat nanti!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja, ku dengar sayup-sayup suara dari handphone-ku. Aku segera meraih handphone dari dalam saku celanaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;Hayya&amp;nbsp;alal&amp;nbsp;falah, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;Hayya&amp;nbsp;alal&amp;nbsp;falah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;[mari&amp;nbsp;kita&amp;nbsp;menuju&amp;nbsp;kemenangan]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;/div&gt;Suara timer adzan dari handphone-ku sontak menyadarkanku dari lamunan. Waktu menunjukkan saat sholat ashar. Allohu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;Kampeki-desu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;[sempurna].&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Timing yang sangat tepat dengan pertanyaan-pertanyaan dalam otakku. Luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“……Hayya alal falah…” [mari kita menuju kemenangan]. Kemenangan? Kemenangan apa? Kemenangan bagi siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun terus berjalan meninggalkan danau itu. Berjalan, dan terus berjalan! Hingga sampailah aku di sebuah masjid di kota Tokyo.  Tokyo Camii , sebuah masjid besar di Tokyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tenggelam dalam sujud panjangku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai sholat ashar berjamaah, seperti biasanya, ada jeda waktu sampai sholat maghrib yang dimanfaatkan oleh ta’mir masjid dengan sebuah pengajian. Kuikuti dengan khusyuk materi khutbah dari Ustadz. Nama ustadz tersebut Nakata. Seorang Profesor. Yang aku tahu, beliau seorang muallaf. Meskipun seorang muallaf, pengetahuan agamanya jauh lebih tinggi dibandingkan aku. Gelar Ph.D-nya beliau dapatkan dari Cairo University dalam bidang pemikiran politik Islam tahun 1992. Sekarang beliau menjabat sebagai ketua Dewan Direktur Asosiasi Muslim Jepang. Bagiku, beliau sungguh seorang pejuang Islam yang tangguh. Karena, di tengah kesibukannya sebagai profesor di Doshisha University, beliau juga aktif berdakwah. Sangat patut kujadikan panutan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam khutbahnya, beliau membacakan arti Al-Qur’an Surat Al-Fath ayat 1 sampai dengan 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka.  Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Kemudian beliau juga menjelaskan tentang tafsir ayat-ayat tersebut dengan sangat gamblang. Subhanalloh! Dan dengan bijaknya Prof. Nakata menutup khutbah beliau tersebut dengan membacakan arti surat Al-Fath ayat 10: &lt;span style="color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Prof. Nakata betul-betul menjawab dengan tuntas atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini belum kutemukan jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh Rabbul Izzati, demi-Mu, akan aku kais ilmu-Mu sedapat aku bisa mengaisnya. I’ll keep moving forward!!!! Kini aku sadar bahwa dunia seisinya is nothing!! Bukan gelar yang aku cari, bukan jabatan, bukan sekedar kekayaan, pangkat atau embel-embel lainnya. Namun Wahai Rabbku, semua aku lakukan demi agama-Mu ya Alloh!!! Demi cinta-Mu, di negeri Sakura ini! Demi izzah kaum muslimin suatu saat nanti!! I’l do it as can as possible!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaanku terjawab sudah. Terima kasih Prof. Nakata! Arigato!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(yiruma kaze, sebuah monolog, Desember 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FINISH&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-3183453434665360972?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/3183453434665360972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/07/mengais-cinta-di-negeri-sakura-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/3183453434665360972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/3183453434665360972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/07/mengais-cinta-di-negeri-sakura-3.html' title='Mengais Cinta di Negeri Sakura ( 3 )'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fh59SMB_USQ/ThcjLYPGaRI/AAAAAAAAAIY/FFIy26wedFI/s72-c/sakura+kaze.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-8766516387012553909</id><published>2011-07-08T08:17:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T08:25:09.310-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Kiriman'/><title type='text'>Mengais Cinta di Negeri Sakura ( 2 )</title><content type='html'>by : Yiruma K@ze&lt;br /&gt;alumni SMADA Pare Kab. Kediri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-HVsRlRTMIDQ/ThcgeICQAuI/AAAAAAAAAIQ/EPwgr3HC9PY/s1600/sakura+kaze.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://2.bp.blogspot.com/-HVsRlRTMIDQ/ThcgeICQAuI/AAAAAAAAAIQ/EPwgr3HC9PY/s320/sakura+kaze.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Aku salut dengan orang-orang Muslim yang telah bermukim lama disini. Mereka pada dasarnya adalah orang asli Turki, Arab, Melayu dan Indonesia yang menempuh pendidikan/bekerja di Jepang. Of course, muslim di Jepang harus bisa struggle. Mereka masih susah terhadap pendidikan anak, makanan halal serta kesusastraan Islam. Terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Jepang juga tidak mudah didapati. Tidak ada kesusasatraan Islam di toko-toko atau perpustakaan umum, kecuali beberapa essay dan buku dalam bahasa Inggris yang dijual dengan harga yang agak mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih sangat ingat dulu ketika adik bungsuku, Lia, yang masih berusia 6 tahun melepas keberangkatanku ke Jepang ini. Sangat lucu dan menggemaskan. Dengan kata yang masih terbata-bata dalam berbahasa Jepang dia tersenyum simpul.&lt;br /&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;Ganbatte,&amp;nbsp;one-san!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;[Selamat&amp;nbsp;berjuang,&amp;nbsp;kak!]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hai,&amp;nbsp;Ganbarimasu!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;[Baik.&amp;nbsp;Aku&amp;nbsp;akan&amp;nbsp;berusaha!]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;Ja,&amp;nbsp;mata![Sampai&amp;nbsp;ketemu]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;Hai!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; [Baik]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;Lalu&amp;nbsp;kupeluk&amp;nbsp;erat&amp;nbsp;dia.&amp;nbsp;Sangat&amp;nbsp;erat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;Semoga&amp;nbsp;kita&amp;nbsp;bisa&amp;nbsp;segera&amp;nbsp;ketemu&amp;nbsp;ya,&amp;nbsp;gadis&amp;nbsp;kecilku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;Aku&amp;nbsp;sangat&amp;nbsp;rindu&amp;nbsp;gadis&amp;nbsp;kecilku!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;.......&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golden Week!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yups.. inilah minggu yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang yang tinggal di Jepang, termasuk aku Minggu-minggu yang banyak liburnya! he..he..he... (dasar orang Indo!). Ya, dalam satu minggu ada total 4 hari libur yang hampir berurutan, yaitu tanggal 29 April (Showa day, hari kelahiran Kaisar), 3 Mei (Constitution Memorial Day), 4 Mei (Greenery Day) dan 5 Mei (Children’s Day). Seru!!! Bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan atau mengunjungi teman-teman dari Indonesia di sini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golden Week kali ini ada beberapa ustadz dari Indonesia yang mengisi pengajian. Salah satunya Ustadz Yusuf Mansyur di Rokujizo. Perjuangan Ustadz Yusuf Mansyur sangat layak untuk dicontoh. Di tengah hingar-bingar kehidupan dunia yang semakin menggilas ini, beliau masih saja meluangkan waktu untuk berdakwah. Menyampaikan yang haq [benar, red]. Dari beliau jugalah aku bisa menemukan secercah cahaya iman! Alhamdulillah! Aku semakin merasakan rindu yang sangat dengan keluargaku di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;bersambung .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-8766516387012553909?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/8766516387012553909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/07/mengais-cinta-di-negeri-sakura-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/8766516387012553909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/8766516387012553909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/07/mengais-cinta-di-negeri-sakura-2.html' title='Mengais Cinta di Negeri Sakura ( 2 )'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-HVsRlRTMIDQ/ThcgeICQAuI/AAAAAAAAAIQ/EPwgr3HC9PY/s72-c/sakura+kaze.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-4356095280407258641</id><published>2011-07-08T08:08:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T08:24:23.284-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Kiriman'/><title type='text'>Mengais Cinta di Negeri Sakura ( 1 )</title><content type='html'>by : Yiruma K@ze&lt;br /&gt;alumni SMADA Pare Kab. Kediri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-q9vhLvC2Cyw/Thcgvzx2JqI/AAAAAAAAAIU/eMUO8SWt7VM/s1600/sakura+kaze.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-q9vhLvC2Cyw/Thcgvzx2JqI/AAAAAAAAAIU/eMUO8SWt7VM/s320/sakura+kaze.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--- April 2010 ----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu udara berangsur menghangat. Nyaman. Nyaman sekali. Bunga sakura bermekaran dengan sangat cantiknya. Indah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim semi telah datang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisinya disini, masyarakat Jepang berbondong-bondong ber- hanami (hana=bunga, mi=melihat) untuk melihat bunga sakura di musim semi. Adalah Tokugawa Yoshimune, tokoh yang telah menanam banyak pohon sakura kala itu. Biasanya masyarakat Jepang pergi ke taman kota, berkumpul bersama sambil makan-minum, bercengkerama dan masih banyak lagi yang dilakukan. Ada banyak makanan seperti yakitori, yakisoba, tokoyaki, ayam goreng, dan yang paling membuatku kangen Indonesia adalah onigiri! Yups! Onigiri adalah salah satu makanan praktis khas Jepang, dibuat dari nasi yang dikepal-kepal dan dibalut nori (rumput laut kering yang dibuat lembaran). Terkadang, didalam onigiri juga bisa diisi dengan berbagai jenis lauk seperti ikan atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat ramai di taman kota ini. Tepatnya di Mariyuama Park. Aku ikut berhanami disini, sebagai member Persatuan Pelajar Indonesia di Kyoto (PPI Kyoto). Ya, namaku Farhan, aku termasuk orang yang sangat beruntung karena mendapatkan beasiswa riset. Aku bisa dikatakan sebagai kokuhi ryuugakusei (mahasiswa atas biaya negara). Ramai sekali di taman ini. Aku juga bertemu para pengurus Perhimpunan Persahabatan Jepang-Indonesia. Namun, aku merasakan sepi, tak tahu kenapa. Sepi, meskipun disini banyak sekali orang berlalu lalang, bergembira, berkumpul. Namun, aku merasakan ada yang kosong di dalam relung hatiku. Aku tak tahu apa yang aku rasakan ini. Hampa! Apakah orang-orang disini juga merasakan kehampaan yang sama sepertiku? Ataukah mereka sebenarnya merasakan kehampaan, namun tak menghiraukannya? Disini, ada sebuah sistem hidup yang kadang aku menganggapnya sebagai sistem Tak Ber-Tuhan! Sistem yang menghendakiku untuk study, study, study! Bekerja, bekerja, bekerja! Sebuah rutinitas yang selalu saja dilakukan hampir semua orang ini, sampai tak mengenal waktu! Workaholic! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa denganku? Hampa! Kosong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku memang beruntung! Sekali lagi aku katakan demikian, dibandingkan temanku yang bernama Edwin yang sama-sama dari Indonesia. Dia adalah shihi ryuugakusei (privately – financed student) alias mahasiswa atas biaya sendiri. Yang aku tahu, dia hanya menerima beasiswa 50 ribu yen per bulan. Padahal, dia harus membayar SPP per semester yang kalau bayar full sekitar 270 ribu yen/semester, terkadang bisa dapat keringanan setengahnya. Belum lagi sewa kamar, makan, telepon, transportasi, dan lain-lain. Nah lho! Tapi aku melihat, dia adalah mahasiswa super keren! He has been survived on his own feet! Sampai-sampai untuk makan, dia rajin makan onigiri tanpa isi. Jadi hanya nasi putih yang dikepal-kepal dan dibalut nori! Super-keren! Aku melihat cahaya perjuangan yang berbinar-binar di matanya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nevertheless, Edwin jauh lebih beruntung seribu kali dibanding ratusan bahkan ribuan pelajar Indonesia yang untuk sekolah dasar saja sulit, apalagi melanjutkan kuliah. Negeriku tercinta, Indonesia. Indonesia yang kaya raya, yang seharusnya bisa-lah untuk meng-kuliah-kan para pemuda generasi penerus bangsanya. Hmm..aku tak tahu lagi. Yang jelas, biaya pendidikan di Indonesia semakin lama semakin meningkat tajam dengan sistem kapitalistiknya. ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini, di negeri Sakura ini, pendidikan sangat diperhatikan. Budaya disiplin tetap dijaga. Seakan tak ada waktu yang terbuang bagi orang Jepang. Time is money – lah. Namun ya itu, bagiku, tetap saja aku menganggap sistem disini sebagai sistem yang Tak Ber-Tuhan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, mendapatkan beasiswa ini adalah anugerah sekaligus tantangan. Sebuah anugerah, karena memang tidak semua orang yang apply beasiswa ini dapat di-lulus-kan. Di sisi lain, ini adalah sebuah tantangan, karena di negeri asing ini aku harus bisa survive dan aku berkomiten untuk mampu berkontribusi bagi orang-orang di sekitar serta lingkunganku yang baru ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas penduduk Jepang disini menganut agama Budha/Shinto, yaitu sekitar 80%. Sedangkan untuk komunitas muslim, aku melihat memang orang muslim di sini minoritas. Bila diprosentase, komunitas muslim disini hanya sekitar 0,095% atau hanya 121.062 orang. Yang ngeh dengan Islam juga &lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;amat&amp;nbsp;kecil.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt; font-style: italic;"&gt;How&amp;nbsp;poor&amp;nbsp;we&amp;nbsp;(moslems)&amp;nbsp;are!!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 11pt;"&gt;&amp;nbsp;[kasihan&amp;nbsp;banget&amp;nbsp;ya&amp;nbsp;kita&amp;nbsp;sebagai&amp;nbsp;kaum&amp;nbsp;muslim,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;padahal kaum muslim adalah komunitas terbesar di dunia, sekaligus terhebat! Tapi lagi-lagi, kita kalah!] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-4356095280407258641?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/4356095280407258641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/07/mengais-cinta-di-negeri-sakura-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4356095280407258641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4356095280407258641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/07/mengais-cinta-di-negeri-sakura-1.html' title='Mengais Cinta di Negeri Sakura ( 1 )'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-q9vhLvC2Cyw/Thcgvzx2JqI/AAAAAAAAAIU/eMUO8SWt7VM/s72-c/sakura+kaze.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-422107601226901553</id><published>2011-07-01T01:29:00.000-07:00</published><updated>2011-07-01T01:29:56.230-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kiriman'/><title type='text'>Hikmah Hujan Tahun Ini (kiriman pembaca)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-09FMQ7S0J_I/Tg2EqDOH6KI/AAAAAAAAAIM/3WygkmI2xr8/s1600/Rain_Forest_Tropic%255B1%255Da.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-09FMQ7S0J_I/Tg2EqDOH6KI/AAAAAAAAAIM/3WygkmI2xr8/s200/Rain_Forest_Tropic%255B1%255Da.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;Awan hitam mulai baris-berbaris di ujung langit. Angin pun tak sekencang sebelumnya. Matahari menutup diri layaknya putri malu. Burung-burung mencari pohon untuk berteduh begitu pun dengan pedagang kaki lima. Ibu rumah tangga menaikkan jemurannya yang sudah kering. Dan para petani menyiapkan saluran irigasi berharap ada air masuk ke lahannya. Dan ... Tetesan air secara bergerombol jatuh dari awan hitam itu. Pelan Pelan lalu Makin Lebat. Tumbuhan pun tersenyum senang. Para petani riang gembira.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Itulah bukti kecintaan Allah kepada umatnya. Disaat unsur utama dari kehidupan bumi ini adalah air. Ketika sumur-sumur penduduk kering tak tersisa. Allah lah yang menjadikan hujan turun ketika umatnya membutuhkan. Ketika tetesan air mata seorang muslim mengalir akan pengabulan doanya.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ketika para petani bersedih karna tanamannya kering, hingga dia menyiapkan diri untuk gulung tikar. Kekuasaan Allah lah yang wajib kita ketahui karna hanya Dia lah yang menurunkan hujan dari hasil penguapan lalu berkumpul diatas dan jika Allah telah berkata Kun FaYa Kun, terjadilah hujan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Indonesia di april menurut perhitungan angin muson sudah tidak terjadi hujan. Karena angin itu berasal dari Benua Australia yang notabene minim akan air. Namun kenapa di bulan Juni ini masih terjadi hujan lebat? Guru geografi kita bingung! “Lho kenapa kok jadi kaya gini?” Disaat para murid bertanya-tanya maka jawab gurunya “Ini adalah malapetaka. Indonesia akan dilanda kekeringan yang berkepanjangan”. What?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Ilmu tanpa keimanan memang tak akan pernah sempurna. Bukankah kita seharusnya bersyukur karena hujan masih kita rasakan di bulan Juli ini? Bukankah kita bisa memetik hikmah dari kebesaran Allah ketika ilmu manusia diagungkan? Sekali lagi ... Allah menunjukkan kebesarannya. Manusia senantiasa berlaku sombong. Padahal dirinya berada dalam jerat kekuasaan Allah. Maka ketika Allah menunjukkannya, mereka langsung bingung!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;”&lt;span&gt;Dan Allah menurunkan air hujan dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi yang tadinya sudah mati. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). &lt;/span&gt;(QS. An-Nahl : 65)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Dan seketika itu manusia berkata, “Ahh kok hujan? Lho kok hujan? Napa sih bulan ini masih hujan?” Padahal hal itu tak boleh kita katakan. Mengapa Allah yang senantiasa memberikan berbagai kenikmatan malah dicaci maki? Walau pun tak secara langsung! Bukankah kita seharusnya senantiasa bersyukur karena datangnya hujan tak di duga-duga? Diberi rezeki kok nggak mau!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;; font-style: normal;"&gt;“Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Sesungguhnya banyak hikmah yang dapat kita petik atas datangnya hujan yang diluar musim penghujan ini. Kita bisa mempelajari beberapa ayat di dalam Al-Qur’an tentang adanya hujan ini. Menyimak dan menyentuh di hati sanubari kita bagaimana Allah bersifat Ar-Rahman. Atau bahkan Ar-Rahim. Kasih sayang Allah tak akan pernah ada batasnya. Sungguh fenomena hujan di bulan kemarau menjadikan kita lebih beristropeksi diri kembali. Apakah ini suatu petunjuk? Atau hanya sekedar gejala alam belaka? Atau bahkan ini jawaban dari Allah atas tingkah laku manusia selama di dunia ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Mayoritas penduduk Indonesia adalah ISLAM. umat Muhammad tentunya do’a-do’anya pasti akan di kabulkam oleh Allah. Sebagai insan yang dibanggakan Allah, kita patut mengetahui arti dari suratan dan takdir Allah yang dituliskan melalui gejala alam ini. Kalau belum bisa mengerti, mari kita simak firman Allah di dalam al qur’an pada surah Nuh ayat 10-12:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan(pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Subhanallah ... Subhanallah ... Subhanallah ... Hanya Allah lah yang sangat mencintai kita diantara umat-umat yang lain. Tidak ada yang dapat menandingi keEsaan Allah lainnya. Hanya orang-orang yang mempunyai iman yang teguh saja memilih ISLAM sebagai agamanya. Tidak ada yang sempurna selain ISLAM. Sungguh ... Allah memberikan pelajaran kepada umatnya atas segala keEsaanya dengan fenomena ini. Sedangkan mereka bingung tanpa arah yang jelas karena mereka termasuk orang-orang yang lalai. Semoga bermanfaat ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;Luqman Abdurrahman Shaleh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;SMA Negeri 2 Adiwiyata Mandiri Probolinggo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;+6287857130008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;MV Boli&amp;quot;;"&gt;luqmanislam77@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-422107601226901553?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/422107601226901553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/07/hikmah-hujan-tahun-ini-kiriman-pembaca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/422107601226901553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/422107601226901553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/07/hikmah-hujan-tahun-ini-kiriman-pembaca.html' title='Hikmah Hujan Tahun Ini (kiriman pembaca)'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-09FMQ7S0J_I/Tg2EqDOH6KI/AAAAAAAAAIM/3WygkmI2xr8/s72-c/Rain_Forest_Tropic%255B1%255Da.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-4788569721809382984</id><published>2011-06-28T21:29:00.003-07:00</published><updated>2011-06-28T21:36:26.306-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kiriman'/><title type='text'>Ayo Ketagihan Sholat Dhuha..!!!!</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:IN;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1	{size:21.0cm 910.05pt;	margin:72.0pt 54.0pt 72.0pt 54.0pt;	mso-header-margin:35.45pt;	mso-footer-margin:35.45pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="email"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-lv8ojlSjh7k/TgqpO86eDRI/AAAAAAAAAII/4V07LN_KWT0/s1600/rafa_sholat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-lv8ojlSjh7k/TgqpO86eDRI/AAAAAAAAAII/4V07LN_KWT0/s320/rafa_sholat.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Assalamu’alaikum para muslimers forsirs...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekolah... sekolah... sekolah... Jadwal banyak banget ya men! mulai dari jam 6 pagi kita berangkat dari skull. Terus nyampe-nyampe langsung ngerjakan PR dulu karna tadi malem ketiduran alias kecapekan berlebihan buat nonton tivi. Pulangnya jam 4 sore. Tapi apa waktu itu kita buang sia-sia cuma buat skolah doang?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bel istirahat berbunyi pukul 9 pagi. banyak nih temen-temen yang langsung sten bai ke warung buat jajan. ada juga yang sedang pacaran. ada juga yang tidur-tiduran, pokoknya kompleks banget dah. Terus sebagai seorang muslim sejati, apa yang harus kita lakuin? masak cuma belajar doang? rugi dong men! Yups... sholat dhuha. waktu yang nggak lama kudu kita manfaatin sebaik mungkin. Biasanya istirahat 30 / 15 menit tuh udah lumayan banyak banget waktunya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Langsung deh kita pergi ke mesjid buat nglaksanain sholat dhuha. Kita nambah-nambah pahala. manfaat sholat dhuha tuh buat nambah rezeki lho. Siapa tau nanti pas pulang sekolah kita dibeliin sesuatu sama ortu kita. kan enak banget bro en girl. Rasulullah punya pesan buat kaum muda kayak kita-kita agar istiqomah ngerjain sholat dhuha nih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;“Shalat dhuha itu adalah shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja,....”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk mempersiapkan sholat dhuha, kita kudu nglakuin hal-hal yang bisa ngehambat kita nglaksanainnya. &lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt;, PR kudu dikerjain di rumah. Jangan sampe deh waktu dhuha kita ilang gara-gara PR yang numpuk en lum dikerjain. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, sarapan di rumah. Biar paginya nggak ngrasa laper, ayo sarapan pagi dirumah. daripada waktu dhuha kita hilang cuma buat ngisi perut yang laper doang alias jajan di kantin. &lt;i&gt;ketiga,&lt;/i&gt; ngajak temen-temen biar bisa sholat dhuha berjama’ah. enak donk sholat dhuha berjama’ah bareng sama temen-temen, apalagi kalo tujuannya semua sama. jadi makin solit aja nih jama’ahnya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kalo udah tau keutamaan sholat dhuha kayak gini, nggak ada ruginya deh nglaksanain sholat dhuha. Malah kita ntar jadi ketagihan sholat dhuha. dompet padet, pahala manteb, rezeki sedep. hehehe... semangat yo rek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Wassalamu’alaikum...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Artikel Kiriman dari :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;Luqman Abdurrahman Shaleh&lt;br /&gt;SMA Negeri 2 Adiwiyata Mandiri Probolinggo&lt;br /&gt;+6287857130008&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="email"&gt;luqmanislam77@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-4788569721809382984?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/4788569721809382984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/06/ayo-ketagihan-sholat-dhuha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4788569721809382984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4788569721809382984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/06/ayo-ketagihan-sholat-dhuha.html' title='Ayo Ketagihan Sholat Dhuha..!!!!'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-lv8ojlSjh7k/TgqpO86eDRI/AAAAAAAAAII/4V07LN_KWT0/s72-c/rafa_sholat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-5969687468744841978</id><published>2011-06-10T01:51:00.000-07:00</published><updated>2011-06-10T01:52:03.361-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>Bulan Rajab</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-F6A6KGE-98A/TfHazT9mmWI/AAAAAAAAAIE/Bfhl_LEdPmI/s1600/rajab.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-F6A6KGE-98A/TfHazT9mmWI/AAAAAAAAAIE/Bfhl_LEdPmI/s320/rajab.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bulan Rajab&lt;/b&gt; adalah bulan yang ke 7 di dalam sistem &lt;span class="bm_keywordlink"&gt;&lt;a href="http://blog.al-habib.info/id/id/about/kalender-islam/"&gt;kalender islam&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  (hijriyah) yang berdasarkan peredaran bulan (qomariyah). Bulan rajab  termasuk salah satu dari 4 bulan yang dimuliakan oleh Allah atau disebut  sebagai &lt;b&gt;bulan-bulan Haram&lt;/b&gt;. Selain Rajab, bulan haram  adalah Dzulhijjah, Dzulqa’idah, dan Muharram. Bulan Rajab merupakan  bulan haram yang istimewa karena terpisah dari urutan ketiga bulan haram  lainnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keistimewaan bulan Rajab&lt;/b&gt; lainnya adalah  bahwa pada bulan ini dipercaya Nabi Muhammad menerima perintah sholat 5  waktu sehari semalam dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Namun demikian,  kapan tepatnya terjadinya Isra’ Mi’raj masih menjadi perdebatan di  kalangan sebagian ahli sejarah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:&lt;/h2&gt;السنة اثنا عشر شهراً، منها أربعةٌ حرمٌ: ثلاثٌ متوالياتٌ ذو القعدة، وذو الحجة والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان”.&lt;br /&gt;“Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga yang  awal adalah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharam. Sedangkan Rajab yang  penuh kemuliaan antara dua jumadil dan sya’ban.” (HR. Bukhari No. 3025)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamakan Rajab karena itu adalah bulan untuk yarjubu, yakni Ya’zhumu  (mengagungkan), sebagaimana dikatakan Al Ashmu’i, Al Mufadhdhal, dan Al  Farra’. (Imam Ibnu Rajab, Lathaif Al Ma’arif, Hal. 117. Mawqi’ Ruh Al  Islam) &lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Ibadah khusus di bulan Rajab&lt;/h2&gt;Lalu, adakah amalan-amalan khusus yang disunnahkan pada bulan Rajab ini?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tidak ada nash atau landasan hukum shahih&lt;/b&gt;  yang memberitakan adanya amalan ibadah khusus pada bulan ini dari  Rasulullaah saw. Beberapa hadits tentang keutamaan berpuasa pada bulan  ini atau doa &lt;span style="color: black;"&gt;menyambut bulan rajab&lt;/span&gt;, oleh para ahli hadits dikategorikan sebagai&lt;b&gt; hadits yang lemah&lt;/b&gt;. Contoh hadits semacam itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Diriwayatkan  bahwa apabila Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam memasuki bulan  Rajab beliau berdo’a:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan  (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam  Ahmad, dari Anas bin Malik).&lt;br /&gt;Riwayat  al-Thabarani dari Sa’id       bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari  di bulan Rajab, maka ia       laksana&amp;nbsp; berpuasa setahun, bila puasa 7  hari maka ditutuplah untuknya       pintu-pintu neraka jahanam, bila  puasa 8 hari dibukakan untuknya 8  pintu      surga, bila puasa 10 hari,  Allah akan mengabulkan semua       permintaannya.”&lt;br /&gt;Riwayat  (secara mursal) Abul Fath      dari  al-Hasan, Nabi Muhammad Saw  bersabda: “Rajab itu bulannya Allah,       Sya’ban bulanku, dan Ramadan  bulannya umatku.”&lt;/blockquote&gt;&lt;h2&gt;Puasa di bulan Rajab&lt;/h2&gt;Meskipun  demikian ada hadits shahih yang menyatakan keumuman bolehnya puasa di  bulan Rajab ini. Hadits tersebut memerintahkan kita untuk memperbanyak  puasa pada bulan-bulan mulia (haram), dan bulan Rajab adalah salah satu  di antaranya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Diriwayatkan  dari Mujibah al-Bahiliyah,  Rasulullah bersabda “Puasalah pada  bulan-bulan haram (mulia).”  (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).&lt;br /&gt;Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan &lt;i&gt;al-muharram&lt;/i&gt; (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan&amp;nbsp; Rajab). [HR Muslim]&lt;/blockquote&gt;Para  ulama tidak menyukai orang yang menkhususkan puasa pada bulan Rajab  saja. Dan tidak ada dasar pula bagi orang yang menkhususkan puasa atau  beribadah pada tanggal 27 Rajab. Nabi Muhammad saw. kadang banyak  berpuasa di bulan Rajab ini, namun di lain kesempatan beliau  menyedikitkan puasanya.&lt;br /&gt;Demikianlah sekilas tentang bulan Rajab, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://blog.al-habib.info/id/bulan-rajab/&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-5969687468744841978?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/5969687468744841978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/06/bulan-rajab-adalah-bulan-yang-ke-7-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/5969687468744841978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/5969687468744841978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/06/bulan-rajab-adalah-bulan-yang-ke-7-di.html' title='Bulan Rajab'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-F6A6KGE-98A/TfHazT9mmWI/AAAAAAAAAIE/Bfhl_LEdPmI/s72-c/rajab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-8545700927916570240</id><published>2011-06-10T01:32:00.000-07:00</published><updated>2011-06-10T01:38:17.179-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>Ngaku Islam Koq LIBERAL ??</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/--k72YXl-YSo/TfHXZJyS9lI/AAAAAAAAAH8/WhFp2VgNBZE/s1600/Liberalisme+sama+dengan+SESAT.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/--k72YXl-YSo/TfHXZJyS9lI/AAAAAAAAAH8/WhFp2VgNBZE/s1600/Liberalisme+sama+dengan+SESAT.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  Sebagai muslim, sudah sepantasnya berpikiran, berperasaan, berperilaku yang mencirikan pribadi seorang muslim. Lagian, ngapain juga ada definisi dan istilah berbeda jika ciri-cirinya sama pada semua hal yang sudah dibedakan. Maka, ketika ada istilah muslim (termasuk mukmin), fasik, munafik, dan bahkan musyrik dan kafir, jelas ada maksudnya. Nggak bisa disama-samain bahwa semua itu benar atau semua salah. Kalo gitu nggak usah ada definisi aja. Betul?&lt;br /&gt;Coba, apa yang mendasari bahwa kamu bisa membedakan antara harimau, beruang, burung, anjing, kucing, dan gajah? Bisa karena bentuknya, bisa karena perilakunya, bisa karena sifatnya dan sejenisnyalah sehingga hewan-hewan tersebut diberikan nama berbeda karena perilaku dan karakternya berbeda. Lalu, jika ada yang bilang bahwa harimau dan gajah sama aja, baik perilaku dan karakternya, kira-kira apa yang akan kamu lakukan kepada orang yang nyampein pernyataan seperti ini?&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aneh! Mungkin istilah ini bisa jadi salah satu yang kamu lontarkan menyikapi pendapat orang tersebut. Tetapi akan lain kalo ada orang yang bilang bahwa baik gajah maupun harimau dan hewan lainnya meskipun berbeda-beda bentuk dan karakter, tetap saja nggak memiliki akal. Ini baru pernyataan yang benar. Tetapi sayangnya kita tidak sedang ngobrolin hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-3610"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bro en Sis, definisi iman dan kufur jelas. Begitupun perbedaan antara tauhid dan syirik juga nyata terang benderang. Maka, ketika ada orang yang menyamakan bahwa orang yang beriman dan orang yang kafir akan sama-sama masuk surga, itu adalah pernyataan yang kacau nggak masuk akal. Begitu juga jika ada orang yang menyamakan antara orang yang mengesakan Allah Swt dengan orang yang menyekutukan Allah Swt., berarti orang itu nggak ngerti definisi yang telah dibuat. Lalu, jika mukmin dan kafir dianggap sama dan bisa masuk surga, orang yang musyrik dan yang mengesakan Allah dianggap tidak berbeda, buat apa ada surga dan neraka serta ada istilah benar dan salah? Iya nggak sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sesuai dengan judul edisi pekan ini, ngaku muslim tapi liberal juga adalah sebuah keanehan. Gejala split personality alias pecah kepribadian. Muslim ya muslim, liberal ya liberal. Nggak bisa digabungkan istilah itu. Sebab, sudah jelas putih adalah putih dan hitam adalah hitam. Tak bercampur keduanya kecuali yang menginginkannya. Muslim adalah muslim, liberal juga adalah liberal. Secara definisi sederhana juga sudah jelas, muslim artinya taat, sementara liberal inginnya bebas tak terikat aturan. Tuh kan, jelas bertolak belakang, bukan lagi beda. Bahkan itu terkategori bertentangan dan melakukan penentangan. Sehingga memang menjadi aneh jika ada yang ngaku muslim tetapi pikiran dan perasaannya liberal. Tak mau tunduk pada syariat Islam. Ngikutin hawa nafsunya sendiri aja. Yee.. ini sih biasanya hanya terjadi pada orang yang belum kuat imannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Film “?” contoh nyata kerusakan akidah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bro en Sis, saya memang belum pernah nonton film ini. Jika pun berpendapat bahwa film garapan Hanung Bramantyo tersebut merusak akidah kaum muslimin, saya menyandarkan kepada pendapat mereka yang sudah menonton film tersebut secara langsung. Saya membaca, insya Allah dengan cermat pendapat-pendapat KH Cholil Ridwan dari MUI, juga Dr Adian Husaini, penulis dan peneliti di INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations). Beliau berdua nonton secara langsung gala premier film tersebut pada 6 April 2011 di Jakarta. Saya insya Allah meyakini bahwa pengamatan mereka terhadap film itu sudah benar. Dengan demikian, meski saya belum menonton film tersebut, cukup bagi saya untuk ikut mengambil kesimpulan bahwa film tersebut berpotensi merusak akidah umat Islam, terutama yang keimanannya masih lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih inti pesan yang ditaburkan di film yang skenarionya ditulis oleh nonmuslim itu? Intinya adalah menebarkan ajaran pluralisme agama. Apa itu? Hmm.. gini deh sederhananya: pluralisme sering diartikan sebagai paham yang mentoleransi adanya ragam pemikiran, agama, kebudayaan, peradaban dan lain-lain. Munculnya ide pluralisme didasarkan pada&amp;nbsp; keinginan untuk melenyapkan ‘klaim keberanan’ (&lt;i&gt;truth claim&lt;/i&gt;) yang katanya dianggap menjadi pemicu munculnya sikap ekstrem, radikal, perang atas nama agama, konflik horisontal, serta penindasan atas nama agama.&lt;br /&gt;Oya, menurut kaum pluralis, konflik dan kekerasan dengan mengatasnamakan agama baru sirna jika masing-masing agama tidak lagi menganggap agamanya yang paling benar. Lha, terus buat apa ada iman dan kufur ada tauhid dan syirik? Jelas banget Bro, para pegiat pluralisme agama adalah orang-orang yang hendak menghancurkan keyakinan umat bergama terhadap agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada di film “?” (baca: tanda tanya, karena memang produser dan sutradaranya belum menentukan judulnya, buktinya disediakan sayembara bagi yang bisa bikin judul bagi film tersebut) sehingga dikategorikan film sesat dan menyesatkan?&lt;br /&gt;Sekilas aja ya. Sebenarnya banyak contoh adegan yang merusak, tapi saya pilih satu yang cukup serius dan diberikan penekanan khusus oleh Dr Adian Husaini. Saya ambil dari webiste www.insistnet.com. Dr Adian Husaini menuliskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Alkisah, Rika, seorang istri yang kecewa terhadap suami. Rika memutuskan pindah agama, dari Islam menjadi Katolik. Ia berujar, bahwa kepindahan agamanya bukan berarti mengkhianati Tuhan. Meskipun Katolik, Rika sangat toleran. Anaknya, – masih kecil, bernama Abi –dibiarkannya tetap Muslim. Bahkan, ia mengantarjemput anaknya ke masjid, belajar mengaji al-Quran. Di bulan puasa, dia temani dan dia ajar Abi berdoa makan sahur.&lt;br /&gt;Di Film “&lt;b&gt;?&lt;/b&gt;” (Tanda Tanya), Rika ditampilkan sebagai sosok ideal: murtad dari Islam, tapi toleran dan suka kerukunan. Pada segmen lain, secara verbatim Rika mengatakan,&amp;nbsp;BAHWA agama-agama ibarat jalan setapak yang berbeda-beda tetapi menuju tujuan yang sama, yaitu Tuhan.&amp;nbsp; Kata Rika mengutip ungkapan sebuah buku,&amp;nbsp; “… s&lt;i&gt;emua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke&amp;nbsp; arah yang sama; mencari satu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya, kemurtadan Rika tidak direstui ibunya. Anaknya yang Muslim pun&amp;nbsp;awalnya menggugat. Tapi, di ujung film, Rika sudah diterima sebagai “orang murtad” dari Islam. Bahkan, ada juga yang memujinya telah mengambil langkah besar dalam hidupnya.&lt;br /&gt;Kisah dan sosok Rika cukup mendominasi alur cerita dalam film “&lt;b&gt;?&lt;/b&gt;” garapan Hanung Bramantyo ini.&amp;nbsp;Rika tidak dipersoalkan kemurtadannya. Padahal, dalam pandangan Islam, murtad adalah kesalahan besar.&amp;nbsp;Saat duduk di bangku SMP, saya sudah menamatkan satu Kitab berjudul &lt;i&gt;Sullamut Tawfiq &lt;/i&gt;karya Syaikh Abdullah bin Husain bin Thahir bin Muhammad bin Hasyim. Kitab ini termasuk yang mendapatkan perhatian serius dari Imam Nawawi al-Bantani, sehingga beliau memberikan syarah atas kitab yang biasanya dipasangkan dengan Kitab &lt;i&gt;Safinatun Najah. &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(www.insistnet.com)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Murtad dari Islam adalah haram&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bro en Sis, saya setuju dengan cara pandang Dr Adian Husaini dalam menyikapi film tersebut. Sebab, saat ini orang dengan mudah gonta-ganti agama atau bahkan tidak beragama sama sekali. Jika seseorang murtad alias keluar dari agama Islam (kasusnya bisa pindah ke agama lain atau memilih tidak beragama) maka dihukumi haram dan jika diperingatkan tidak mau, negara berhak membunuhnya agar orang lain tidak mencontoh perbuatan murtad orang tersebut.&lt;br /&gt;Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Ikrimah yang berkata, “Dihadapkan kepada Amirul Mukminin ‘Ali ra orang-orang zindiq, kemudian beliau ra membakar mereka. Hal ini disampaikan kepada ‘Ibnu ‘Abbas dan ia berkata, “Seandainya aku (yang menghukum), maka aku tidak akan membakarnya karena larangan dari Rasulullah saw. dimana beliau bersabda: “Janganlah kalian mengadzab (menghukum) dengan ‘adzabnya Allah.” Dan aku (Ibnu ‘Abbas) akan membunuhnya, berdasarkan sabda Rasulullah saw., “Barangsiapa mengganti agamanya (murtad), maka bunuhlah dia.”&lt;br /&gt;Membunuh laki-laki yang murtad berdasarkan &lt;i&gt;dzahir&lt;/i&gt; hadis tersebut. Sedangkan membunuh wanita yang murtad berdasarkan keumuman hadis. Sebab Rasulullah saw. bersabda, “&lt;i&gt;Barangsiapa mengganti (agamanya)”. &lt;/i&gt;Sedangkan lafadz &lt;i&gt;“man”&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;termasuk lafadz umum. Juga diriwayatkan oleh Daruquthniy dan Baihaqiy dari Jabir, “Bahwa Ummu Marwan telah murtad. Rasulullah saw. memerintahkan untuk menasihatinya agar ia kembali kepada Islam. Jika ia bertaubat (maka dibiarkan), bila ia tidak, maka dibunuh.” &lt;b&gt;(Abdurrahman al-Maliki, &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sistem Sanksi dalam Islam&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;, hlm. 128-129)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo sekarang gimana? Kan nggak ada negara Islam? Ya, tidak boleh ada yang menghukumya dengan cara seperti itu. Tetapi mereka akan RUGI di akhirat jika ketika mati masih kafir. Why? Karena akan diazab oleh Allah Swt. sesuai dengan firmanNya (yang artinya): &lt;i&gt;“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS al-Baqarah [2]: 217)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ih, naudzubillah min dzalik ya. Jangan sampe gara-gara nonton film itu kamu jadi murtad. Nggak banget lah!&lt;br /&gt;Ok deh Bro en Sis, kita kudu kuatin iman kita kepada Allah Swt. Sebagai muslim kita nggak boleh (bahkan haram) untuk menjadi liberal alias tidak mau taat kepada aturan Allah Swt. dan RasulNya. Apalagi jika menjadi kafir.&lt;br /&gt;Jadi, yuk kita giat perdalam ajaran Islam,&amp;nbsp; lalu pahami dan amalkan agar keimanan kita kian kokoh tak tergoyahkan. Insya Allah. &lt;b&gt;[solihin: osolihin@gaulislam.com]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin m:val="0"&gt;&lt;m:rmargin m:val="0"&gt;&lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;baca juga :&amp;nbsp;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-t2BlHWfliaE/TfHXm1gpp-I/AAAAAAAAAIA/wAgHeL_80T4/s320/virus-liberalisme.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="224" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://geopractice.wordpress.com/2009/12/04/adian-husaini-lawan-jil/"&gt;selengkapnya&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin m:val="0"&gt;&lt;m:rmargin m:val="0"&gt;&lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-8545700927916570240?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/8545700927916570240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/06/ngaku-islam-koq-liberal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/8545700927916570240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/8545700927916570240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/06/ngaku-islam-koq-liberal.html' title='Ngaku Islam Koq LIBERAL ??'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--k72YXl-YSo/TfHXZJyS9lI/AAAAAAAAAH8/WhFp2VgNBZE/s72-c/Liberalisme+sama+dengan+SESAT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-6730641618688803343</id><published>2011-05-31T07:14:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T07:15:16.540-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>TRAINING REMAJA SUPER FOTO</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-o92mcjErtOU/TeT1dCfP9UI/AAAAAAAAAHA/jv9jUvI738A/s1600/trs15.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-o92mcjErtOU/TeT1dCfP9UI/AAAAAAAAAHA/jv9jUvI738A/s400/trs15.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Om_0llBNe-w/TeT1jQnNa7I/AAAAAAAAAHE/68SCYsFuqOU/s1600/trs14.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-Om_0llBNe-w/TeT1jQnNa7I/AAAAAAAAAHE/68SCYsFuqOU/s400/trs14.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-CRZNIrBVjd8/TeT1vg8Jb3I/AAAAAAAAAHI/2fvwNtsdeHQ/s1600/trs13.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-CRZNIrBVjd8/TeT1vg8Jb3I/AAAAAAAAAHI/2fvwNtsdeHQ/s400/trs13.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1KfJyVx1hiA/TeT1yoZCP_I/AAAAAAAAAHM/QwAEpVJmOZk/s1600/trs1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-1KfJyVx1hiA/TeT1yoZCP_I/AAAAAAAAAHM/QwAEpVJmOZk/s400/trs1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-aSTDGvs3c6M/TeT11qN20lI/AAAAAAAAAHQ/PgRk5nv2mDg/s1600/trs2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-aSTDGvs3c6M/TeT11qN20lI/AAAAAAAAAHQ/PgRk5nv2mDg/s400/trs2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-IgMgXTIHr-Y/TeT14_FhHWI/AAAAAAAAAHU/wVPnvKpirz4/s1600/trs3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-IgMgXTIHr-Y/TeT14_FhHWI/AAAAAAAAAHU/wVPnvKpirz4/s400/trs3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-WHVum4vOEc8/TeT17JWqs6I/AAAAAAAAAHY/PZtZMrWm3Bo/s1600/trs4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-WHVum4vOEc8/TeT17JWqs6I/AAAAAAAAAHY/PZtZMrWm3Bo/s400/trs4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-FhXVf9koOZE/TeT19tJygsI/AAAAAAAAAHc/OvbHg88WQ4g/s1600/trs5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-FhXVf9koOZE/TeT19tJygsI/AAAAAAAAAHc/OvbHg88WQ4g/s400/trs5.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PAw8AL2V5XA/TeT2AgQIu8I/AAAAAAAAAHg/CsfSFvdZL1s/s1600/trs6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-PAw8AL2V5XA/TeT2AgQIu8I/AAAAAAAAAHg/CsfSFvdZL1s/s400/trs6.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ADWsz_9P3Ow/TeT2Cjgi4mI/AAAAAAAAAHk/QvBVaNZQHUU/s1600/trs7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-ADWsz_9P3Ow/TeT2Cjgi4mI/AAAAAAAAAHk/QvBVaNZQHUU/s400/trs7.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-CSkTWigSBsM/TeT2FbLh1XI/AAAAAAAAAHo/tyAUX7Naw5c/s1600/trs8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-CSkTWigSBsM/TeT2FbLh1XI/AAAAAAAAAHo/tyAUX7Naw5c/s400/trs8.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-1vHR7DK0HqI/TeT2IBjAYEI/AAAAAAAAAHs/Wu5LZfwZdEQ/s1600/trs9.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-1vHR7DK0HqI/TeT2IBjAYEI/AAAAAAAAAHs/Wu5LZfwZdEQ/s400/trs9.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-XUWMq3HvX8I/TeT2Opsk6MI/AAAAAAAAAHw/9ihk148lDfw/s1600/trs10.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-XUWMq3HvX8I/TeT2Opsk6MI/AAAAAAAAAHw/9ihk148lDfw/s400/trs10.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FJKpetFKZ0U/TeT2RbR2L1I/AAAAAAAAAH0/smHtus-Ls9k/s1600/trs11.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-FJKpetFKZ0U/TeT2RbR2L1I/AAAAAAAAAH0/smHtus-Ls9k/s400/trs11.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WugsFSvbB_c/TeT2TdMP1VI/AAAAAAAAAH4/vsIxlytIYno/s1600/trs12.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-WugsFSvbB_c/TeT2TdMP1VI/AAAAAAAAAH4/vsIxlytIYno/s400/trs12.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-6730641618688803343?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/6730641618688803343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/05/training-remaja-super-foto.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/6730641618688803343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/6730641618688803343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/05/training-remaja-super-foto.html' title='TRAINING REMAJA SUPER FOTO'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-o92mcjErtOU/TeT1dCfP9UI/AAAAAAAAAHA/jv9jUvI738A/s72-c/trs15.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-128489875239336832</id><published>2011-05-17T10:51:00.001-07:00</published><updated>2011-05-31T07:00:07.867-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hazanah'/><title type='text'>Training Remaja Super (artikel)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div align="CENTER" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-12IrpjS5eIQ/TdKzuY3psHI/AAAAAAAAAG8/MlqvM3L-HTM/s1600/tr.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://4.bp.blogspot.com/-12IrpjS5eIQ/TdKzuY3psHI/AAAAAAAAAG8/MlqvM3L-HTM/s320/tr.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;To Be Remaja Super and Tidak Kuper&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Oleh. Muhammad Arifin AB&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;(Penyuluh Kendepag Batu, Direktur ATC, Trainer di Pusdiklat Hidayatullah Batu, Ihsan Centre Surabaya dan Smart Centre Semarang)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Disampaikan dalam acara Training Remaja Super di Masjid Agung Kota Kediri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ya, kinilah waktunya generasi muda Islam, putra dan putri, yang telah bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang patut disembah kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad saw. adalah utusan-Nya, untuk bangkit dan memimpin generasinya. Inilah saat di mana seharusnya pemuda-pemudi Islam menyadari bahwa dirinya mampu memberi keselamatan dan kesejahteraan pada seluruh isi jagat ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tak bisa lagi, lho, kita hanya duduk tafakur di masjid menjadi anak yang baik, dan kemudian berharap masuk surga, sementara orang dan golongan lain menjadi pemimpin kita. Sebuah kondisi yang secara politis amat sangat merugikan, ya kan?!&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Percayalah, kita akan tetap terus dipimpin oleh mereka, kalau para pemuda kita ---yang katanya penerus bangsa--- tidak cepat-cepat melepaskan diri dari belenggu. Yaitu belenggu-belenggu yang menyebabkan paramuda muslim tidak bisa berpikir jernih dan berpikir merdeka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak ocre, kan, kalau kehidupan kita berjalan atas kehendak dan kemauan orang lain? Begitu gampangnya kita diarahkan ke sana kemari, diombang-ambingkan sesuai kemauan orang lain. Ujung-ujungnya bisa ditebak, jati diri kita akhirnya hanya sekadar jadi pengekor dan hamba orang, kayak kapas melayang-layang diembus angin, ke sana kemari tak tentu arah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lantas, ngapain aja para pemuda kita, kok, bisa sampai terbelenggu begitu? Adalah antara lain karena para pemuda kita tidak memiliki identitas. Padahal, identitas seorang muslim sudah jelas ‘kan? Dia harus pede, tidak akan tiru-tiru sesuatu yang tidak punya dasar, bahkan melanggar aturan Islam. Mereka tidak tidak percaya diri dengan Islam, cenderung ikut-ikutan, atau bahkan minder, malu dibilang tidak modern dan tidak gaul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau ciri-ciri itu ada pada diri kamu, itu berarti, --maaf-- kamu masih menjadi hamba manusia, bukan hamba Allah! Kamu masih belum merdeka. Kamu masih menjadi manusia yang mudah diombang-ambingkan trend yang sedang berkembang. Kasian... deh, kamu!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Padahal, sebagai remaja Islam, seharusnya kamu menjadi trendsetter.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Itulah umat Islam, semestinya..., dan begitu pula kamu sebagai remaja muslim seharusnya. Namun apa yang terjadi kini? Umat bagaikan buih. Jumlahnya banyak namun tak berarti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yang kita lihat kini, banyak teman-teman kita mengekor pada trend yang berkembang, bahkan tanpa segan menanggalkan satu per satu rasa malu mereka. Para cewek merasa keren dengan pamer aurat, dengan teriak-teriak memuja penyanyi di konser-konser. Yang cowok merasa lebih modern dengan ngedugem, pacaran, coba-coba narkoba dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita tahu, sejak awal kedatangannya, Islam telah mematok diri sebagai pencipta trend. Kuntum khaira ummat ukhrijat linnaas (QS. Ali Imran: 110). Bahwa kitalah umat terbaik. Mestinya, yang terbaik itulah diikuti, dijadikan rujukan. Lha, kenapa, ajaran yang terbaik dan yang harusnya dijadikan rujukan, kok malah dibelakangkan? Diumpetin lagi!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Relakah kita melihat semua itu? Masih diam sajakah kamu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yuk, kita buang jauh-jauh berbagai trend semu yang bikin pikiran terbelenggu dan fisik nggak merdeka sama sekali itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mulai saat ini, pastikan di hati kamu, Islam selalu dan selamanya akan menjadi trendsetter dengan cara menjadikan Al Quran sebagai panduan, dan Rasulullah sumber teladan. Rasulullah tetap akan menjadi teladan kita, karena beliau telah diutus sebagai rasul terakhir, sebagai penyempurna. Maka itu, janganlah sekali-kali menempatkan manusia lainnya (meski itu para idolamu) di atas Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau sih memang sudah wafat, namun bukan berarti jejaknya tak bisa diikuti. Jadikanlah beliau, para sahabat dan orang-orang shalih itu semua sebagai teladan kita. Kemudian tunjukkan identitas kamu sebagai remaja muslim hebat yang smart dan cool, yaitu cerdas, gaul, keren tapi tetap menjalankan syariat Islam secara bertanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Eh, udah pasti, kita semua sangatlah memahami, bahwa kehadiran kita sebagai insan paling mulia di dunia ini, sebagai hamba Allah yang baik, mempunyai tugas-tugas kepemimpinan yang musti ditunaikan sesuai tuntunan Al Quran sebagai pedoman paling baik, dan menempatkan Nabi Muhammad saw. sebagai guru yang paling agung, orang yang dipilih Allah sebagai pembawa wahyu bagi seluruh umat manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nah, sekarang, berbekal pemahaman itu, yaitu mempunyai tugas-tugas kepemimpinan yang harus ditunaikan, seyogyanya para remaja bisa memulai --sebagai langkah awal-- menggunakan kepemimpinannya di sekolah, atau di kelompok studi yang didirikan, atau di tim bulutangkis, sepakbola, atau di mana saja, sebagai wahana pelatihan. Remaja muslim mesti bisa memengaruhi orang sekelilingnya dengan kharisma dan wibawanya. Sebab, kalau tidak awas-awas, keadaan bisa berubah jadi sebaliknya, lho. Bisa-bisa, kamulah yang terpengaruh. Maka, kinilah saatnya kita memulai langkah besar, berproses tumbuh menjadi seorang pemimpin bangsa. Pemimpin nasional yang oke! Saatnya kita menjadi remaja muslim yang smart!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi, gimana, ya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gampang saja. Tak ada yang sulit, kok! Modal utamanya, kamu harus tampil berani dan mampu menjawab pertanyaan, “Bisakah kamu menjadi pemimpin dan menjadi orang yang bisa memengaruhi orang lain dengan segala potensi yang kamu punyai?” Jangan underestimate tentang diri kamu dan jangan ragu-ragu. Jawablah dengan tegas dan mantap: “Ya, aku bisa!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun, mungkin ada juga yang menjawab: “Aku pengin memimpin tapi tidak tahu caranya.” Atau, yang lain menanyakan: “Ah, gimana ya? Si fulan itu, kok, bisa menjadi ketua OSIS dan begitu menonjol di antara teman-teman di sekolah?” Atau pertanyaan seperti ini: “Kok, bisa, ya, ia secerdas itu dan pinter ngomong di klub studinya? Kehadirannya selalu bisa menghidupkan suasana, lho?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berbagai pertanyaan itu akan terus bermunculan, menjadi misteri yang sulit terungkap. Di benak kita akan muncul pertanyaan: “Apakah kepemimpinan itu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita tak perlu repot-repot mencari jawabannya, sebab semua itu akan terungkap gamblang kalau kita berani menjawab dengan lantang: “Aku bisa!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perlu disimak, buku ini hanyalah sekadar mengajak ngobrol, memberi motivasi, langkah dan gagasan yang sederhana buat kamu sebagai remaja muslim, dengan harapan semoga jadi sosok pemimpin hebat di lingkunganmu, di kelas, di sekolah, di kelompok studi, di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), atau di mana saja kamu berkiprah dan berkegiatan nantinya dengan langkah-langkah besar kamu, dengan potensi yang sudah melekat pada diri kamu, bahkan sampai kamu berkesempatan menjadi orang nomor satu di negerimu ini. Ya, menjadi pemimpin nasional bangsa besar ini!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;So, karena itu, di sini penulis berani mengatakan dan berani pula bertanggung jawab, bahwa menjadi pemimpin nasional untuk saat ini, di mana kondisi negara dalam keadaan dilanda krisis multidimensi yang parah ini, hukumnya wajib bagi kita kaum muslim. Terutama kalangan muda! Maka, umat Islam wajib berpolitik!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lho, kok hukumnya wajib, sih? Ya, kalau kita memahami politik itu sebagai upaya untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa, kedaulatan umat, memunculkan moral bangsa, menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat atau berpihak pada masyarakat banyak, maka dalam tingkat ini adalah kewajiban individu untuk melakukan politik yang berujung meraih kepemimpinan nasional. Tapi, kalau politik itu bertujuan untuk jegal-menjegal dan semata perebutan kekuasaan, maka justru politik meraih kekuasaan kepemimpinan nasional kayak itu menjadi haram hukumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buat sekadar penyegaran ingatan kita semua, kegiatan berpolitik secara Islam itu bisa dibagi menjadi dua tataran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertama; adalah kegiatan berpolitik yang dilakukan perorangan dan sifatnya individual. Kegiatan itu menyangkut pemberdayaan masyarakat, pencerahan umat, mewujudkan keadilan, ngebelain yang benar dan menolak yang salah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua; adalah kegiatan berpolitik secara bareng-bareng (adanya anggota dewan legislatif, eksekutif dan yudikatif) apabila hal itu menyangkut kegiatan kenegaraan dan sifatnya fardhu kifayah. Dalam artian lain, ya apabila ada orang lain yang telah melakukan, maka kewajiban seseorang untuk melakukannya jadi gugur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam tataran yang kedua ini, yaitu kegiatan berpolitik secara bareng-bareng itu, adalah untuk melaksanakan tiga fungsi utama kemanusiaan. Yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertama, untuk merealisasikan kegiatan beribadah kepada Allah Swt. Maka, dalam berpolitik seperti, kita menolak unsur-unsur yang mengandung maksiat, KKN dan yang bertabrakan dengan prinsip keadilan dan kejujuran. Kita melakukannya dengan konsep ibadah dan sebagai sebuah amanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua, memakmurkan kehidupan di bumi yang artinya berpolitik dengan menolak unsur-unsur yang bersifat destruktif, adu domba dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketiga, adalah berpolitik untuk tujuan khilafah politik yang bertujuan memunculkan regenerasi kepemimpinan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Begitulah, dengan menjadi seorang pemimpin dan memegang kekuasaan yang dipahami sebagai amanah Allah di muka bumi ini, mudah-mudahan akan selalu terpancar semangat pada diri para remaja muslim untuk terus tanpa henti menebarkan manfaat bagi sesama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka itu, jangan tunda-tunda lagi! Kinilah saatnya kamu bicara tegas, berani menampilkan diri plus peranan kamu secara nyata dalam dunia politik dan kenegaraan kita. Jangan lagi malu-malu, alergi dan takut. Politik bukan sesuatu yang menakutkan. Justru seharusnya kita sudah akrab dengan politik kenegaraan dan kekuasaan itu sejak remaja. Sebab, masa depan adalah milik remaja sekarang, bukan para orang tua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lihatlah! Tidak malukah kita dengan predikat ‘negara terkorup di dunia?’ Tantanganlah untuk kita untuk mengubah wajah Indonesia. So, karena itu, tak ada alasan kita untuk tidak mau berkiprah mengubah negeri tercinta ini menjadi negeri yang ‘baldatun thayibatun wa Rabbun ghafur! Okey?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nah, udah siap kan untuk jadi pemimpin?! Sebelumnya, marilah kita mengolah mimpi-mimpi kita dengan cerdas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lho, Mengolah Mimpi?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ya, memang perlu mengolah mimpi-mimpi itu terlebih dulu. Banyak pakar pendidikan mengatakan, bermimpilah untuk mencapai bintang di langit. Gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Impian dan cita-cita itu begitu penting. Jangan sekali-kali merasa malu dengan apa-apa yang kita impikan sehingga buru-buru menganggap impian itu tak mungkin terjangkau, dan kemudian menilainya sebagai sesuatu yang tidak penting lagi, bahkan mengada-ada. Sikap seperti itu sungguh salah. Sebaliknya, kamu harus bisa mengolah mimpi-mimpi itu secara cerdas sampai menjadi sebuah wujud yang berkualitas. Menggapai bintang di langit menjadi tugas hidup kita pula. Dengan bintang di tangan, kita akan bisa memberikan “terang” bagi lingkungan sekitar, dan sekaligus sebagai wujud ibadah kepada Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh karena itu, jangan pernah sekalipun menyerah guna mewujudkan impian itu! Jangan sampai muncul pertanyaan di benakmu yang bisa melemahkan semangat, “Apakah aku bisa, ya, menjadi apa yang aku inginkan?” Tetapi sebaliknya, kamu harus bersikap tegas, “Aku harus bisa menjadi apa yang aku inginkan!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sekali lagi, Islam mrngharapkan kaum remajanya tidak bersikap ragu-ragu. Tampillah dengan berani dan tegas! Sesungguhnya Allah tidak suka kepada anak muda yang di dalam dirinya melekat keraguan. Allah sangat menyayangi anak muda yang di dalam dirinya tumbuh sikap-sikap tegas, berani, tidak setengah-setengah, dan memiliki azimah (kebulatan hati).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nah, karena itu tuh, tak bisa lain, kita harus bangkit! Islam memerlukan remaja yang ‘smart’ yang siap menjadi pemimpin!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wahai Sahabat, Kekasih Allah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita sekarang hidup dalam “kampung kecil” dunia global. Batas-batas imajiner antar negara saat ini semakin tidak kita rasakan lagi. Apakah engkau merasakan bahwa “kampung kecil” kita saat ini begitu getol mengajak kita melupakan bahwa kita ini adalah hamba Allah?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karena ajakan yang getol itu banyak sahabat-sahabat kita tidak lagi merasa berdosa ketika melakukan perbuatan yang dilarang Allah kekasih kita. Pernahkan kalian tahu bahwa Penelitian Objectively Verifiable Indicators (OVI) SeBAYA Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jatim 2004 menunjukkan hasil bahwa para responden usia 15-24 tahun yang sudah melakukan hubungan seksual dengan satu orang atau lebih, yakni sebanyak 49 orang dari 360 responden? Sejak Januari-Nopember 2004, tercatat 227 remaja yang melakukan konsultasi, 90 diantaranya telah melakukan seks bebas dan delapan orang positif hamil? Sedihkah engkau ketika tahu bahwa mereka melakukan itu tanpa merasa bersalah kepada kekasih kita Allah?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Harusnya kita selalu sadar bahwa Allah yang telah menciptakan kita, yang telah memberikan kehidupan kepada kita. Kita mampu bergerak karena Allah yang memberi kita jiwa. Kita mampu berpikir, bernafas,melihat,mendengar,dan meraba karena Allah memberikan kita kemampuan itu. Maka sudah sepantasnyalah kita hidup untuk melakukan yang terbaik menurut pencipta kita, pemberi kehidupan kita. Kita rasanya tidak punya keberanian untuk menentangnya, karena jiwa kita ada dalam genggamanNya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wahai Sahabat, Kekasih Allah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kampung kecil” kita saat ini mengarahkan kita jadi pekerja-pekerja murah untuk mengolah kekayaan alam kita yang berlimpah ruah demi memperkaya para penjajah. Tahukah engkau emas kita dikuasai pengusaha Freeport. Sembilan puluh persen kekayaan minyak dan gas kita dikuasai oleh penjajah yang lain? Lihatlah di sekitar kita. Fenomena keterpurukan. Fenomena kesedihan. Semakin banyak mereka yang putus sekolah. Semakin banyak mereka yang harus berjuang di jalan menjadi pengamen, pemulung. Kenapa bisa terjadi kalau negara ini sebenarnya kaya? Apakah kita akan membiarkan kondisi ini terus berlanjut?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wahai Sahabat, Kekasih Allah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Engkaulah remaja, pemuda harapan umat. Engkaulah bagian dari umat terbaik yang Allah turunkan ke tengah manusia. Di tanganmu perubahan itu bisa diwujudkan. Ditanganmu kemaslahatan manusia dipertaruhkan. Kembalikan kekayaan yang telah Allah anugerahkan ke tangan umat, untuk kesejahteraan umat. Rebut kembali kekayaan itu dari tangan penjajah!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wahai Sahabat, Kekasih Allah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 100%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Umat telah memanggilmu! Umat telah memanggilmu! Umat menaruh harapan besar di pundakmu. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada dirimu untuk terus berbuat, untuk terus bergerak untuk menjadi pemuda tangguh. Pemuda berkepribadian Islam. Bersama-sama dengan pemuda muslim lain, menyusun barisan rapi, menghadirkan solusi Islam, menegakkan kembali peradaban Islam. Menghilangkan pengaruh peradaban kapitalisme yang rendah di dunia, sehingga hidup manusia akan menuju kembali ke kehidupan yang cemerlang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-128489875239336832?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/128489875239336832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/05/to-be-remaja-super-and-tidak-kuper-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/128489875239336832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/128489875239336832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/05/to-be-remaja-super-and-tidak-kuper-oleh.html' title='Training Remaja Super (artikel)'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-12IrpjS5eIQ/TdKzuY3psHI/AAAAAAAAAG8/MlqvM3L-HTM/s72-c/tr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-962699521975165098</id><published>2011-05-17T10:22:00.000-07:00</published><updated>2011-05-17T10:43:32.017-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>Terima Kasih Training Remaja Super</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-12IrpjS5eIQ/TdKzuY3psHI/AAAAAAAAAG8/MlqvM3L-HTM/s1600/tr.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://4.bp.blogspot.com/-12IrpjS5eIQ/TdKzuY3psHI/AAAAAAAAAG8/MlqvM3L-HTM/s320/tr.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Assalaamu'alaikum wr.wb.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Kami dari segenap jajaran Pengurus Forum Silaturahim Remaja Sekolah (ForSiRS) Kediri&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;mengucapkan TERIMA KASIH kepada peserta dari SMP/Mts, SMA/MA/SMK dari Kota dan Kabupaten Kediri yang telah menghadiri acara "TRAINING REMAJA SUPER" dengan tema " REMAJA dan MASA DEPAN ISLAM. 15 Mei 2011 di Aula Masjid Agung Kediri bersama Ust. ARifin (Trainer ATC Malang)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Kami ucapkan terima kasih juga&amp;nbsp; kepada semua pihak yang telah membantu dalam rangka kesuksesan acara tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Jazakallaah Khairan ahsanal jaza&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Nantikan kunjungan kami ke sekolah-sekolah anda..... &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Wassalaamu'alaikum Wr.wb.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-962699521975165098?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/962699521975165098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/05/terima-kasih-training-remaja-super.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/962699521975165098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/962699521975165098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/05/terima-kasih-training-remaja-super.html' title='Terima Kasih Training Remaja Super'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-12IrpjS5eIQ/TdKzuY3psHI/AAAAAAAAAG8/MlqvM3L-HTM/s72-c/tr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-4127484128212513508</id><published>2011-04-27T16:59:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T07:01:11.042-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan'/><title type='text'>Training Remaja Super (coming soon)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-V8032mCdEEQ/TbitpRPcboI/AAAAAAAAAGg/_moEgKoOsMY/s1600/brosur+training+remaja+super.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://1.bp.blogspot.com/-V8032mCdEEQ/TbitpRPcboI/AAAAAAAAAGg/_moEgKoOsMY/s640/brosur+training+remaja+super.jpg" width="418" /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;blink&gt;&amp;nbsp;&lt;/blink&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_123683744"&gt; &lt;/a&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/14790971/brosurtrainingremajasuper.jpg.html"&gt;Download brosur lebih jelas&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;blink&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="normal12blue" href="http://www.ziddu.com/download/14790971/brosurtrainingremajasuper.jpg.html"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 15pt;"&gt;JADWAL TRAINING REMAJA SUPER&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;TEMA : REMAJA DAN MASA DEPAN ISLAM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Ahad, 15 Mei 2011 di Aula MAsjid Agung Kota Kediri&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;07.30- 08.00 &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Registrasi Peserta &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;08.00-08.30&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Pembukaan &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; 1. Sambutan dari Ketua ForSiRS Kediri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; 2. Sambutan dari Ketua Remaja Masjid Agung Kota Kediri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; 3. Sambutan Pembina ForSiRS Kediri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;08.30-09.00&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Pemutaran Film &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%; margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Pemutaran Film Kemajuan Peradaban Islam masa lalu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; 2. Pemutaran Film tentang Kemunduran Remaja Islam &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ( hura-hura, akibat freesex, akibat pacaran, narkoba, tawuran dll )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;09.00-11.00&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Training Remaja Super oleh Ust. Arifin S.Pd. (Trainer ATC Malang)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;11.00-11.20&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Pembagian Doorprize + Tanya Jawab&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;11.20-11.30&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Closing Ceremony&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;11.30….&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Sholat Dhuhur Berjamaah + pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Download jadwal&lt;/span&gt; &lt;span style="color: black;"&gt;(.doc) :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="normal12blue" href="http://www.ziddu.com/download/14827799/JADWALTRAININGREMAJASUPER.doc.html"&gt;&lt;b&gt;http://www.ziddu.com/download/14827799/JADWALTRAININGREMAJASUPER.doc.html&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Tokoh Yahudi Samuel Zwemer dalam konferensi Missi Zionis di Yerusalem pada 1935,  dalam pidatonya mengatakan:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Misi utama kita bukanlah menjadikan orang-orang Islam beralih agama menjadi  orang Kristen atau Yahudi, tapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari  Islam…&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang jauh dari Islam, malas  bekerja keras, suka berfoya-foya, senang dengan segala kemaksiatan, memburu  kenikmatan hidup, dan orientasi hidupnya semata untuk memuaskan hawa  nafsunya…&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Itulah yang terjadi hari ini, memberikan hiburan kepada anak-anak muda Islam  sehingga mereka menjauh dari nilai-nilai mulia yang seharusnya mereka pelajari  sebagai agama. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;Sumber : http://www.mediaumat.com/wawancara/1780-37-cara-zionis-hancurkan-generasi-islam.html&lt;/i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda: “Ada tujuh  kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada  perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Mereka adalah pemimpin yang adil, &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt; anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;,  seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid, dua orang  yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan  berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang  wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut  kepada Allah”, seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas  di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang  diperbuat tangan kanannya, dan seseorang yang berzikir kepada Allah di  tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata”. (H.R.Bukhary –  Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ItRB50AR3kU/Tb6xSY130dI/AAAAAAAAAG0/14LHANZSJKw/s1600/an-nur-55-56.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://1.bp.blogspot.com/-ItRB50AR3kU/Tb6xSY130dI/AAAAAAAAAG0/14LHANZSJKw/s400/an-nur-55-56.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;55-  Dan Allah telah &lt;u&gt;&lt;b&gt;berjanji&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; kepada &lt;b&gt;orang-orang yang beriman di antara kamu  dan mengerjakan amal-amal yang saleh&lt;/b&gt; bahwa &lt;u&gt;&lt;b&gt;Dia sungguh-sungguh akan  menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan  orang-orang yang sebelum mereka berkuasa&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;, dan sungguh Dia akan  meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan  Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada  dalam ketakutan &lt;b&gt;menjadi aman sentosa&lt;/b&gt;. Mereka tetap menyembah-Ku dengan  tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang  (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang  fasik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;56- Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat. (AN NUR 55-56)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ItRB50AR3kU/Tb6xSY130dI/AAAAAAAAAG0/14LHANZSJKw/s1600/an-nur-55-56.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-9i-uJzUyeFc/TcKyKS9p1tI/AAAAAAAAAG4/o7wfjsiT8P8/s1600/ust+arifin+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://2.bp.blogspot.com/-9i-uJzUyeFc/TcKyKS9p1tI/AAAAAAAAAG4/o7wfjsiT8P8/s640/ust+arifin+copy.jpg" width="476" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-4127484128212513508?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/4127484128212513508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/04/training-remaja-super-coming-soon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4127484128212513508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4127484128212513508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/04/training-remaja-super-coming-soon.html' title='Training Remaja Super (coming soon)'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-V8032mCdEEQ/TbitpRPcboI/AAAAAAAAAGg/_moEgKoOsMY/s72-c/brosur+training+remaja+super.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-7520478841049030402</id><published>2011-04-14T06:04:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T06:05:48.741-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan'/><title type='text'>Training Remaja Super</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-gh1yeYvP7o4/Tabwn_OWLXI/AAAAAAAAAGc/ax1jYw-oaG8/s1600/new.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://2.bp.blogspot.com/-gh1yeYvP7o4/Tabwn_OWLXI/AAAAAAAAAGc/ax1jYw-oaG8/s400/new.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-7520478841049030402?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/7520478841049030402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/04/training-remaja-super.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/7520478841049030402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/7520478841049030402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/04/training-remaja-super.html' title='Training Remaja Super'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-gh1yeYvP7o4/Tabwn_OWLXI/AAAAAAAAAGc/ax1jYw-oaG8/s72-c/new.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-3556708643517849162</id><published>2011-04-14T04:50:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T04:50:56.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>MUSIM UJIAN TIBA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://petamasadepanku.net/wp-content/uploads/2009/06/ujian-nasional.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://petamasadepanku.net/wp-content/uploads/2009/06/ujian-nasional.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Andai saja di dalam hidup ini nggak ada rintangan, rasanya nggak  nikmat ya. Sebab, rintangan akan membuat kita berpikir dan mencari cara  untuk menaklukkannya. Andai saja di dunia ini tak ada bencana, mungkin  saja kita tak akan belajar bagaimana caranya bertahan hidup. Andai saja  dalam hidup ini kita tak memiliki cita-cita, rasanya tak ada orang yang  mau bergerak dan berusaha meraihnya meski dengan berdarah-darah. Andai  saja dalam kehidupan keseharian kita tak ada kesulitan, bisa jadi kita  tak akan pernah merasakan betapa nikmatnya kemudahan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Ah, andai saja di  dunia ini nggak ada ujian, sangat mungkin kita tak akan pernah bisa  berusaha untuk interospeksi dan mempersiapkan diri untuk menjadi lebih  baik. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tema kita kali ini memang diberi judul “Musim Ujian Tiba”. Catet  ya dengan baik, bukan musim ujan, tapi musim ujian. Kenapa ditulis  musim? Ya, karena bulan Maret sampe nanti bulan Mei adalah masa-masa di  mana kamu, khususnya yang udah di jenjang paling akhir di sekolahnya  bakalan digempur ujian. Mulai dari SD (kebetulan pembaca gaulislam ada  lho yang dari setingkat SD, keren nggak? Hehehe), sampe yang udah SMP  dan SMA. Semua rata digeber dengan ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, kenapa sih kita perlu ada ujian? Yup, memang perlu, Bro en Sis.  Sederhananya, ujian itu adalah mekanisme untuk mengukur seberapa pantas  sih kita bisa naik tingkat. Baik dari segi kemampuan akademik maupun  mentalnya. Kalo nggak ada ujian, ukuran untuk menentukan kamu pantas  naik tingkat pasti akan susah kriterianya. Itu artinya, buat kamu yang  kini duduk di kelas 6 SD,&amp;nbsp; atau kelas 3 SMP dan SMA, pasti pada  waktu-waktu yang telah lalu dalam menempuh ujian kan? Kemampuan anak  kelas 6 jelas beda banget dengan anak kelas 1. Begitupun kamu yang udah  kelas 3 SMA pastinya ilmu dan wawasan kamu jauh lebih baik dari anak SD  dan anak SMP. Iya nggak sih? Bagaimana mengukurnya? Tentu saja dari  soal-soal yang diujikan di tiap levelnya. Idealnya makin tambah usia dan  tambah tingkat, ilmu dan wawasannya makin banyak. Itulah pentingnya  ujian, Bro en Sis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hadapi ujian dengan tenang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut dan jangan ragu hadapi ujian. Kalo kamu udah nyiapin  sejak awal, insya Allah nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Malah  sebaiknya kalo kamu siap sepanjang hari, dan memang bisa melakukannya,  rasanya pengen ujian dipercepat sehingga nggak perlu berlama-lama di  sekolah. Dulu, waktu saya dan kawan-kawan ngelola Majalah Remaja  PERMATA, pernah mewawancarai anak yang ikut program akselerasi. Biasanya  buat anak yang pinter secara akademis. Tak heran ada anak yang masih  belia, usia 16 tahun udah duduk di bangku kuliah. Sebabnya apa?  Sebabnya, di SD dia hanya sekolah 4 tahun. SMP hanya 2 tahun dan SMA  hanya 2 tahun. Keren kan? Itu namanya efektif memanfaatkan waktu. Kalo  kita sih kayaknya takut deh hadapi ujian. Kenapa? Karena kita nggak  pernah menyiapkan untuk diuji. Jadinya begitu musim ujian tiba, yang ada  malah ngebul tuh ubun-ubun. Mungkin otaknya meleleh kali ya? Hus!  Sembarangan! Upss… ini sih lebay aja yang nulisnya. Pletak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bro en Sis, ujian gimana pun harus kamu hadapi. Nggak ada istilah  kamu lari dari medan ujian. Kalo lari malah nggak bisa lulus atau naik  tingkat. Sebab, artinya berusaha melarikan diri dari kenyataan. Itu  nggak baik, Bro en Sis. Lagian nggak menyelesaikan masalah kok. Yang ada  malah nambah masalah baru. Bisa-bisa pihak sekolah ngeluruk ke rumahmu  untuk menjemput paksa kamu supaya ikut ujian. Kalo nggak mau juga? Ya  nggak apa-apa sih. Mungkin saja pihak sekolah malah senang karena kamu  bakalan tinggal di kelas dan itu artinya kamu akan tetap bayar uang  sekolah. Wadaw!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ujian ini nggak bisa kamu anggap enteng. Urusannya adalah  dengan masa depan kamu. Apalagi sebenarnya kamu udah diuji lewat ulangan  harian, ujian tengah semester, lalu pada ujian puncak di akhir jenjang  pendidikan, yakni UN alias Ujian Nasional. Kalo kamu udah menyiapkan  diri, bukan nyari siapnya, insya Allah akan enjoy aja jalanin ujian  tersebut. Iya kan? Jadi, sebelum segalanya terlambat, kamu harus hadapi  ujian dengan persiapan matang. Jangan nekat hadapi ujian tanpa belajar.  Akibatnya bisa fatal lho. Meski tuh soal pilihan berjanda, eh berganda,  bukan berarti kamu bisa ngarang dan menentukan jawabannya lewat wangsit  dan asal-asalan. Nggak lah. Harus tahu soalnya agar bisa menjawabnya.  Belajar adalah pilihan tepat untuk bisa melewati ujian itu. Jangan lupa  juga berdoa ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ujian kehidupan selama kita hidup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bro en Sis, ngomongin soal ujian, ternyata sebenarnya musim ujian  secara umum, dalam kehidupan kita adalah selama kita hidup. Ujian di  sekolah atau kampus hanyalah satu episode aja dalam hidup kita. Lagian  kita juga kan nggak selamanya hidup di sekolah dan kampus. Di masyarakat  jauh lebih banyak waktunya. Betul? Itu sebabnya, siapkan diri kita  untuk menghadapi ujian secara nonstop dalam kehidupan kita. Hidup itu  bagai naik roller coaster, Bro: berliku, menanjak, menurun, dan penuh  ketegangan dan tantangan. Tetapi insya Allah ada akhirnya. Maka, nikmati  dan jangan menyerah begitu saja dengan rintangan dan halangan yang kamu  hadapi. Sabar, Bro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): &lt;em&gt;“Besarnya pahala sesuai  dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila  menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka  baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka  Allah.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR Tirmidzi)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, namanya juga manusia yang memiliki banyak  keterbatasan. Kita bisa aja mengalami masa-masa penuh rasa malas, karena  kita memang nggak selamanya bisa kuat menahan berbagai beban persoalan  hidup. Namun demikian, bukan berarti menjadi alasan kuat untuk malas  nerusin hidup. Jangan sampe dong punya niatan bunuh diri. Ini bagian  dari ujian lho. Dan kita harus menghadapinya. Rasulullah saw. bersabda  (yang artinya): &lt;em&gt;“Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan  (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai pun  duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus  dosa-dosanya.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR Bukhari)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya maklum kok, bahwa dalam keseharian kita banyak banget hal  berubah. Rasa bete bisa saja muncul dalam hidup kita saat hasil ulangan  matematika kita jelek, padahal rasanya udah separuh napas kita ngapalin  dan belajar, tapi rasanya belajar matematika bagi kita seperti nggak ada  hasilnya. Jadi deh, kita punya akronim sendiri tentang matematika  merujuk guyonan kelompok lawak asal Yogyakarta, Plat AB (sebagian  personelnya dulu wara-wiri di kelompok LBH alias &lt;em&gt;Lembaga Bantuan  Humor&lt;/em&gt;), menurut pentolannya, Kelik Pelipur Lara, “Matematika  adalah, &lt;em&gt;makin tekun makin tidak karuan&lt;/em&gt;” Hihihi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa bete itu awalnya dari malas lho. Sementara malas adalah bagian  dari perangkap setan untuk melemahkan umat manusia, terutama dari  beribadah kepada Allah Swt. Jadi, bisa saja rasa bete menggerogoti  semangat hidup kita saat keluarga kita banyak masalah, rasa bosen itu  juga kerap hadir di saat kita banyak kegiatan yang menyita perhatian dan  waktu kita. Bahkan rasa bete datang di saat kita kena virus merah  jambu. Waduh! Intinya, banyak jalan yang bikin kita bete dalam menjalani  kehidupan ini. Tetapi ingat kita harus lulus dari ujian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai remaja muslim, meski sah-sah saja kamu untuk bete, tapi  sebaiknya kamu nggak berlarut-larut terjebak dalam kerangkeng rasa bosan  itu, sampe dijadikan alasan untuk nggak melakukan apa pun dalam  keseharian hidup kita. Bahaya sobat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila rasa bete itu hinggap, kamu perlu waspadai. Segera analisis  penyebab kamu merasa bete. Bisa faktor luar, bisa juga faktor dalam tuh.  Ibarat menjawab soal ujian, kadang diperlukan analisis untuk bisa  mengurainya sehingga mendapatkan jawaban yang benar dan pasti. Ujian  hidup bukan sekadar rasa bete lho, rasa khawatir, rasa tidak percaya  diri, rasa tak yakin akan masa depan, ketakutan tak mendapatkan harta,  pesimis soal pekerjaan dan dakwah dan masih banyak lagi. Termasuk dalam  bentuk ujian adalah penyakit, kemiskinan, kekayaan, kesehatan, waktu  luang dan sejenisnya. Itu semua bagian dari ujian yang harus kita hadapi  dan selesaikan. Jangan malah menyerah terhadap keadaan dan membuat kita  semakin jauh dari Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. pernah mengatakan kepada Abdullah bin Amir bin Ash  ra: &lt;em&gt;“Wahai Abdullah, janganlah engkau seperti fulan, sebelum ini ia  rajin bangun pada malam hari (shalat tahajjud), namun ia kemudian  tinggalkan sama sekali.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR Bukhari, dalam kitab &lt;em&gt;Fath  al-Bari&lt;/em&gt;, No 1152, 3/37)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oke deh, semoga dalam tulisan singkat ini, kamu bisa dapetin manfaat  berupa motivasi dan cara pandang tentang ujian dan sikap ketika  menghadapi ujian hidup. Insya Allah. Semangat! &lt;strong&gt;[solihin:  osolihin@gaulislam.com]&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Source: http://www.gaulislam.com/musim-ujian-tiba &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-3556708643517849162?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/3556708643517849162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/04/musim-ujian-tiba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/3556708643517849162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/3556708643517849162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/04/musim-ujian-tiba.html' title='MUSIM UJIAN TIBA'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-4090239917757377282</id><published>2011-04-14T03:54:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T03:54:56.985-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Belajar Dari Jepang</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://web.nindrianto.com/wp-content/uploads/2011/03/Japan-Tsunami.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="186" src="http://web.nindrianto.com/wp-content/uploads/2011/03/Japan-Tsunami.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pertama kali nyaksiin tayangan berita gempa di Jepang, betapa  kagetnya gue. Selain karena kedahsyatan bencana tersebut, juga karena  bagusnya rekaman yang bisa diperoleh bahkan hanya dalam kurun waktu  beberapa saat setelah kejadian. Melihat reportase di televisi mengenai  kejadian tersebut gue hanya bisa tertegun membayangkan bagaimana  dahsyatnya bencana tersebut. Belum juga bencana bisa ditangani bencana  susulan sudah menyapa, reaktor nuklir Fukushima yang terkena gempa  ternyata mengalami kerusakan dan kebocoran, sehingga memancarkan radiasi  berbahaya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar reaktor tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bencana selalu menarik untuk dikupas, karena selain menyajikan banyak  sisi untuk diambil pelajaran juga memberikan banyak hal baru yang  sebelumnya nggak pernah kepikiran sama kita. Tragedi gempa di Jepang,  kalo kita perhatiin bener bukan gempa yang paling parah bikin kerusakan,  tapi tsunami. Di Jepang, bangunan emang udah didesain untuk tahan  gempa, masyarakatnya juga udah terbiasa dengan gempa, jadi bagi mereka  gempa bukan hal baru lagi, tapi tsunami beda ceritanya. Manusia yang 90  persen badannya berisi air pun nggak bisa bertahan dengan tsunami yang  jelas banget air juga. Bangunan yang didesain tahan untuk ngelawan  gempa, ternyata nggak bisa ngelawan dahsyatnya tsunami.&lt;br /&gt;Bencana tidak berhenti sampai di sini saja, Jepang yang terkenal  sebagai bangsa Asia yang majupun ternyata membuat kesalahan fatal (kalo  tidak disebut sebagai kebodohan), yaitu dengan mendirikan reaktor nuklir  di atas tanah yang labil. Tapi apa bener kalo mereka tidak  memperhitungkan sama sekali risikonya? Ternyata tidak, yuk kita bahas  deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-3607"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biangkerok sebenernya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan Jepang setelah kekalahan mereka dalam perang dunia kedua  emang patut diacungin jempol. Mereka membangun kembali negara yang  hancur karena perang hingga menjadi salah satu negara maju di kawasan  Asia emang fakta yang nggak bisa dipungkiri. Mereka melakukannya dengan  membungkam sistem kerajaan, menggantinya dengan parlemen ala Barat dan  mengubah negara mereka dari negara kerajaan menjadi negara industri  dengan skala penuh, artinya hampir semua bagian industri mereka kuasai.  Siapa sih yang nggak kenal merek dari Jepang? Di berbagai macam produk  hampir pasti ditemukan produk mereka. Hingga akhirnya mereka over  produksi. Sementara di lain sisi, Amerika over consumtif. Kondisi ini  menciptakan ketidakseimbangan ekonomi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data the Nation, disebutkan bahwa Jepang menjadi negara exportir  utama dari tahun 1960 sampai 1990-an, dan menjadikannya salah satu  negara yang paling kaya di dunia. Namun ternyata kekayaan mereka  sebenarnya hanya ilusi belaka, nilai tukar yen (mata uang Jepang) yang  cukup tinggi digunakan untuk nalangin balik kondisi keuangan US yang  barusan ini porakporanda. Pada tahun 1985, US memaksa Jepang untuk  me-revalue nilai tukar yen terhadap dolar guna mengimbangi nilai  perdagangan antara kedua negara yang tidak berimbang, sehingga Jepang  mengalami banyak kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara Arab juga mengikuti pola yang hampir mirip, mereka  menukar minyak dengan mata uang kertas (dolar) yang kemudian akan  dibelanjakan balik ke US, supaya tetap memperoleh keuntungan. US akan  berusaha untuk menjaga nilai tukar mata uangnya lebih tinggi, sehingga  ketika dibelanjakan balik, siapa yang dapet untung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak tahun 90-an ekonomi Jepang sebenarnya mengalami kemunduran  yang cukup drastis. Tingginya nilai tukar yen, menjadikan mereka  kesulitan jualan barang dagangannya, karena itulah mereka mulai  menggunakan negara-negara di Asia sebagai tempat produksi mereka, guna  menekan ongkos produksi sehingga harga jual masih tetap kompetitif.  Sementara di dalam negeri, daripada melakukan restrukturisasi ekonomi,  Jepang tetap mempertahankan sistem ekonominya dengan melakukan bailout  terhadap bank dan membelanjakan uang untuk proyek-proyek infrastruktur  mereka. Alhasil, mereka sekarang memiliki hutang sebesar 12 triliyun  dollar, yang setara dengan 200% GDP mereka. Jelas banget bahwa Jepang  sebelum bencana ternyata telah dalam kondisi yang cukup parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendanai keperluan maintenance industrialisasi mereka ini, maka  tidak ada pilihan lain bagi Jepang selain membangun reaktor nuklir  untuk memenuhi kebutuhan listrik industrinya. Sehingga akhirnya sampai  sekarang mereka telah memiliki 53 reaktor nuklir yang memenuhi 30%  kebutuhan listrik Jepang, dan kesemuanya dibangun di atas tanah yang  labil. Jepang masih memiliki cadangan sebesar 1 trilliyun dollar, yang  pasti akan segera digunakan untuk mendanai recovery pasca bencana dan  kebutuhan industrinya. Perusahan multi nasional Jepang juga akan dipaksa  untuk menjual aset mereka di luar negeri guna mendanai operasional  mereka di negaranya sendiri. Dengan mempertimbangkan kebangkitan ekonomi  China akhir-akhir ini, lengkap sudah derita Jepang, ini merupakan  sebuah cerita singkat mengenai kepercayaan palsu bahwa industrialisasi  dan mengumpulkan uang kertas merupakan kunci kemakmuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelajaran yang bisa kita ambil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bro en Sis, kita bisa memetik pelajaran berharga dari kondisi Jepang  terakhir. Pertama, sudah menjadi hak Alloh Swt. untuk menurunkan bencana  ke dunia. Namun manusia diberi kemampuan untuk mempersiapkan menghadapi  bencana. Bukankah dunia ini akan diakhiri dengan bencana besar pula?  Sudah semestinya kita lebih perhatian terhadap lingkungan kita dan  berusaha semaksimal mungkin untuk menjaganya, bukan malah menambah  kerusakannya, hanya demi keuntungan sesaat, inget nasib generasi penerus  kita, Bro.&lt;br /&gt;Alloh Swt. berfirman (yang artinya): &lt;em&gt;Telah tampak kerusakan di  darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia,  supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan  mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS  ar-Rum [30]: 41)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain Alloh Ta’ala menyampaikan: &lt;em&gt;Musibah apa saja yang  menimpa kalian adalah akibat perbuatan tangan kalian sendiri&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS  asy-Syura [42]: 30)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita simak kedua ayat di atas, jelas bahwa Alloh menimpakan  bencana kepada manusia bukan karena—maaf—‘iseng’ semata. Tapi ada  tujuannya supaya manusia introspeksi terhadap perbuatan yang telah  mereka lakukan sebelumnya yang pada akhirnya akan membawa mereka sadar  untuk kembali ke jalan yang benar. Terus perbuatan apa yang mengundang  murka Alloh? Dijelaskan dalam hadist berikut: &lt;em&gt;Jika zina dan riba  telah tampak di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah  menghalalkan diri mereka dari azab Allah&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR ath-Thabrani  dan al-Hakim)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Jepang terkenal dengan kualitas mental, kinerja dan standar  mereka yang di atas rata-rata. Namun ternyata hal tersebut tidak  menjamin kesuksesan mereka. Tetap saja mereka diperdaya dengan sistim  Kapitalisme dan Sekulerisme yang enang palsu bin dusta. Kalo bangsa  sekelas Jepang saja tidak mampu, apa bangsa dengan mental KKN yang  kental, bisa lebih hebat dari pada mereka?&lt;br /&gt;Inget Bro, Jepang pernah punya andil menjajah kita dulunya selain  tentunya Belanda yang paling lama menjajah negeri kita. Sebagai  perbandingan, perlu 3.5 abad lamanya, atau setara dengan 6 generasi  (dengan asumsi 1 generasi lamanya 60 tahun) bagi kita untuk merdeka  sementara hanya perlu waktu 15 tahun bagi Jepang untuk bangkit dari  kekalahan perang. Sudahlah mari kita kembali ke sistim Islam, dan jangan  buang umurmu sia-sia dalam sistim kufur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, wacana pendirian reaktor nuklir di Indonesia masih tetep aja  marak, sementara di negara lain penggunaan nuklir dikaji ulang untuk  dicarikan alternatif lainnya. Indonesia sebenarnya tidak jauh berbeda  kondisi geografisnya dengan Jepang, kita berada di dalam barisan gunung  berapi yang membentang dari Sumatera hingga ke NTT. Sudah pasti negara  kita termasuk negara yang memiliki potensi gempa yang cukup tinggi. Kalo  Jepang saja yang notabene teknologi, standard dan kinerja di atas kita  kalang kabut menangani kebocoran reaktor nuklir mereka, lha gimana  dengan kita? Yakin bisa lebih baik dari Jepang?&lt;br /&gt;Sebagai catatan, hanya Jerman saja yang mengklaim bahwa desain  reaktor nuklir mereka tidak mungkin akan meleleh. Tetapi klaim ini  menjadi bahan ketawaan para ilmuwan dari negara lainnya. Belum lagi bila  kita kaji bagaimana negeri kita menangani limbah nuklirnya nanti? Lha  wong nangani sampah biasa aja kita keteteran, apa lagi sampah nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu gue pernah berpikir keren juga kalo umat Islam memiliki bom  nuklir. Tapi kemudian gue bertanya lagi, bom nuklir akan membinasakan  semua mahluk, kehancurannya sangat luar biasa, sementara aturan dalam  Islam tidak demikian. Kita tidak diperintahkan untuk menghancurkan alam,  Islam tidak memerintahkan untuk membunuh orang tua, wanita dan  anak-anak ketika perang, tidak ada pohon yang ditebang, tidak ada  bangunan yang diruntuhkan walaupun itu gereja. Apalagi membunuh dengan  cara membakar, “oh tidak bisa” (Sule mode on).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah &lt;em&gt;rahmatan lil alamin&lt;/em&gt;. Dalam Islam kita tidak  diperintahkan untuk menghancurkan alam, karena semua mahluk senantiasa  bertasbih kepada Alloh, mengagungkan Alloh. Layakkah mereka yang  mengagungkan nama Alloh kita hancurkan?&lt;br /&gt;Sebagai akibat dari tercemarnya laut di sekitar reaktor Fukushima  Jepang, mungkin akan menjadi semakin nyata dalam beberapa tahun ke  depan, muncul kadal laut raksasa yang sering kita sebut sebagai  Godzilla, whahahaha kok jadi ngaco? Ok deh semoga tulisan ini  bermanfaat. Tunjukkan pedulimu pada berbagai masalah, dan yakin bahwa  Islam pasti punya solusinya. &lt;strong&gt;[aribowo: aribowo@gmail.com]&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;http://www.gaulislam.com/belajar-dari-jepang &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-4090239917757377282?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/4090239917757377282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/04/belajar-dari-jepang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4090239917757377282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4090239917757377282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/04/belajar-dari-jepang.html' title='Belajar Dari Jepang'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-8767165449687631792</id><published>2011-04-14T03:38:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T03:39:54.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kiat - kiat'/><title type='text'>Proposal Nikah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-owByrfDhLZg/TZsl5Tr_liI/AAAAAAAAAP0/w50qT4yuzkE/s1600/logo+nikah_.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="370" src="http://1.bp.blogspot.com/-owByrfDhLZg/TZsl5Tr_liI/AAAAAAAAAP0/w50qT4yuzkE/s400/logo+nikah_.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul-berita"&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;i&gt;KADO BUAT YANG MAU DAN SIAP MENIKAH..BARAKALLAHU  !! (By : 4121X13)&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;&lt;b&gt;Latar  Belakang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan  sayangi, semoga    Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus  memberikan    nikmatNya kepada kita. Amin&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah,  saya telah    diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami  akan    perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri  mereka,    sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar  dan Maha    Melihat segala sesuatu".&lt;br /&gt;Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling  membutuhkan    terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang  telah lekat    pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian  Allah,    hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah  telah    berfirman : &lt;i&gt;"Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah  perbuatan    yang    buruk lagi kotor"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Qs. Al Israa' : 32)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu  sungguh    amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan  perbuatan-perbuatan    maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya    pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat.  Belum lagi    kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat  mikirin    kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu,"  ataupun Kerja    belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga¡¨, begitu kata  mereka,    padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan  bersabar    agar tak berbuat maksiat. &lt;i&gt;Wallahu a'lam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda  yang    cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya  torehkan.    Setiap saya menulis peristiwa anak muda di&amp;nbsp; majalah Islam, pada saat  yang    sama    terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian  kita..Astaghfirullah..    Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya  ingin    menyegerakan menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dasar Pemikiran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari Al Qur¡¦an dan Al Hadits :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu,  dan      orang-orang      yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba  sahayamu      yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA  DENGAN      KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui."&lt;/i&gt;&lt;b&gt;       (QS. An      Nuur (24) : 32).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya  kamu mengingat      kebesaran Allah."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan  semuanya,      baik      dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari  apa yang      tidak mereka ketahui¡¨&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Qs. Yaa Siin  (36) :      36).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;i&gt;Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri)  dari      jenis      kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan  bagi kalian      anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang  baik-baik&lt;/i&gt;      &lt;b&gt;(Qs. An Nahl (16) : 72).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;i&gt;Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan  untukmu      isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa  tenteram      kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang.  Sesungguhnya      pada      yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang  berpikir&lt;/i&gt;.      &lt;b&gt;(Qs. Ar. Ruum (30) : 21).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt; Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,  sebahagian mereka      (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain.  Mereka menyuruh      (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan  shalat,      menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka  itu akan      diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha  Bijaksana&lt;/i&gt;      &lt;b&gt;(Qs. At Taubah (9) : 71).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;i&gt;Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang  telah      menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya,  kemudian      Dia      kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.&lt;/i&gt;&lt;b&gt;       (Qs. An      Nisaa (4) : 1)&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang  baik untuk      wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan  dan reski      yang melimpah (yaitu : Surga) &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Qs. An Nuur (24) : 26).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt; ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua,  tiga,      atau      empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka  (nikahilah)      seorang saja..&lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Qs. An Nisaa' (4) : 3).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula  bagi      perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan  suatu      ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan  mereka. Dan      barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia  telah berbuat      kesesatan yang nyata.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Qs. Al Ahzaab (33) : 36).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt; Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW  bersabda:      "Nikah      itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"&lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR.       Ibnu Majah,      dari Aisyah r.a.).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;i&gt;Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu :  berkasih sayang,      memakai wewangian, bersiwak dan menikah &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR. Tirmidzi).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Aisyah, &lt;i&gt;"Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka  sesungguhnya      mereka      akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu  Dawud).      14.&amp;nbsp;Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti  hidupnya      akan      timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan  orang yang      menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW:  "Barangsiapa diberi      Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong  separoh agamanya.      Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya."&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR.       Baihaqi).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;i&gt;Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik  perhiasannya      ialah wanita shalihat.&lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An  Nasai).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah&amp;nbsp; (HR. Tirmidzi,  Ibnu      Hibban      dan Hakim) :      a.&amp;nbsp;Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.      b.&amp;nbsp;Budak yang menebus dirinya dari tuannya.      c.&amp;nbsp;Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang  haram."&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;i&gt;"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah  hendaklah      ia      nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih  terpelihara."&lt;/i&gt;      &lt;b&gt;(HR.      Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt; Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu  beranak.      Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak&lt;/i&gt;&lt;b&gt;       (HR. Abu      Dawud).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt; Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan  perbanyaklah      (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di  tengah umat      yang lain&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Abdurrazak dan Baihaqi)&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;i&gt;Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga  lebih baik,      daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) &lt;/i&gt;&lt;b&gt;       (HR. Ibnu Ady      dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang  tidak      menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah"&lt;b&gt;       (HR.      Bukhari).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt; Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup  membujang,      dan      kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang  memilih hidup      membujang&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt; Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau  bertemu      dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan  perempuan      terhormat&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;(HR. Ibnu Majah,dhaif)&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;i&gt;Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih  sendirian      diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan  rezeki,      dan      menambah keluhuran mereka&lt;/i&gt;&lt;b&gt; (Al Hadits).&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Tujuan Pernikahan&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mendapatkan cinta dan kasih sayang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan  diri dari      perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan  ikatan      kekeluargaan)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Kesiapan Pribadi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah  istikharah.      Rasulullah SAW. bersabda : ¡§Man Jadda Wa Jadda¡¨ (Siapa yang  bersungguh-sungguh      pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Termasuk&amp;nbsp; tathhir (mensucikan diri).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Secara materi, Insya Allah siap. ¡§Hendaklah orang yang mampu  memberi nafkah      menurut kemampuannya¡¨&amp;nbsp; (Qs. At Thalaq (65) : 7)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi  ketenangan      dan      kasih sayang bagi orang yang menikah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya  kewajiban      menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan  mahramnya.      Rasulullah SAW. bersabda:&lt;i&gt; "Barangsiapa beriman kepada Allah dan  hari akhir,      janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak  didampingi      mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan."&lt;/i&gt;&lt;b&gt;       (HR. Ahmad)&lt;/b&gt; dan      "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum  dari      besi      lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya"&lt;b&gt;       (HR. Thabrani      dan Baihaqi)&lt;/b&gt;.. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min  dzalik&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan  adalah sebagai    berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang  disandang:Ir,      DR, SE, SH, ST, dsb&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan  kebanggaan      tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan  kemampuan      yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya  mencari ridha      Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari&amp;nbsp;  manusia      (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah  ridha pada      apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di  akhirat kelak.)&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal  justru      dengan      menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan  semakin semangat      menyelesaikan kuliah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Memperbaiki Niat :&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Innamal a'malu binniyat.......&lt;/i&gt; Niat adalah kebangkitan jiwa  dan kecenderungan    pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang  penting baginya,    baik secara segera maupun ditangguhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Niat Ketika Memilih Pendamping&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda &lt;i&gt;"Barangsiapa yang menikahkan (putrinya)  karena silau    akan    kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan  pernah    pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita  karena    kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang    menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan,  Siapa    yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan  kerendahan    padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan  dan    nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa  memberi    barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."&lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR.  Thabrani).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin  saja kecantikan    itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta /  tahtanya mungkin    saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah  wanita    karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun  buruk    wajahnya adalah lebih utama".&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Ibnu Majah).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat,  sebab    (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Al     Hadits)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda,  ¡§Sesungguhnya    perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan     kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR. Muslim     dan Tirmidzi).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;   Niat dalam Proses Pernikahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus  menyertai    berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai  dari memberi    mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah  lebih dari    dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga  termasuk riya'.    &lt;i&gt;"Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi)  sebagai    pemberian dengan penuh kerelaan."&lt;/i&gt;(Qs. An Nisaa (4) : 4). &lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : &lt;i&gt;"Wanita yang paling agung barakahnya,  adalah    yang paling ringan    maharnya"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad  yang    shahih)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari    Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, &lt;i&gt;"Sesungguhnya  berkah    nikah    yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR.     Ahmad)&lt;/b&gt;. Nabi SAW    pernah berjanji : &lt;i&gt;"Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya  kalau    lelaki    itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri  yang akan    menjadi wali pernikahannya."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Ashhabus Sunan)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas, dia berkata :    " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya"    &lt;b&gt;(Ditakhrij    dari An Nasa'i&lt;/b&gt;)..Subhanallah..&lt;br /&gt;Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang  sederhana dan    mudah    insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses  pernikahan    bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan  mengkotori    niat.&lt;i&gt; "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor  kambing."&lt;/i&gt;    &lt;b&gt;(HR. Bukhari dan    Muslim)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan haruslah memenuhi kriteria &lt;i&gt;Lillah, Billah, dan Ilallah&lt;/i&gt;.     Yang dimaksud    &lt;b&gt;Lillah&lt;/b&gt;, ialah niat nikah itu harus karena Allah.  Proses dan    caranya harus    &lt;b&gt;Billah&lt;/b&gt;, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk  didalamnya    dalam pemilihan    calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran /  nafsu atau    tidak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir &lt;b&gt;Ilallah&lt;/b&gt;, tujuannya dalam rangka  menggapai    keridhoan Allah.&lt;br /&gt;Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ;  misalnya    :    adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak  berlebih-lebihan, tidak    makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing  party-ini    yang    harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang  demikian),    Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a :    &lt;i&gt;Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.&lt;/i&gt;.     (Semoga    Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak     bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("&lt;i&gt;Dan     janganlah    bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" &lt;/i&gt;-     Qs. Al Ahzab    (33),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Meraih Pernikahan Ruhani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada  Allah, maka    ia    akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara  psikologis,    seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan  orang yang    sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain  sebagainya. Karena    itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari  pasangan    hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh.  Mereka saling    mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan  untuk    Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan  merindukan Allah.    Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang  berlainan jenis,    melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju  Allah,    kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan  ruhani.    KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA  SEORANG (JODOH    UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS&amp;nbsp; PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang     dihalalkan    oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah  tidak suka    kepada orang-orang yang melampaui batas." &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Qs. Al Maidaah     (5) : 87).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan  sesungguhnya    sesudah kesulitan itu ada kemudahan&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Qs. Alam Nasyrah  (94) : 5-    6 )&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya  cintai    atas    nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan.  Saya sangat    berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan  doa dari    Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira".    "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan  dan    jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak  ingin aku    menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau     segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN  GANTIKAN    UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"&lt;br /&gt;==================================== &lt;i&gt;&lt;br /&gt;Dedicated to : My inspiration .... yang pernah singgah dan menghuni  "hati"    ...Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di  bumi-Nya..Lalu,    kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan  RidhoMu..    Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu  dan menemani    panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. " Saat Cinta dan Rindu&amp;nbsp;    tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah.."&lt;br /&gt;&lt;/i&gt; ====================================&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Maraji / Referensi :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar  Baru Algesindo.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al  Ma'arif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998,  Yogyakarta,      Mitra Pustaka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1,  Jakarta,      Gema      Insani Press.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan,  1997, Cet.      1,      Jakarta, Studia Press.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah  Nashih Ulwan,      1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1,  Jakarta,      Gema Insani Press&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet.  18, Jakarta,      Gema Insani Press.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah,  No. 17/Th.      2      31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Source :http://www.dudung.net/artikel-islami/proposal-nikah.html &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-8767165449687631792?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/8767165449687631792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/04/proposal-nikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/8767165449687631792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/8767165449687631792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/04/proposal-nikah.html' title='Proposal Nikah'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-owByrfDhLZg/TZsl5Tr_liI/AAAAAAAAAP0/w50qT4yuzkE/s72-c/logo+nikah_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-8079663593082325860</id><published>2011-04-14T03:26:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T03:27:21.131-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hazanah'/><title type='text'>Cenat-cenut demam k-wave</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://img97.imageshack.us/img97/382/33527158744608603012321.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://img97.imageshack.us/img97/382/33527158744608603012321.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jiahahah, topik asyik nih buat digeber! Coz, setelah &lt;i&gt;Harajuku  style &lt;/i&gt;jadi &lt;i&gt;trendsetter&lt;/i&gt; kini nyambung episode &lt;i&gt;Korean  Wave &lt;/i&gt;alias&lt;i&gt; K-Wave&lt;/i&gt;. Pada demam tuh. Bawaannya cenat-cenut  aja. Terus, emang kenapa kalo pada demen Korea? Ngak boleh? Dosa ya?  Kikikik.. Sabar… Gue mau nyebar energi positif dulu biar ngebahasnya  nggak bikin panas dan gerah. &lt;i&gt;So&lt;/i&gt;, nggak bikin nih ati emosi dan  marah-marah. Prikittiew!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Asyik, unik, bening, cling-cling&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yeap! Negeri Ginseng emang nggak ada habisnya ngegeber potensi sumber  daya manusia yang mereka punya.&amp;nbsp; Gue inget banget tuh, jamannya taon  90-an—pernah nonton acara Asia Bagus, nggak?—Korea pernah ikut ngeramein  nih ajang lomba nyanyi yang pesertanya para remaja dari negara-negara  Asia. Aduh, nggak napsu banget dah liatnya. Nggak heran kalo yang  langganan nyabet juara kalo nggak dari Indonesia, Malaysia, Singapura,  ya dari Filipina. Gitu-gitu aja. Monoton. &lt;i&gt;So&lt;/i&gt;, waktu itu yang  bening-bening cling-cling asal negeri Ginseng masih belum jadi &lt;i&gt;trendsetter.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di tahun 2000-an ngetren film Mandarin “MVP Lovers“. Original&lt;i&gt;  &lt;/i&gt;soundtrack-nya juga digilai banyak remaja Indonesia, termasuk &lt;i&gt;style&lt;/i&gt;  para pemain film. Nggak tanggung-tanggung! Tiga negara &lt;i&gt;trendsetter  fashion &amp;amp; fun &lt;/i&gt;Asia nimbrung dalam kompilasi lagu OST “MVP  Lovers”, yaitu Hongkong, Jepang dan Korea. Di sinilah Korea melesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, inget BoA? Cewek imut asal negeri Ginseng yang juga fasih bahasa  Jepang ini termasuk salah satu seleb selain boyband Mandarin “5566”&amp;nbsp;  yang bikin ost. “MVP Lovers” jadi membahana waktu itu. Jiaah.. membahana  euy! Cowok-cowok yang liat en denger BoA nyanyi pada klepek-klepek,  cewek-cewek pun pada nyontek gaya fesyennya.&amp;nbsp; Dan pastinya, ternyata hal  kayak gitu sampe sekarang masih tetep terjadi. Walaupun yang diimitasi  bukan BoA lagi, tapi seleb yang lainnya (dengan catatan, asyik, gaul,  unik dan bening).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-3604"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ooh, standarnya itu ya? Asyik-Gaul-Unik-Bening Cling-Cling.  Hoho..mantab, Gan! Setelah era BoA, ternyata seleb-seleb negeri Ginseng  seperti Won Bin, Rain, Jang Gen Seuk makin berkibar (bendera kaleee..).  Bikin nih mata nih hati juga pikiran jadi cenat-cenut… Hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkibarnya bendera &lt;i&gt;entertaintment&lt;/i&gt; negeri Ginseng nggak cuma  dengan serial drama tapi juga plus original soundtrack yang dikemas  apik dan cantik. Serial drama yang membidik segmen remaja dan dewasa  ternyata &lt;i&gt;“right shoot through the heart”&lt;/i&gt; alias tepat sasaran.  Contohnya kayak “18 vs 29”&amp;nbsp; terus “Princess Hours”, “Coffee Prince”,  “Boys Before Flowers”, “He’s Beautiful”, “Jang Geum”, “The Great Queen  Seon Deok”&amp;nbsp; juga “Thank You” (buseet, apal, Buu!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya unik, nggak pake &lt;i&gt;stripping&lt;/i&gt; alias kejar tayang,  alamiah, kalo dah lucu bikin ngakak abis-abisan lupa dah utang sejibun.  Kalo sedih jadi banjir air mata ampe abis tisu 1 rol. Dan, asyiknya nih  kalo pinter nemu &lt;i&gt;‘the story of moral’&lt;/i&gt;-nya tu drama kita bisa  belajar gimana menyikapi kehidupan. Di film “Thank You,” kita bisa  belajar gimana hidup berdampingan dengan AHIDA alias anak kecil yang  kena AIDS. Apalagi anak itu bukan ‘pelaku aktif’, dia tertular akibat  darah yang didonorkan kepadanya ternyata mengandung HIV/AIDS.&lt;br /&gt;Trend &lt;i&gt;boyband&lt;/i&gt; Korea pun kembali mengulang kesuksesan  pendahulunya yakni para boyband Mandarin seperti &lt;i&gt;F4&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;5566&lt;/i&gt;.  Sebutlah SuJu alias &lt;i&gt;Super Junior&lt;/i&gt;, yang&amp;nbsp; sempat menggelar  konser di Singapura, dan dikejar abis-abisan oleh para &lt;i&gt;Everlasting  Friends&lt;/i&gt; (ELF-sebutan untuk fans SuJu). Terus, &lt;i&gt;Shinee&lt;/i&gt; yang  sempat manggung bareng &lt;i&gt;The Dance Company&lt;/i&gt;-nya Aryo, Nugie,  Pongky dan Baim di sebuah acara kerjasama Korea Selatan dan Indonesia  dan disiarin oleh TV nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir &lt;i&gt;2PM &lt;/i&gt;manggung bareng &lt;i&gt;Suede&lt;/i&gt; &amp;amp; &lt;i&gt;Taio  Cruz&lt;/i&gt; di JI Expo, Kemayoran, Jakarta. Geber abis! Apalagi  lagu-lagunya tuh, biar pun lirik lagunya blaass nggak ngerti tapi  musiknya emang keren. Yang nge-&lt;i&gt;beat &lt;/i&gt;bikin goyang, yang &lt;i&gt;mellow&lt;/i&gt;  bikin gimanaaa gitu. Buntutnya, eh, malah latah nih supaya dibilang  keren plus mendulang beken pada niru abis dah smua gaya boyband Korea.  Hayo siapa tuhh. &lt;i&gt;So&lt;/i&gt;, akhirnya standar keren adalah:  Asyik-Unik-Gaul-Bening (plus pinter nge&lt;i&gt;-dance&lt;/i&gt;, nyanyi, akting).  Hadeuuh.. Cenat cenut cenat cenut… hahaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menanti I-Wave&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Holooo..Guuuys! Apa standar keren cuma Asyik-Unik-Gaul-Bening (plus  pinter nge-&lt;i&gt;dance,&lt;/i&gt; nyanyi, akting)? Kayaknya udah pada  terhipnotis deh. &lt;i&gt;Mindset&lt;/i&gt;-nya harus dilurusin nih! Kalo gue sih,  nggak ampe terhipnotis gitu deh. Masih inget tulisan gue di &lt;i&gt;“Antara  Kita dan Televisi”&lt;/i&gt; di gaulislam edisi 162? Nah, itu tuh! Kudu ada &lt;i&gt;frame&lt;/i&gt;  berpikir dengan landasan yang kuat alias ideologis. &lt;i&gt;So&lt;/i&gt;,  secakep apa pun, semodis apa pun gue nggak tergiur ngikutin &lt;i&gt;style &lt;/i&gt;para  seleb. Nonton sekedarnya aja, nggak juga ampe ngapal seluruh pemaennya,  ngapal semua lagunya, niru-niru gaya &lt;i&gt;fesyen &lt;/i&gt;or apapun yang ada  di diri seleb Korea bening itu. Apalagi ngikutin &lt;i&gt;aqidah&lt;/i&gt;nya or  agamanya..or sampe memuja-muja tuh seleb. Waduuwh, itu &lt;i&gt;na’udzubillah  min dzalik&lt;/i&gt; deh! Yap, sebagai muslim kita semua udah punya &lt;i&gt;style  &lt;/i&gt;sendiri! Itu artinya, kita butuh I-Wave alias Islamic Wave  (gelombang Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guys, pernah denger Nusaibah Ummu Imarah? Gue barusan diceritain nih  gimana heroiknya beliau tanpa embel-embel perjuangan feminisme. Kalah  tuh Jang Geum dan Queen Seon Deok kalo dibandingin Nusaibah. Kalo  ngikutin film &lt;i&gt;Jang Geum&lt;/i&gt; ma &lt;i&gt;Queen Seon Deok&lt;/i&gt; pasti pada  tahu kan gimana cerita dan &lt;i&gt;ending&lt;/i&gt;-nya. Terlihat kuat banget  pencitraan feminisme di situ, dimana seorang perempuan diperlihatkan  punya pilihan mau nikah silakan atau nggak juga nggak papa. Terus juga  memperjuangkan kalo perempuan berhak pula jadi pemimpin suatu kaum  (kerajaan/negeri/bangsa). Lha?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;So&lt;/i&gt;, itu beda banget ama Nusaibah, salah seorang shahabiyah  Rasulullah saw yang juga seorang ibu dan istri, dia nggak melupakan  kewajiban rumah tangganya tapi tetep &lt;i&gt;keukeuh&lt;/i&gt; memperjuangkan  Islam tanpa takut sabetan pedang dari kafir Quraisy. Beliau beserta  suami dan dua anaknya ikut berjihad. Beliau bahkan sampe dapet 12 mata  luka lho waktu ikut di perang Uhud. Loyalitasnya juga tinggi, beliau  nggak mikirin diri sendiri, kalo udah tugas di medan perang beliau pasti  bawa bekal yang juga cukup buat teman-teman lainnya. &lt;i&gt;Subhanallah!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kemudian apakah kalo cowok nggak bening, nggak bisa nyanyi,  nggak pinter nge-dance terus dianggap payah dan nggak ada apa-apanya?  Buang jauh-jauh pikiran kayak gitu, karena aslinya kita kan juga  mayoritas sawo mateng hehehe. Lagian, apakah kebeningan, kemerduan suara  dan kelenturan tubuh mampu nganterin masuk surga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah loh! Kadang gue mikir, cobalah suara yang merdu itu buat &lt;i&gt;murottal  &lt;/i&gt;atau nyanyiin lagu yang nebar energi positif dan mengajak kepada  kebaikan, atau nyerukan azan misalnya. Kemudian, kebeningan dan  keproporsionalan fisik juga bukannya diumbar atau disalahgunakan, tapi  memahami kalo itu adalah &lt;i&gt;qadha&lt;/i&gt; dari Allah Swt. Kalo udah &lt;i&gt;qadha  &lt;/i&gt;Allah Ta’ala, mau jelek or cakep nggak akan bikin masuk neraka.  Yang bikin kita bisa masuk neraka kalo kita justru menyesali atau malah  sombong dengan fisik yang udah dianugerahkan Allah Swt. kepada kita.  Nggak nakut-nakutin ini. Beneran!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bangga jadi Muslim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iya dong! Masa’ minder sih? Ah, nggak level lagi kalo sekarang kita  minder karena kita demen dugem di masjid! Haah..dugem? Iya, maksudnya  Duduk dengan Gembira hehehe.&amp;nbsp; Justru yang harus sadar diri tuh yang  dugem dan ajeb-ajeb di diskotik sono. Masa’ yang hapal al-Quran 30 juz  minder ama yang hapal lagu SuJu satu album? Aih! Yang bener aja! Masa’  kamu yang udah berbusana muslimah dengan jilbab lebar plus kerudung  nutup dada minder ama mereka yang bajunya bolong di belakang ato tangan  bajunya nggak sama panjangnya? Nngak usah minder deh ama temen-temen  yang ‘modis’ tapi nutup auratnya nggak syar’i.&lt;br /&gt;Model fesyen yang manut &lt;i&gt;trendsetter Korean wave&lt;/i&gt; masa  sekarang sih justru nggak bisa jadi &lt;i&gt;role model&lt;/i&gt; alias panutan.  Gue aja ampe puyeng liatnya. Kok cewek pada pede aja make baju yang  belakangnya bolong, baju kaos yang nggak simetris potongannya, rok mini  dan celana pendek di mana-mana, terus yang berkerudung malah berlegging  ria dengan dress yang panjangnya sepaha. Gue &lt;i&gt;mah&lt;/i&gt; mending pake &lt;i&gt;Hanbok&lt;/i&gt;  (pakean tradisional Korea tapi dibuat sesuai aturan jilbab) aja dah!  Heheh.. keren!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cowoknya juga pada tampil manis dan cantik. Bulu mata dilentikin.  Terus dipakein &lt;i&gt;make up&lt;/i&gt;. Rambut dicat warna-warni saenake dhewe.  Astaghfirullah. Padahal, bahaya loh kalo melakukan suatu aktivitas  tanpa kita punya pengetahuan tentang yang kita lakuin itu. Allah Swt.  berfirman (yang artinya): &lt;i&gt;“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang  kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,  penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”&lt;/i&gt;  &lt;b&gt;(QS al-Israa’ [17]: 36)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, lucu banget kalo alasan kamu ngelakuin aktivitamu cuma  karena yang diikuti lagi nge-&lt;i&gt;trend&lt;/i&gt;. Tanpa paham kalo Alloh udah  nurunin aturan hidup bagi hambaNya. Terus apa dong buat bekal ke  akhirat?&lt;br /&gt;&lt;i&gt;So&lt;/i&gt;, pokoknya jangan malu dah nunjukin ke Islaman kamu en  serukan Islam dengan seruan kebaikan. Bodo amat dicap sok alim. Toh kita  semua pengen baik dan masuk surga. Iya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancangkan mulai sekarang &lt;i&gt;mindset&lt;/i&gt; bahwa “Pemuda Islam adalah  pemuda yang nggak mudah niru-niru yang nggak diajarkan Allah en  RasulNya. Punya komitmen untuk mewarnai remaja lainnya dengan Islam,  bukan justru terwarnai oleh warna yang bukan Islam. Tunjukkin  konsistensimu menyampaikan Islam walaupun menggebu-gebu tapi tetep  sopan!” Aihh, Agan top deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;So&lt;/i&gt; &lt;i&gt;guys&lt;/i&gt;,&amp;nbsp; Jadilah pridbadi yang ideologis. Jadikan  Islam sebagai panutan dan jalan perjuangan, plus akhirat sebagai tujuan  akhir perjalanan hidup ini. Banggalah menjadi muslim! Cepet sembuh ya  demam &lt;i&gt;K-Wave&lt;/i&gt;-nya hehehe. Merdeka! &lt;b&gt;[anindita;  www.facebook.com/AninditaChandra]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Source: http://www.gaulislam.com/cenat-cenut-demam-k-wave&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-8079663593082325860?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/8079663593082325860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/04/cenat-cenut-demam-k-wave.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/8079663593082325860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/8079663593082325860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/04/cenat-cenut-demam-k-wave.html' title='Cenat-cenut demam k-wave'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-6787897023813672367</id><published>2011-04-14T03:12:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T03:12:28.513-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nisa&apos;'/><title type='text'>KERUDUNG DUSTA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-T-UxH658dQw/TabH7WOyKrI/AAAAAAAAAGQ/M60nrAHWNgY/s1600/kerudung+istri+obama.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="154" src="http://2.bp.blogspot.com/-T-UxH658dQw/TabH7WOyKrI/AAAAAAAAAGQ/M60nrAHWNgY/s200/kerudung+istri+obama.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Percaya atau tidak, tulisan ini emang terinspirasi dari obrolan  anak-anak cewek waktu saya bantuin tim distribusi nyebarin gaulislam ke  sekolah-sekolah. Di sebuah sekolah di kota Bogor, di Jl. Dr. Sumeru  tepatnya, saya sempat merekam obrolan beberapa anak perempuan. Di antara  mereka ada yang pake kerudung ada pula yang masih membiarkan  rambutnya—yang merupakan bagian dari aurat—dilihat banyak orang. Nah,  yang menarik adalah ketika ada seorang anak cewek yang manggil-manggil  temannya dengan sebutan “kerudung palsu”. Entah apa maksudnya karena  saya nggak konfirmasi ke anak cewek tersebut. Maklum, saya terburu-buru  mau nyebarin gaulislam edisi cetak ini ke sekolah lainnya.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Jujur saya tergelitik dengan istilah yang dilontarkan anak cewek itu:  kerudung palsu. Mungkin nih, tebakan saya adalah ada dua kemungkinan.  Kemungkinan pertama, dia sedang mengejek temannya yang pake kerudung  karena sang teman perilakunya tidak mencerminkan layaknya perempuan yang  menjaga kehormatannya melalui busana muslimah itu. Kemungkinan kedua,  bisa juga cuma guyonan. Tetapi terlepas dari apa motif anak cewek itu  melontarkan istilah “kerudung palsu”, akhirnya menjadi inspirasi bagi  saya untuk menulis artikel di gaulislam dengan judul yang sedikit  provokatif, yakni “kerudung dusta”. Insya Allah edisi cetaknya ini juga  akan disebarkan ke sekolah tersebut. Dan, siapa tahu anak cewek yang  komentar dan yang dikomentarin tersebut baca juga. Seru deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bro en Sis, semoga saja artikel ini bisa menginspirasi kamu semua  untuk mulai peduli hubungan antara busana dan perilaku pemakainya.  Selain itu kita semua berharap bahwa sebagai muslim, pilihan kita dalam  berbusana pun harus disesuaikan dengan ajaran agama kita. Nggak boleh  sesuka kita. Tetapi memang ngikutin aturan yang berlaku. Sebab, untuk  hal-hal mubah dalam kehidupan sehari-hari aja manusia bisa bikin aturan  dan minta ditaati. Maka, Allah Swt, tentu saja lebih berhak untuk  ditaati aturanNya. Iya kan?&lt;span id="more-3594"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istilah “kerudung palsu” dan juga “kerudung dusta” muncul dengan  suatu motif. Pasti banget bahwa setiap orang melakukan sesuatu atau  berpendapat tentang sesuatu sesuai motifnya. Kita akan tahu apa yang  dimaksudkannya setelah mengetahui motifnya berperilaku atau berpendapat.  Itu sebabnya, penting bagi kita untuk mengetahui tujuan dan niatnya  sera fakta di lapangan yang berkaitan dengan masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Busana mengkomunikasikan pesan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manusia, selain berkomunikasi secara tulisan dan lisan, juga  menggunakan lambang dan simbol untuk melakukan komunikasi. Rambu-rambu  lalu lintas contohnya. Kita bisa tahu maksudnya huruf P yang disilang,  yakni kendaraan tidak boleh parkir di tempat yang dipasangi rambu  tersebut. Maka jika kita markirin kendaraan di situ, udah pasti  melanggar aturan. Tapi jangan juga ngeles kayak anekdot yang pernah saya  baca. Tukang becak yang ngeyel dengan tetap ngetem di tempat yang sudah  dipasangi rambu lalu lintas bergambar becak yang disilang, yang artinya  becak nggak boleh ada di tempat itu. Tetapi ada tukang becak yang  ngeles dengan mengatakan bahwa yang nggak boleh di situ kan gambar becak  bukan becaknya. Hehehe… ini sih ngakalin memang. Maka, dalam lanjutan  anekdot itu dikisahkan polisi yang negor tukang becak tersebut marah  dengan mengatakan: “apakah kamu nggak sekolah, masa’ lambang gini nggak  ngerti?” Eh, tukang becaknya nggak kalah berargumen: “Wah Pak, kalo saya  sekolah dan pinter, mungkin sudah seperti Bapak!” Gubrak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ngomong-ngomong soal kerudung (termasuk jilbab), ternyata busana  juga bisa mengirimkan pesan lho. Sebab, busana, menurut Kefgen dan  Touchie-Specht, mempunyai fungsi: diferensiasi, perilaku, dan emosi.  Dengan busana, membedakan diri (dan kelompoknya) dari orang, kelompok,  atau golongan lain. Dalam hal ini, kamu suka nemuin kan ada orang yang  suka tampil beda dengan busana atau aksesoris lainnya. Sekelompok remaja  puteri ada yang berani untuk mengenakan busana yang tak menutupi  auratnya kalo keluar rumah. Sebagian yang lain merasa besar kepala bila  keluar rumah pamer rambut indahnya, berhias berlebihan dan nyemprotin  parfum ampe super wangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan yang hendak dikomunikasikan melalui busana ini, tentunya  agar orang tahu siapa dirinya. Agar semua orang bisa menilai dirinya  tanpa perlu kita bicara secara lisan atau menyampaikan melalui tulisan.  Busana, adalah bagian dari komunikasi melalui simbol.&lt;br /&gt;Terus, busana juga bisa mengendalikan perilaku, lho. Kalo ada pak  polisi mengenakan seragam polisi, maka biasanya beliau-beliau jaim alias  jaga imej deh. Begitupun dengan remaja puteri, saat kamu memakai  kerudung, maka perilaku kamu nggak bakalan “se-okem” ketika kamu  berjins-ria. Ini fakta umum. Apalagi bagi yang udah sempurna berjilbab,  nggak bakalan berani berperilaku yang norak, okem, senewen, atau malah  urakan dan maksiat. Kecuali emang belum ngerti atau memang sengaja untuk  kamuflase di tahap awal agar orang memandang dia baik perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe.. ini juga fakta lho. Beberapa facebooker, menurut seorang  kawan, ternyata PP alias foto profilnya mengenakan kerudung tetapi pada  foto di ‘dalemannya’ malah ada penampilannya yang sedang membuka aurat.  Nah, cerita teman saya itu, dia heran karena itu adalah temannya di  jaman SMA, maka doi surprise dan menganggap sang teman sudah berubah.  Eh, ternyata eh ternyata itu cuma di tampilan foto profilnya.  Selebihnya, sang teman masih menampilkan fotonya dalam keadaan tak  berkerudung. Waduh! Apakah ini bisa disebut kerudung dusta? Mungkin  juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bro en Sis, busana juga ternyata bisa berfungsi mengkomunikasikan  emosi. Coba aja deh, kalo kamu nonton bola dengan bersegaram klub  kebanggaan kamu, “nilai” teriak bin sorakknya lebih berharga (ciee..  emang gitu ya?). Kamu bisa lihat di televisi, bagaimana para penonton  merasa terlibat secara emosi bila mengenakan kaos klub favoritnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, buat para cewek &lt;em&gt;wa akhwatuha&lt;/em&gt;, jadikan citra  jilbab dalam perspesi sosial umum sebagai kebaikan; sopan, ramah, kalem,  tahu agama, alim dan sebagainya. Jadi, seperti kata Kefgen dan  Touchie-Specht, bahwa busana adalah “menyampaikan pesan”. Kamu menerima  pesan di balik busana orang, kemudian merespon sesuai persepsi sosial  kamu. Jadi, mungkin akan wajar kalo teman kamu akan bilang kerudung  palsu atau kerudung dusta karena perilaku kamu bertentangan dengan  busanamu. Intinya, busanamu mencerminkan perilakumu. Sebab, cara pandang  seseorang akan mempengaruhi perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Busana muslimah itu indah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Islam, sebagai agama yang sempurna memperhatikan pula tentang urusan  pakaian. Yang indah itu yang bagaimana, yang sesuai syariat itu yang  bagaimana. Semua dijelaskan oleh Islam. Bicara soal pakaian, Allah Swt,  telah mengatur dalam firmanNya (yang artinya):&lt;em&gt; “Hai anak Adam,  sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi  auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS al-A’râf  [7]: 26)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ngomong-ngomong syariat, busana muslimah tuh udah ada aturannya.  Firman Allah Swt. (yang artinya): &lt;em&gt;“Hai Nabi katakanlah kepada  isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:  “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang  demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka  tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS  al-Ahzab [33]: 59)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba ngasih penjelasan sedikit. Moga-moga aja kamu pada paham  ya? Jilbab bermakna &lt;em&gt;mil&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;âfah  &lt;/em&gt;(baju kurung atau semacam &lt;em&gt;abaya &lt;/em&gt;yang longgar dan tidak  tipis), kain (&lt;em&gt;kisâ’&lt;/em&gt;) apa saja yang dapat menutupi, atau pakaian  (&lt;em&gt;tsawb&lt;/em&gt;) yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh. Di dalam  kamus &lt;em&gt;al-Mu&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;îth &lt;/em&gt;dinya­takan  demikian: Jilbab itu laksana sirdâb (terowongan) atau sinmâr (lorong),  yakni baju atau pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau  kain apa saja yang dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya  baju kurung.&lt;br /&gt;Nah, kalo kamu pengen tahu penjelasan tambahannya, ada juga  keterangan dalam kamus &lt;em&gt;ash-Sha&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;hh&lt;/span&gt;âh, &lt;/em&gt;al-Jawhârî menyatakan: &lt;em&gt;Jilbab adalah  kain panjang dan longgar &lt;/em&gt;(mil&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;âfah) &lt;em&gt;yang sering disebut &lt;/em&gt;mulâ’ah &lt;em&gt;(baju  kurung).&lt;/em&gt; Begitu sobat. Moga aja setelah ini nggak kebalik-balik  lagi ketika membedakan antara jilbab dan kerudung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pakaian muslimah itu? Nah, yang dimaksud pakaian muslimah, dan  itu sesuai syariat Islam, adalah jilbab &lt;em&gt;plus&lt;/em&gt; kerudungnya. Dan  itu wajib dikenakan ketika keluar rumah atau di dalam rumah ketika ada  orang asing (baca: bukan mahram) yang kebetulan sedang bertamu ke rumah  kita or keluarga kita.&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, saya ‘cerewet’ begini bukan ngiri or nggak suka  sama kamu. Tapi justru sebagai bentuk kepedulian. Tentu karena sayang  sama kamu. Supaya ketika kamu berbuat patokannya adalah syariat Islam,  bukan mode atawa selera kamu semata. Ok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga melalui tulisan ini, istilah kerudung palsu or kerudung dusta  nggak melekat sama kamu. Sebab rugi banget deh, kamu pake kerudung tapi  kamu masih dijuluki gajah alias gadis jahiliyah. Artinya, kerudung cuma  nyangkut di kepala nutupin rambut dioang, tetapi pikiran kamu masih  belum dihiasi dengan indahnya aturan Islam. Jika itu yang terjadi,  pantas deh disebut kerudung dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk, benahi cara pandang kita tentang busana. Bahwa mengenakan busana  muslimah itu kewajiban, bukan pilihan, apalagi atas dasar tren. Selain  itu, poles pemikiran dan perasaan kamu dengan cara pandang ajaran Islam.  Maka, nggak sekadar pake kerudung dan jilbab, tapi keilmuan kamu juga  oke. Hebat kan? &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, selamat tinggal kerudung dusta. &lt;em&gt;Bye-bye&lt;/em&gt;  kerudung palsu. &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, jadilah muslimah betulan! Pasti bisa deh!  Sip! &lt;strong&gt;[solihin: osolihin@gaulislam.com]&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Source : http://www.gaulislam.com/kerudung-dusta &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-6787897023813672367?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/6787897023813672367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/04/kerudung-dusta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/6787897023813672367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/6787897023813672367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/04/kerudung-dusta.html' title='KERUDUNG DUSTA'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-T-UxH658dQw/TabH7WOyKrI/AAAAAAAAAGQ/M60nrAHWNgY/s72-c/kerudung+istri+obama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-4804139325500627333</id><published>2011-01-23T00:30:00.000-08:00</published><updated>2011-04-14T04:09:00.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>ANTARA START dan FINISH</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mediaislamnet.com/wp-content/uploads/2011/01/169829898_35e4ac8718.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://mediaislamnet.com/wp-content/uploads/2011/01/169829898_35e4ac8718.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Apa yang biasa kamu lakukan dalam menyambut tahun baru? Beragam jawaban dan ekspresi pasti bakal saya dapet dari kamu. Mulai dari yang semangat nyiapin segala sesuatunya di momen pergatian tahun ini, yang sekedar ikut-ikutan karena nggak enak sama temen karena takut dikatain nggak solider, yang biasa-biasa aja alias cuek bebek nggak peduli dengan hal nggak penting kayak gini, sampe yang ekstrim benci dan nggak suka sama acara rutinitas tahunan yang udah seperti tradisi ini. Dan emang faktanya, mayoritas masyarakat Indonesia menganggap hal ini seperti udah menjadi budaya, pokoknya nggak boleh sampe terlewatkan lah. Betul apa betul?&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Euforia yang saya maksud di atas biasanya gampang kita temukan di setiap pergantian tahun baru&amp;nbsp;&lt;i&gt;miladiyah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(masehi). Meskipun sekarang udah mulai membudaya juga tradisi sambut tahun baru&amp;nbsp;&lt;i&gt;hijriyah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(&lt;i&gt;tarhib Muharram&lt;/i&gt;) tiap tahunnya yang kental dengan nuansa pawai diiringi suara tabuhan ‘band kepret’ alias rebana atau marawis, tapi kemeriahan pesta tahun baru masehi tetep nggak tergantikan. Kebisinginnya juga nggak ketulungan kalo udah mau deket-deket 31 Desember jam 00:00. Itu yang namanya suara terompet ampun deh udah bikin berisik seantero jagat raya (lebay deh…), khususnya buat saya yang alergi sama kebisingan semacam terompet atau petasan. Untungnya saya nggak pernah sakit gigi, yang konon katanya kalo lagi senut-senut nggak karuan gitu ngedenger suara berisik jadi tambah ‘nikmat’ nyerinya. Heuheu. Hmm, mantep tuh! Amit-amit cabang Bogor deh…&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Malah parahnya, kalo dibandingin lagi sama tahun baru kaum&amp;nbsp;&lt;i&gt;koko&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;cici;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;imlek, tahun baru&amp;nbsp;&lt;i&gt;hijriyah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang katanya tahun baru umat Islam nggak pernah disambut antusias seantusias seperti menyambut kehadiran&amp;nbsp;&lt;i&gt;gong xi fat chai&amp;nbsp;&lt;/i&gt;oleh kita yang rata-rata muslim. Apa karena seneng sama hiburan barongsaynya atau karena ngarep dapet&amp;nbsp;&lt;i&gt;angpa&lt;/i&gt;&lt;i&gt;u&lt;/i&gt;? Wah, saya juga nggak tau tuh (sambil garuk-garuk kepala…).&lt;span id="more-3554"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;&lt;b&gt;1 Muharram vs 1 Januari&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Sobat muda, kalo kamu ngerasa remaja muslim, ayo siapa yang bisa nyebutin nama 12 bulan di sistem penanggalan&lt;i&gt;hijriyah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;secara benar berurutan? Kalo pas ada pertanyaan gini sontak biasanya kamu yang lagi rame sekali pun pasti langsung diem seribu bahasa (ceile…), kayak dering suara panggilan hp yang kamu&amp;nbsp;&lt;i&gt;reject.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Atau persis mirip ekspresi seorang anak (temennya Cila) di iklan susu di tv yang pas ditanya mau jadi apa dia jawab: “Wah, apa ya?” Tuing-tuing…&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Beda ketika ditanya tentang 12 bulan di tahun masehi yang semuanya pasti bisa jawab dari Januari sampe Desember. Hapal di luar kepala. Mas dan Mbak, yang jawaban pertanyaan atas juga sama kan di luar kepala, bener-bener di luar kepala, alias nggak tahu? Tuh kan mesem-mesem…&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Nah, itulah kita. Muslim yang kini hampir nggak mengenal identitas pribadinya. Dari mulai&amp;nbsp;&lt;i&gt;Muharram, Safar, Rabiul Awal (Rabiul Ula), Rabiul Akhir (Rabiuts Tsani), Jumadil Awal (Jumadil Ula), Jumadil Akhir (Jumadits Tsani), Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqoidah,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;sampe&amp;nbsp;&lt;i&gt;Dzulhijjah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah 12 bulan yang nyaris ter&lt;i&gt;delete&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dari memori otak kita. Padahal di tiap bulan tersebut rata-rata terkandung peristiwa bersejarah yang ada kaitannya dengan peradaban manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Sama kasusnya dengan hari Ahad yang merupakan hari pertama dalam siklus mingguan kalender yang sudah tergantikan dengan Minggu. Idealnya, mengawali hari aktivitasnya muslim adalah sejak Ahad, tapi kita di hari pertama malah liburan dengan alasan Minggu. Konon menurut guru saya, itulah alasan mengapa pencarian nafkah kita jadi sering tidak berkah karena memulai ikhtiar di hari kedua. Kalo kata orang tua dulu, ibarat rejekinya udah dipatok ayam. Ya&amp;nbsp;&lt;i&gt;up to you,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Anda boleh percaya, boleh tidak.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Seperti halnya sejarah awal mula penetapan tanggal 1 Muharram, ternyata kalo kita buka referensi di kitab-kitab&amp;nbsp;&lt;i&gt;sirah nabawiyah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;atau&amp;nbsp;&lt;i&gt;tarikh,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;kita bakal nemuin begitu dahsyatnya rentetan peristwa-peristiwa itu terjadi. Pantes kalo sekarang semangat hijrah 1 Muharram selalu diperingati sebagai momentum awal untuk membuat komitmen hidup yang lebih baik lagi oleh kita yang muslim. Nggak kebayang kan gimana dulu Rasul Saw. dan para sahabat mempertahankan nyawa saat kaum&amp;nbsp;&lt;i&gt;kuffar&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Quraisy mencoba membabat habis peradaban Islam yang tengah dibangun? Makanya Allah memerintahkan kaum muslim saat itu buat pindah untuk sementara waktu menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman; dari Mekah ke Madinah. Lebih mendebarkan plus mengerikan ketimbang mengungsinya masyarakat sekitar Gunung Merapi ke posko-posko darurat pas erupsi kemaren, lho.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Singkatnya, peristiwa perjuangan generasi awal Islam inilah yang kemudian dicanangkan oleh Amirul Mu’minin ‘Umar Ibnul Khaththab sebagai landasan penanggalan kalender Islam yang dimulai 1 Muharram, 1.432 tahun yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Sementara 1 Januari yang begitu&amp;nbsp;&lt;i&gt;extravaganza&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dipestakan ternyata hanyalah warisan seremonial kaum pagan Yunani dan Romawi yang memuja dewa-dewi sembahan mereka. Banyak yang nggak tahu kalo perayaan 1 Januari itu lekat dengan unsur ritual dari keyakinan yang dianut mereka. Bahkan sebenarnya kita perlu curiga dengan slogan ucapan yang terpampang jelas setiap menjelang tahun baru, ucapan selamatnya selalu digabung antara Natal dan Tahun Baru. Kok bisa? Ini dia jawabannya: Pada tahun 1582 M Paus Gregorius XIII juga mengubah Perayaan Tahun Baru Umat Kristen dari tanggal 25 Maret menjadi 1 Januari. Hingga kini, Umat Kristen di seluruh dunia merayakan Tahun Baru mereka pada tanggal 1 Januari. Nah lho, jadi sebenarnya kaum muslimin yang merayakan tahun baru 1 Januari ternyata sedang ikut larut dalam perayaan kaum Kristen, Waduh!&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Ini gawat Bro en Sis, sebab Rasulullah saw. udah bersabda:&amp;nbsp;&lt;i&gt;Man tasyabbaHa bi qaumin faHuwa minHum.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;(&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Siapa saja yang menyerupai suatu kaum/ bangsa maka dia termasuk salah seorang dari mereka.)&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(&lt;b&gt;HR Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;So, sukakah kita disamakan dengan orang-orang yang ingkar kepada Allah dan RasulNya?&amp;nbsp;&lt;i&gt;Tsumma na’udzubillah.&lt;/i&gt;Lantas, kalo udah tau gimana bermaknanya 1 Muharram, kenapa kita masih&amp;nbsp;&lt;i&gt;keukeuh&amp;nbsp;&lt;/i&gt;mengagungkan 1 Januari dan menyepelekan 1 Muharram ya? Hmm.. sobat gaulislam perlu tahu nih, jadi simak terus pembahasan di buletin kesayangan kamu ini. Ok?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;&lt;b&gt;Memulai&amp;nbsp;&lt;i&gt;Start&amp;nbsp;&lt;/i&gt;hingga ke&amp;nbsp;&lt;i&gt;Finish&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Hijrah yang dulu dilakukan oleh&amp;nbsp;&lt;i&gt;Assabiqunal Awwalun&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(orang-orang yang pertama kali masuk Islam) mempunyai makna yang begitu dalam. Banyak sekali pelajaran berharga yang bisa kita dapatkan dari kisah tersebut. Dari mulai semangat; keteguhan iman dan Islam mereka, sekaligus bakti plus bukti cintanya pada Allah dan RasulNya; pengorbanan atas harta, tahta, dan keluarga yang harus ikhlas ditinggalkan; nyawa yang jadi taruhan, hingga persaudaraan yang diikat erat aqidah antara Muhajirin&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan Anshar; menjadi inspirasi serta motivasi tak ternilai harganya buat kita yang hidup setelah mereka. Andai saat itu tak pernah terjadi peristiwa hijrah, tentu peradaban Islam tak akan pernah berlangsung sekian abad lamanya dan mustahil kita rasakan kini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Lalu pernahkah kita sejenak berkontemplasi,&amp;nbsp;&lt;i&gt;muhasabah,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;merefleksikan semangat hijrah itu dalam realitas kehidupan kini? Mereka orang-orang mulia dan terhormat telah memulai&amp;nbsp;&lt;i&gt;Start&lt;/i&gt;&amp;nbsp;untuk peradaban manusia yang lebih beradab. Saat itu, mereka betul-betul yakin akan janji Allah Swt. dalam al-Quran (yang artinya):&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda, dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;(QS&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;a&lt;/b&gt;&lt;b&gt;t-Taubah [9]: 20)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Lalu di manakah posisi kita? Sekedar menjadi penerus tongkat estafet pun mungkin tak pernah kita sadari dan lakukan. Garis-garis besar haluan peradaban itu telah mereka buat untuk kita, dan kita tinggal merampungkan hingga ke garis&lt;i&gt;Finish.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Tapi kita terkadang berlari di arena pacuan lain. Dan tongkat estafet yang harusnya kita perjuangkan untuk sampai ke tangan pelari berikutnya malah kita buang dan acuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Saudaraku, tanpa kita sadari kita belum pernah memulai secara sungguh-sungguh untuk hijrah ke arah yang lebih baik lagi. Dari dulu mungkin kita hanya stagnan, berdiam diri di garis&amp;nbsp;&lt;i&gt;Start&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yang harusnya sudah kita tempuh, berlari dan terus berlari menyempurnakan diri. Seperti Forrest Gump yang tak henti-hentinya berlari;&amp;nbsp;&lt;i&gt;“run For&lt;/i&gt;&lt;i&gt;r&lt;/i&gt;&lt;i&gt;est, run!”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Kita mesti malu pada pendahulu kita. Apa yang sudah kita lakukan untuk hidup ini, untuk orang tua dan keluarga, untuk Islam dan kaum muslimin, untuk Allah Swt.dan RasulNya? Mengapa kita belum berhijrah dengan sebenar-benarnya hijrah?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Biasanya Rasululullah saw. dan para sahabat mengevaluasi jejak perjalanan setahun ke belakang. Bahkan bukan di akhir tahun, tapi di setiap malam sebelum tidur. Setiap kesalahan diistighfari, dimohonkan ampunan padaNya; dan setiap kebaikan dipertahankan serta ditingkatkan di hari-hari berikutnya. Terngiang selalu di telinga para sahabat wejangan Baginda saw. mengenai tiga golongan manusia dalam kaitannya dengan perubahan: beruntunglah ia yang hari ini lebih baik dari kemarin, merugilah ia yang hari ini sama saja seperti kemarin, dan celakalah ia yang hari ini lebih buruk dari kemarin.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Nastaghfirullah al-‘azhim.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Sobat muda muslim pembaca setia gaulislam, berapa banyak di antara kita yang telah menyusun rencana dan strategi dalam mengarungi hidup kita setahun ke depan? Yang dibutuhkan bukan hanya sekedar terucap di bibir “ingin hidup lebih baik lagi”, tapi konsep strategi, komitmen, serta prinsip mengenai visi dan misi rencana hidup setahun ke depan juga sangat dibutuhkan sebagai pedoman agar tercapai sesuai harapan. Seperti seorang Jamil az-Zaini yang menuangkan semua harapan dan cita-cita hidupnya dalam buku&amp;nbsp;&lt;i&gt;Tuhan, Inilah Proposal Hidupku&lt;/i&gt;, yang ia bawa turut serta saat&amp;nbsp;&lt;i&gt;thawaf&amp;nbsp;&lt;/i&gt;di Ka’bah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Maka mari susun program kerja kita di sisa waktu dan usia yang Allah berikan. Minimal untuk 1 tahun ke depan. Kemudian kita perjuangkan,&amp;nbsp;&lt;i&gt;for a better life,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;demi tercapainya kehidupan yang lebih baik lagi dalam naungan rahmat dan ridho Allah Swt. agar kita bisa meneladani dan sekaligus menerapkan benar-benar semangat hijrah para pendahulu dalam kehidupan kita. Tak perlu takut menghadapi terjangan badai apa pun. Ingat janjiNya (yang artinya):&amp;nbsp;&lt;i&gt;“…Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Kuhapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Q&lt;/b&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Ali ‘Imran [3]: 195)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Dalam firmanNya yang lain (yang artinya):&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Siapa saja yang berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak. Siapa saja yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan RasulNya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah MahaPengampun lagi MahaPenyayang.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;(QS&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;a&lt;/b&gt;&lt;b&gt;n-Nisaa [4]: 100)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;Sobat muda, semoga&amp;nbsp;&lt;i&gt;Start&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yang akan kita awali ini berbuah manis di garis&amp;nbsp;&lt;i&gt;Finish&lt;/i&gt;&amp;nbsp;nanti. Menjadi orang-orang yang menikmati&amp;nbsp;&lt;i&gt;happy ending&lt;/i&gt;&amp;nbsp;alias&amp;nbsp;&lt;i&gt;husnul khotimah&lt;/i&gt;. Menutup jejak sejarah kehidupan kita dengan prestasi yang dipahat dengan tinta emas. Karena&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Sesungguhnya hari akhir itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;(QS&lt;/b&gt;&lt;b&gt;a&lt;/b&gt;&lt;b&gt;dh-Dhuha [93]: 4)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;&lt;i&gt;Last but not least,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;jadikan semangat hijrah sebagai amunisi dalam meniti jalan ketaatan pada Allah dan RasulNya semata. &amp;nbsp;Salam&amp;nbsp;&lt;i&gt;Mumtaz&lt;/i&gt;!&amp;nbsp;&lt;b&gt;[anto apriyanto,&amp;nbsp;&lt;i&gt;the spirit of soul&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;|&amp;nbsp;&lt;b&gt;anto.mumtaz@gmail.com]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3f3f3f; font-family: Arial,Verdana,Helvetica; font-size: 12px; line-height: 1.4;"&gt;&lt;b&gt;Source :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: small; line-height: normal;"&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/antara-start-dan-finish#more-3554"&gt;http://www.gaulislam.com/antara-start-dan-finish#more-3554&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-4804139325500627333?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/4804139325500627333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/01/antara-start-dan-finish.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4804139325500627333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4804139325500627333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2011/01/antara-start-dan-finish.html' title='ANTARA START dan FINISH'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-4305685889744564737</id><published>2010-12-27T23:55:00.000-08:00</published><updated>2011-04-14T04:04:21.940-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan'/><title type='text'>Islamic Training Zone 5</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TRmXxlYGPoI/AAAAAAAAAGA/1j906QU-q4w/s1600/IT+ZONE+5.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="202" src="http://2.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TRmXxlYGPoI/AAAAAAAAAGA/1j906QU-q4w/s400/IT+ZONE+5.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-4305685889744564737?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/4305685889744564737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/12/blog-post.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4305685889744564737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4305685889744564737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/12/blog-post.html' title='Islamic Training Zone 5'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TRmXxlYGPoI/AAAAAAAAAGA/1j906QU-q4w/s72-c/IT+ZONE+5.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-5344461099650496335</id><published>2010-12-27T23:50:00.001-08:00</published><updated>2011-04-14T04:03:44.794-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Bukti Tuhan itu Ada</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="clearfix navigation-top"&gt;&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt;"&gt;Beriman  bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah  tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam  kesesatan yang nyata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Benarkah  Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah  bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang  atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span id="more-5"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Ada  kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan.  Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya  Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan  “Jika ada, di manakah Tuhan itu?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Ketika  orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut,  orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk  berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang  alim tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;“Maaf  jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun deras, maka sungai  menjadi banjir, sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa  menyeberang. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang.  Kemudian, pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan  sendirinya, sehingga jadi satu batang yang lurus, hingga akhirnya  menjadi perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi sungai dengan  perahu tersebut.” Begitu orang alim itu berkata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Si  Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Dia  berkata kepada orang banyak, “Orang alim ini sudah gila rupanya. Masak  pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. Mana bisa perahu jadi dengan  sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;&lt;b&gt;Setelah  tawa agak reda, orang alim pun berkata, “Jika kalian percaya bahwa  perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya, kenapa kalian percaya bahwa  bumi, langit, dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih  sulit, membuat perahu, atau menciptakan bumi, langit, dan seisinya ini?”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Mendengar perkataan orang alim tersebut, akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;“Kalau  begitu, jawab pertanyaanku yang kedua,” kata si Atheist. “Jika Tuhan  itu ada, mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?” Orang  atheist itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka  Tuhan itu tidak ada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;“Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali.” Begitu si Atheist mengaduh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Si Alim bertanya, “Ah mana ada sakit. Saya tidak melihat sakit. Di mana sakitnya?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;“Ini sakitnya di sini,” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;“Tidak, saya tidak melihat sakit. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Orang banyak berkata, “Tidak!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;“Nah,  meski kita tidak bisa melihat sakit, bukan berarti sakit itu tidak ada.  Begitu juga Tuhan. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti  Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi  kita bisa merasakan ciptaannya.” Demikian si Alim berkata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Sederhana  memang pembuktian orang alim tersebut. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu  tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui  keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Betapa  banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan  cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Berapa  banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta),  sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia  baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop  yang amat kuat).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Berapa  banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain)  yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="left" alt="" hspace="12" src="http://syiarislam.wordpress.com/files/2008/01/tatasurya.jpg" style="margin-left: 12px; margin-right: 12px;" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Kemampuan  manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi  tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan  bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian  pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak  bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia.  Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah  mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha  Pencipta!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Memang  sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat  terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita  berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih kompleks. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Bumi  yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling  lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling  lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 9  planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam  galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya  (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar  bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan  galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama  ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super  Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang  bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30  Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang  teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: #52648f; font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="left" alt="" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2007/09/galaksi.jpg" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Bayangkan,  jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh  cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh  selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita  yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini  lagi kebesaran penciptanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt; Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;“Maha  Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia  menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al  Furqoon:61]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Ada  jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara.  Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan  radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara.  Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang  ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi,  dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan  udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Sebaliknya,  bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama  milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun)  tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak  bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu  jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang  Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena  adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan  tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika  kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan  itu ada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;“Dia-lah  yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan  ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan  itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).  Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia  menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang  mengetahui.” [Yunus:5]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;“Tidaklah  mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat  mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa  Siin:40]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="left" alt="" hspace="12" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2007/09/cluster.jpg" style="margin-left: 12px; margin-right: 12px;" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;“Allah-lah  Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat,  kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan  bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah  mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya),  supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt; “(yaitu)  orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam  keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan  bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini  dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa  neraka.” [Ali Imron:191]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Terhadap  manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan, Allah  menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. Manusiakah yang  menciptakan, atau Tuhan yang Maha Pencipta:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;“Maka  terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang  menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi’ah:58-59]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” [Al Waaqi’ah:63-64]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi’ah:72]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Di  ayat lain, bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat  jika mereka mampu. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan  yang sudah diciptakan oleh Allah. Tapi untuk menciptakan seekor lalat  dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi  (beranak-pinak), tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali  Allah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;“…Sesungguhnya  segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan  seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika  lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya  kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah  (pulalah) yang disembah.” [Al Hajj:73]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Sesungguhnya,  masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa  sesungguhnya, Tuhan itu ada, dan Dia lah yang Maha Pencipta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-5344461099650496335?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/5344461099650496335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/12/bukti-tuhan-itu-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/5344461099650496335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/5344461099650496335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/12/bukti-tuhan-itu-ada.html' title='Bukti Tuhan itu Ada'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-8092696197661767518</id><published>2010-12-27T23:44:00.001-08:00</published><updated>2011-04-14T04:04:53.917-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>…karena pacaran diajarkan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Apa yang ada dalam pikiran kamu ketika membaca judul ini? Hmm..  mungkin ada yang memahami: “bahwa pacaran memang diajarkan, sehingga ya  wajar banyak yang pacaran.” Sebagian yang lain berpikir, “Ooh.. pacaran  itu diajarkan, jadi boleh-boleh saja melakukannya.” Selain itu ada lagi  nggak? Opsi lainnya ini kayaknya nih: “karena pacaran diajarkan, maka  memang itulah realitanya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, nggak perlu  merasa khawatir dipermasalahkan. Toh, udah biasa dong ya.” BTW, kamu  pilih jawaban yang mana dari ketiga pilihan tadi? Atau mungkin kamu  punya jawaban sendiri ya. Baiklah. Kita langsung saja geber membahas  masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bro en Sis, gaulislam edisi pekan ke 163 ini sengaja membahas tentang  PACARAN. Tentu ada alasannya. Ketika saya ikut nyebarin gaulislam edisi  cetak ke sekolah-sekolah. Eh, diralat, bukan ikut nyebarin, tapi  nyebarin langsung. Kalo ikut kan berarti bareng teman-teman yang lain  hehehe.. Iya, soalnya pekan kemarin kru distribusi pada nggak bisa  semua. Ada yang kerja, ada yang lagi nyari kerjaan. Jadinya, editornya  langsung deh yang turun tangan. Tapi, ada hikmahnya. Jadi seru obrolan  bersama para guru di beberapa sekolah lho. Gini ceritanya.&lt;br /&gt;Salah satunya ngobrol bareng Pak Solihin (lha ini emang namanya sama  dengan saya, cuma emang beda ruh dan jasadnya, hehehe). Beliau adalah  pengajar di SMKN 1 Bogor. Seru banget ngobrol sama beliau (bukan karena  namanya sama dengan saya lho, tapi emang nyambung aja gitu). Nah, satu  obrolan dengan beliau yang kemudian menjadi inspirasi saya dalam menulis  artikel gaulislam edisi pekan ini adalah tentang pacaran.&lt;span id="more-3540"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beliau menyayangkan dan juga mengeluhkan dengan banyaknya sikap  remaja yang sudah menganggap BIASA dalam pergaulannya dengan lawan  jenisnya. Sederhananya, pacaran atau gaul bebas sudah dianggap sebagai  budaya tersendiri karena banyak yang melakukannya. Pacaran diajarkan  dalam film, di sinetron, dalam iklan, dalam kehidupan sehari-hari. Di  sekolah ada yang pacaran, di jalan-jalan raya banyak pelajar cowok-cewek  yang gandengan tangan. Pulang sekolah jalan berdua nggak punya tujuan.  Persis kayak truk gandengan nggak bawa muatan. Runtang-runtung nggak  jelas juntrungan. Apalagi kalo pada bokek semua. Jadinya cuma  jalan-jalan doang nggak pake acara jajan (backsound: jadi inget lagunya  Iwan Fals yang 22 Januari itu, lho. Tapi diplesetkan dikit: “Jalan  bergandengan tak pernah jajan-jajan”. Wakakakak…)&lt;br /&gt;Obrolan kami santai dan cair. Karena sudah saling mengenal. Selain  sering ketemu pas anter gaulislam untuk jatah SMKN 1 Bogor, juga saya  beberapa kali mengisi acara talkshow remaja di sana. Seru lah pokoknya.  Dari sini saya tambah yakin, bahwa mengemban amanah dakwah ini memang  berat. Nggak semua orang mau dan sanggup melakukannya. Dakwah, bukan  saja amar ma’ruf alias menyeru kepada kebaikan, tapi harus dilengkapi  dengan nahi munkar (mencegah kemungkaran). Idealnya begitu. Tapi,  biasanya kalo udah nahi munkar, kita kadang berani kadang tidak. Banyak  hal yang perlu dipertimbangkan.&lt;br /&gt;Para guru di sekolah tidaklah cuek. Mereka juga tetap menjalankan  amanahnya dalam mendidik dan membina murid-muridnya. Tapi, memang  tugasnya perlu dibantu pihak lain. Mudah-mudahan keberadaan gaulislam  bisa menjadi tandem dakwah yang keren di sekolah-sekolah. Ibarat dalam  sepakbola, harus kompak antar pemain di semua lini. Kiper, bek, pemain  sayap, dan striker. Kalo nggak kompak, main bola nggak seru. Permain  sebagus apapun nggak bisa menjebol gawang lawan tanpa kerjasama. Tapi  kalo udah kerjasamanya bagus, buktinya Irfan Bachdim dkk bisa membawa  Indonesia menghabisi Malaysia dalam laga AFF Suzuki Cup 2010 pekan  kemarin, dengan skor telak 5-1. Laos juga diterkam Firman Utina dkk  dengan 6-0. Gooool! Gooool! (lho, kok jadi ngomongin sepakbola sih?  Hehehe)&lt;br /&gt;Ok. Sekarang balik lagi ke topik tentang pacaran. Saat ini, pacaran  udah dianggap sebagai jalan suci menjalin kasih di antara para remaja.  Tak sedikit pasangan yang sudah mengikat janji setia di antara mereka.  Sepertinya, setelah mendapatkan status sebagai pacarnya si anu, seorang  remaja berhak memamerkannya kepada teman lainnya dan ada kewajiban  menjaga pasangannya. Minimal ngajak jalan-jalan dan ada waktu khusus  ketemuan. Malah ada yang dikunjungi secara rutin (idih, WC kaleee).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pacaran sehat, tetap maksiat &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Obrolan dengan Pak Solihin masih berlanjut. Beliau mencontohkan bahwa  ada anak sekolah yang ketika ditanya kenapa pacaran, jawabannya: “kami  kan pacarannya sehat, Pak”. Weleh-weleh… udah bisa berdalil rupanya  teman kita ini. Sehat menurut siapa? Lagian standar sehat dan nggak  sehatnya apa sih? Kok kayaknya gampang banget mengklaim bahwa yang  dilakukannya adalah pacaran sehat?&lt;br /&gt;Mungkin, yang dimaksud pacaran sehat menurut para remaja yang  mengklaimnya adalah: tanpa seks. Okelah, seks bebas atau berzina memang  berbahaya dan dosa. Itu nggak sehat menurut syariat. Tapi, apa ada  jaminan kalo orang yang pacarannya nggak sampe ngeseks bisa terus  bertahan? Nggak juga kok. Sebab, kalo dilakukan PNDK alias Penelusuran  Nafsu Dan Kekuatan, banyak remaja yang nggak tahan menahan nafsu. Justru  karena nafsu makin kuat kalo udah ada kesempatan. Betul? Jadinya, yang  tadinya “baik-baik” pun, berubah jadi “biadab” dan berperilaku bak  hewan. Dasar bajigur! &lt;i&gt;Naudzubillah min dzalik. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Maklum, soal nafsu dan kekuatan emang bisa mengalahkan akal sehat dan  juga keimanan. Sebab, ketika keimanan yang cuma nyangkut di KTP itu,  setan pun getol bergerilya dan menaburkan jerat-jerat dan mengobarkan  hawa nafsu kepada mereka yang imannya kendor. Kalo udah gitu, setan  tinggal jejingkrakan sambil diriingi irama kesesatan karena udah  berhasil menjerumuskan manusia ke jurang nista karena akal sehat dan  imannya terkubur hawa nafsu.&lt;br /&gt;Benar adanya firman Allah Swt. (yang artinya): &lt;i&gt;“Maka pernahkah  kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan-nya dan  Allah membiarkannya berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati  pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka  siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya  sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS al-Jaatsiyah [45]: 23)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat yang lain, Allah Swt. menegaskan bahayanya zina. Seperti dalam firmanNya (yang artinya): &lt;i&gt;“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS al-Israa [17]: 32)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bukti lain bahwa pacaran ini bisa menjerumuskan pelakunya kepada  kemaksiatan yang lebih jauh lagi, yakni berzina, bisa dilihat dari  maraknya pemberitaan di media massa. Banyak remaja putri yang dihamili  pacarnya. Ada sih cowoknya yang kemudian menikahinya tapi nggak sedikit  yang kabur sambil menghilangkan jejak. Bahkan pernah ada juga yang kirim  SMS ke redaksi gaulislam untuk curhat soal itu dimana dirinya menurut  pengakuannya via SMS udah nggak perawan lagi. Itu terjadi gara-gara  pacaran yang memang akan berujung jadi kebablasan itu. Duh, pokoknya  kasihan deh. Jadi, jangan coba-coba pacaran ya. Nggak sehat dan emang  melanggar syariat.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nikmat sesaat, sengsara selamanya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rugi! Ya, rugi banget dan rugi berat kalo kita cuma ngejar kenikmatan  sesaat tapi sengsara selamanya. Mereka yang terkategori gawat darurat  dalam urusan parahnya mengendalikan hawa nafsu sering berbuat nekat.  Hubungan seks yang cuma legal dilakukan sepasang suami-istri ternyata  mereka berani melakukannya juga dengan pacarnya. Waduh, ini kan sangat  berbahaya. Kalo nafsu udah di ubun-ubun, mereka suka lupa dengan norma  apalagi dosa.&lt;br /&gt;Ah, ini namanya nafsu kenceng, keimanan blong. Ya, susah ngeremnya.  Duh, kondisi ini terasa kian berat bagi kita. Sebab, setiap tarikan  napas kita sudah bercampur debu kemaksiatan. Mau nonton televisi,  tayangan yang banyak muncul justru yang “gersang” alias &lt;i&gt;“seger” merangsang&lt;/i&gt;.  Mau baca tabloid, majalah, koran, juga kita rasanya pengen muntah  karena disuguhi menu yang “itu-itu” aja. Utamanya di tabloid dan majalah  “esek-esek”. Nyaris nggak ada pilihan bagi kita. Menurut Walter  Lippman, bisa diistilahkan sebagai “pictures in our head”. Sebab, semua  gambaran informasi itu ada di manapun dan diberikan dengan penguatan  pesan seolah-olah itu benar dan harus diikuti. Informasi itu terbentuk  di kepala setiap orang karena disampaikan secara gencar dan rutin di&amp;nbsp;  berbagai media massa. Gawat! Jadi, karena semuanya begitu, maka jangan  salahkan pem­baca dan pemirsa 100 persen, bila kemudian mereka  berperilaku bejat. Para pengelola acara televisi, radio, internet dan  pengelola bisnis majalah, koran, dan juga tabloid kudu bertanggung jawab  juga (eh, negara juga dong).&lt;br /&gt;Oke deh, hati-hati dengan pacaran ini. Lebih enak dan benar emang  menikah. Kenapa? Karena dalam ikatan pernikahan yang sah kamu boleh  sesukanya bermesraan dengan pasanganmu tanpa kudu merasa risih. Asmara  yang mekar juga sudah jelas sasarannya. Rindunya bukanlah rindu yang  terlarang. Bahkan cintanya adalah cinta yang suci-bersih dan tentunya  semua yang dilakukan, asal sesuai dengan tuntunan syariat, so pasti  halal. Ya, halal. Jadi, kalo pacaran adalah nikmat yang membawa  mudharat, sementara menikah adalah nikmat dan sesuai syariat. Pilih  mana? Orang cerdas pilih taat syariat. Betul?&lt;br /&gt;Mungkin di antara kamu ada yang komentar: “Lha, kita masih remaja,  kan belum dibolehkan nikah?” Gini aja, jadikan info ini sebagai bekal  pemahaman, dan sekarang fokus belajar dan raih cita-citamu. Setuju?  Akuur…! &lt;b&gt;[solihin: osolihin@gaulislam.com]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-8092696197661767518?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/8092696197661767518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/12/karena-pacaran-diajarkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/8092696197661767518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/8092696197661767518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/12/karena-pacaran-diajarkan.html' title='…karena pacaran diajarkan'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-4753399336083474736</id><published>2010-12-27T23:43:00.000-08:00</published><updated>2011-04-14T04:06:12.280-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>ISLAM di Dadaku, Islam Kebanggaanku</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Wah,  pastinya saat ini banyak masyarakat Indonesia pecinta sepakbola  lagi  seru-serunya bersemangat mendukung tim nasional sepakbola  Indonesia.  Gimana nggak, di ajang AFF Suzuki Cup 2010 ini tim nasional  Indonesia  berhasil lolos ke final setelah menghantam kesebelasan  Filipina 1-0 di  Stadion Gelora Bung Karno, 19 Desember 2010.  Pertandingan leg kedua ini  Indonesia yang jadi tuan rumah sedikit lebih  tenang karena di  pertandingan pertama sudah mengalahkan Filipina  dengan skor tipis 1-0.  Kedua gol yang bersarang di gawang Filipina  dalam dua pertandingan itu  diborong pemain hasil naturalisasi, Cristian  Gonzales. Maka di final  Indonesia akan berhadapan (kembali) dengan tim  nasional&amp;nbsp; Malaysia yang  di semifinal berhasil mempermalukan Vietnam.  Mampukah Indonesia kembali  menghancurkan Malaysia sebagaimana di babak  penyisihan grup dengan skor  telak 5-1? Kita nantikan saja di final yang  akan digelar akhir bulan ini  (26 Desember di Kuala Lumpur dan 29  Desember di Jakarta).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bro en Sis, sejak tim nasional menang terus di ajang AFF Suzuki Cup   2010 ini, dukungan banyak mengalir kepada Irfan Bachdim dkk. Maka, lagu &lt;i&gt;Garuda di Dadaku&lt;/i&gt; yang dinyanyikan band Netral sering terdengar di mana-mana: &lt;i&gt;“Garuda   di dadaku/ Garuda kebanggaanku/ Ku yakin hari ini pasti menang…/   Kobarkan semangatmu/ Tunjukkan keinginanmu/ Ku yakin hari ini pasti   menang…”&lt;/i&gt; Hehehe.. ini adalah penggalan lagu bernuansa nasionalis   abis yang akhir-akhir ini jadi penyemangat masyarakat pecinta sepakbola   di tanah air dalam mendukung timnas sepakbolanya.&lt;br /&gt;Nah, ngomongin seputar antusiasme masyarakat pecinta sepakbola,   sepertinya mereka rela mendukung timnas Indonesia dengan datang langsung   ke stadion. Nggak peduli harus basah-basahan karena keujanan saat  antri  beli tiket. Rela datang jauh-jauh dari luar kota dengan modal   pas-pasan. Malah saya pernah baca di media massa ada seorang kakek asal   Pasuruan, Jawa Timur yang nekat menjual belasan ayam miliknya demi  modal  untuk berangkat ke Senayan mendukung Firman Utina dkk. Si kakek  tetap  semangat datang ke Jakarta meski menurut pengakuannya ia harus  “perang  dingin” dulu sama istrinya atas keputusannya tersebut. Ada-ada  saja.  Ckckck… sampe sebegitunya ya?&lt;span id="more-3547"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bro, menyaksikan fenomena tersebut, seorang teman waktu ngobrol   dengan saya, dia bilang: “Memang sih, kalo permainan sepakbola itu   bagus, maka akan menumbuhkan industri yang berputar di situ. Persoalan   menang atau kalah bukan lagi ukuran utama, karena dengan disuguhkan aksi   asik dari para pemain bola yang bertanding saja sudah puas, apalagi   kalo menang”. Saya setuju dengan komentarnya. Alasannya, bahwa memang   itulah yang terjadi di kompetisi Eropa dan Amerika Latin saat ini.&lt;br /&gt;Di Inggris, sepakbola tumbuh bukan sekadar olahraga tapi industri.   Penonton selalu membludak memenuhi stadion di semua pertandingan yang   digelar akhir pekan. Itu artinya, gelontoran duit yang berputar di arena   itu sangat menggiurkan. Selain itu, industri ‘ikutan’ lainnya seperti   agen judi jadi ketiban ‘durian runtuh’. Coba deh, kalo kamu nonton BPL   (Barclays Premier League) di Inggris, La Liga di Spanyol atau Serie A  di  Italia banyak perusahaan judi bola berani jadi sponsor klub. Namanya   ditampilkan di kaos para pemain.&lt;br /&gt;Industri lainnya juga ikut berputar ketika sepakbola sudah jadi   tambang uang: percetakan, media massa, transportasi, penginapan,   pakaian, merchandise, restoran, perusahaan barang dan jasa yang   memanfaatkan para pemain untuk model iklannya dan semua yang   terikat-kait mendukung industri utama sepakbola. Semua menyatu dalam   kebersamaan mencari untung. Nah, Indonesia sudah mulai berbenah. ISL   (Indonesia Super League) telah menumbuhkan harapan para penggila   sepakbola di tanah air. Jangan heran pula jika lahir bintang-bintang   baru hasil dari kompetisi tersebut. Sebagian yang beruntung bakalan   dipanggil memperkuat tim nasional melawan laga-laga resmi atas nama   negara.&lt;br /&gt;Inilah fenomena yang ada saat ini, Bro. Dimana masyarakat kita sudah   mulai melirik kembali sepakbola sebagai hiburan dan sekaligus harapan   menjadikan kebanggaan atas nama bangsa dalam kancah sepakbola. Sehingga   bisa disejajarkan dengan negara lain yang sudah lebih dahulu maju.  Tapi,  benarkah kemenangan di ajang sepakbola bisa mengangkat harga diri   bangsa? Jangan-jangan itu hanya hembusan angin surga dari para  kapitalis  agar masyarakat kita tetap mencintai sepakbola dan  menjadikannya  sebagai hiburan. Sementara bagi para kapitalis sepakbola  adalah tambang  uang. Bisa jadi kan? Bukan tak mungkin, lho.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Indonesia negeri muslim terbesar, Gan!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bro en Sis, kira-kira kamu ngerti nggak dengan subjudul yang ditulis   ini? Yup, sesuai judul edisi kali ini, maka gaulislam ingin menangkap   momen yang ada saat ini dengan Islam. Judulnya pun, kita tulis “ISLAM di   Dadaku, Islam Kebanggaanku”. Benar, jika banyak kaum muslimin pecinta   sepakbola timnas Indonesia saat ini rame-rame meneriakkan “Garuda di   Dadaku”, maka sebagai seorang muslim sejati, kita hanya menjadikan Islam   sebagai pedoman hidup kita. Jadi, nggak salah dong kalo kamu berani   berteriak: “Islam di Dadaku”; “Aku bangga menjadikan Islam sebagai   pedoman hidupku”; “Saat ini, Islam pasti menang”; “Kuyakin, Islam pasti   berjaya!” dan lain sebagainya. Keren bukan?&lt;br /&gt;Indonesia adalah negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia, Gan.   Duh, kayaknya agak malu-maluin deh kalo sampe jumlah yang banyak itu   kini kualitas kepribadian Islamnya amat kedodoran. Ketimbang bangga   dengan Islam dan menjadikannya jalan hidup, malah bangga dengan timnas   sepakbola, malah rela mengeluarkan duitnya untuk nonton pertandingan,   malah asik mencari hiburan dan kebanggaan semu lainnya. Nggak banget   deh.&lt;br /&gt;Oya, saya juga suka sepakbola. Tapi saya berusaha agar menikmatinya   sekadarnya saja. Itu pun menontonnya melalui layar televisi dan jika   memang sedang sepi aktivitas saja. Sekadar hiburan lah. Tak lebih tak   kurang. Hehehe.. ini bukan nyombong lho. Tapi kita, kaum muslimin,   sebaiknya sudah paham hal-hal mana saja yang menjadi prioritas amalan   kita. Yang wajib tentu saja harus didahulukan, terus di bawahnya ada   amalan yang sunnah, di bawahnya lagi baru amalan yang mubah. Itu pun mau   diambil silakan, nggak diambil juga nggak apa-apa kok. Namanya aja   mubah.&lt;br /&gt;Nah, nonton sepakbola melalui layar televisi adalah mubah alias boleh-boleh saja. &lt;i&gt;But&lt;/i&gt;,   kalo sengaja dateng ke stadion, maka hukum yang menyertainya akan jadi   banyak. Kita jadi terkena larangan bercampur-baur dengan lawan jenis,   belum lagi kita kesulitan mengontrol orang di sana, siapa tahu ada yang   bawa miras, ada yang niatnya mau berantem dan sebagainya. Jadi perlu   kehati-hatian di sini. Apalagi, jika kemudian kita lebih mementingkan   yang mubah, tapi shalat yang wajib malah diabaikan. Maklumlah, kalo   jadwal pertandingan bola jam 19.00 misalnya, maka penonton sudah harus   dimasukkan ke stadion dari sejak ashar, atau malah dhuhur. Kalo yang   masih mau shalat, bisa jadi menyempatkan diri untuk shalat. Tapi, gimana   yang nggak? Emang sih, dosa ditanggung masing-masing. Namun, kalo kita   membiarkan itu terjadi di depan kita, dan kita tahu, maka sama saja  kita  mendiamkan kemunkaran. Jadi, waspadalah!&lt;br /&gt;Boys and gals, Indonesia adalah negeri muslim terbesar. Jadi,   seharusnya kaum musliminnya menunjukkan identitas keislaman dengan benar   dan baik. Memang sih, kalo mau nunjukkin identitas keislaman itu nggak   perlu jadi besar dulu, yang penting niat dan caranya benar. Namun apa   boleh buat, sebagai mayoritas kita juga punya tanggung jawab moral.   Artinya, justru karena besar, maka akan mudah dilihat oleh yang lain.   Mungkin akan dijadikan rujukan. Maka, sudah saatnya energi kita   diberikan kepada Islam. Itu sebabnya waktu, tenaga, pikiran, perasaan,   dana, jiwa dan apapun yang bisa kita berikan untuk kemaslahatan umat   Islam dan kejayaan Islam, mulai kita tunjukkan. Buktikan kepedulian kita   kepada Islam.&lt;br /&gt;Malu dong, masa’ kalo nonton sepakbola pengennya datang ke stadion,   rame-rame menikmati aksi para pemain idola, rela ngeluarin duit, rela   meluangkan waktu, sepertinya nggak rugi meskipun badan capek dan pegel.   Semua itu merasa akan terbayar lunas saat menyaksikan pertandingan yang   membela atas nama bangsa. Tetapi, pada faktanya, banyak di antara kita   yang malas datang ke tempat pengajian, kalo pun diajak teman,  pengennya  duduk di bagian paling belakang, sebagian lagi bilang nggak  ada waktu,  dan alasan lainnya yang intinya nggak mau nunjukkin  kepedulian kepada  Islam. Duh, sedih banget kan menyaksikan umat Islam  seperti ini. Lebih  cinta dunia ketimbang mengumpulkan bekal untuk  kehidupan akhirat kelak.&lt;br /&gt;Bro en Sis, jangan sampe deh kita adalah generasi yang digambarkan oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya (yang artinya): &lt;i&gt;“Akan   datang di suatu masa, dimana kalian dikerumuni dari berbagai arah   bagaikan segerombolan orang-orang rakus yang berkerumun berebut di   sekitar hidangan.”&lt;/i&gt; Di antara para sahabat ada yang bertanya keheran-heranan, &lt;i&gt;“Apakah karena di waktu itu kita berjumlah sedikit, ya Rasulullah?”&lt;/i&gt; Rasul menjawab, &lt;i&gt;“Bukan,   bahkan jumlah kalian pada waktu itu banyak. Akan tetapi kalian laksana   buih yang terapung-apung. Pada waktu itu rasa takut di hati  musuh-musuh  kalian telah dicabut oleh Allah dan dalam jiwa kalian  tertanam penyakit  al wahnu.” “Apa itu al wahnu?”&lt;/i&gt; tanya sahabat. Jawab Rasulullah, &lt;i&gt;“Cinta dunia dan takut mati.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Ahmad)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Cinta dunia? Benar. Saat ini orang lebih menginginkan hal yang   duniawi ketimbang ukhrawi (akhirat). Demi kebahagiaan di dunia, banyak   orang lupa syariat. Maka, korupsi, misalnya, jadi jalan pintas untuk   meraih kenikmatan dunia. Dunia yang gemerlap seringkali menyilaukan. Itu   sebabnya jabatan, harta, kenikmatan syahwat dan yang mengitarinya akan   diburu meskipun harus melanggar syariat. Kebanggaan-kebanggaan yang   diagungkan bukan lagi kehidupan akhirat, bukan lagi bangga sebagai   muslim yang taat syariat, bukan lagi kebanggaan sebagai muslim yang   mencintai Islam sepenuh hati. Tapi, kebanggaan itu sudah beralih kepada   kebanggaan semu: atas nama harga diri bangsa, atas nama nasionalisme,   atas nama sepakbola, atas nama hedonisme dan selera rendah lainnya. Maaf   lho. Ini bukan nuduh, tapi kenyataannya memang demikian. Semoga kita   semua, generasi muslim yang cinta Islam dan taat syariatnya tetap   istiqomah dalam menunjukkan identitas keislaman kita. Apalagi, kita   adalah warga dari negeri yang mayoritas penduduknya muslim. Betul?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Islam identitas kita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah sudah memuji kita, bahwa kita adalah ummat yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. Firman Allah Swt.:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk   manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan   beriman kepada Allah.” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS Ali Imron [3]: 110)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nah, itu identitas seorang muslim, yakni salah satunya melakukan amar   ma’ruf (menyuruh kepada kebaikan, yakni Islam). Dan tentu saja wajib   dilengkapi dengan nahi munkar (mencegah kemunkaran).&lt;br /&gt;Bro en Sis, berkaitan dengan pentingnya identitas diri kita, Rasulullah saw. juga bersabda:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;i&gt;“Kamu telah mengikuti sunnah   orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.   Sehingga jika mereka masuk ke dalam lubang biawak kamu tetap mengikuti   mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksudkan   itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda  bersabda:  Kalau bukan mereka, siapa lagi?”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Bukhari Muslim)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Waduh ngeri juga ya? Lha iya, bagi seorang muslim terlarang baginya   mengikuti budaya atau gaya hidup kaum lain. Bisa berbahaya. Bahkan   seharusnya bangga menjadi seorang muslim yang memiliki identitas islami.   &lt;i&gt;So&lt;/i&gt;, kalo bangganya dengan nasionalisme, bangga karena timnas   sepakbola mainnya jago dan bisa ngalahin negara lain, atau kebanggaan   semu lainnya, maka saatnya kamu kudu interospeksi diri. Ukur yuk   kekuatan kita dalam mencintai dan terikat-kait dengan syariat Islam.   Seberapa kuat sih kita taat syariat? Atau malah sebaliknya, kita kuat   dalam mencontek gaya hidup kaum lain selain Islam? &lt;i&gt;Naudzubillahi min dzalik!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Yuk, kita tunjukkan identitas islami yang hakiki, yakni benar dalam   pikiran dan perasaannya. Pikir dan rasa kita hanya dibalut dengan ajaran   Islam. Supaya bisa memiliki kepribadian Islam yang benar dan baik,   giatlah mencari ilmu Islam dan mengamalkannya. Selain itu tentu saja   kita hanya bangga dengan Islam dan syariatnya. Itu sebabnya, bukan   garuda di dadaku, tapi yang pantas dan layak bagi seorang muslim adalah:   ISLAM di Dadaku! Islam kebanggaanku! Sudah saatnya Islam meraih   kemenangan! Siap kan? Yuk, tunjukkan bareng-bareng kepedulian kita   kepada Islam! &lt;b&gt;[solihin: osolihin@gaulislam.com]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-4753399336083474736?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/4753399336083474736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/12/islam-di-dadaku-islam-kebanggaanku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4753399336083474736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4753399336083474736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/12/islam-di-dadaku-islam-kebanggaanku.html' title='ISLAM di Dadaku, Islam Kebanggaanku'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-5483170863770750139</id><published>2010-12-27T23:41:00.000-08:00</published><updated>2011-04-14T04:07:44.815-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Hidup Ini, Hanya Sekali dan Sesaat Saja</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Bro en Sis, makasih udah setia nungguin gaulislam setiap pekannya.  Nggak terasa ya, edisi pekan ini adalah edisi terakhir di tahun 2010,  karena pekan depan insya Allah kita sudah berada di awal tahun 2011, dan  tentunya kita semakin tua. Itu artinya pula, kian berkurang saja jatah  hidup kita di dunia ini. Semoga hidup kita senantiasa lebih baik dari  hari ke hari. Dan, insya Allah kamu semua tetap akan mendapatkan  informasi, yang tidak saja menarik, tetapi juga bermanfaat dari buletin  gaulislam. Sebabnya apa? Karena kami di gaulislam sangat sayang sama  kamu semua. Cieee.. ini bukan rayuan gombal maupun rayuan gembel, tapi  jujur ini datangnya dari lubuk linggau, eh maaf, dari lubuk hati yang  paling dalam. Semoga saja kami di gaulislam bisa selalu memberikan yang  terbaik untuk kamu semua dalam belajar Islam. Insya Allah ya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamu mungkin bertanya-tanya kali ya, kenapa sih gaulislam bahas tema  beginian? Kenapa nggak bahas soal kekalahan timnas sepakbola Indonesia  yang dibantai timnas sepakbola Malaysia 3 gol tanpa balas di Final leg 1  AFF Cup? Bukankah kita semua udah paham bahwa hidup kita memang hanya  sekali dan hanya sesaat di dunia ini? Ya, memang benar. Hidup kita hanya  sekali dan sesaat saja di dunia ini. Semua orang insya Allah banyak  yang tahu dan sudah sering dibahas. Namun, saya juga masih menyimpan  rasa khawatir, khususnya buat kamu para remaja. Why? Yup, karena meski  kelihatannya udah tahu dan ngerti, tetapi sering LUPA. Catet ya, saya  tulis dengan huruf kapital semua: LUPA. Kita dan kamu semua bukan  berarti tidak tahu bahwa hidup di dunia ini singkat. Nggak, bahkan  sangat paham. Tapi sayangnya banyak yang lupa kalo hidup ini ternyata  singkat. Kadang malah kita juga lupa identitas kita sebagai muslim dan  cinta Islam. Buktinya ya lebih kecewa timnas sepakbola Indonesia keok  ketimbang kecewa bahwa banyak kaum muslimin yang melanggar syariat. Ya,  itu namanya lupa dalam menentukan prioritas amal perbuatan, termasuk  dalam menentukan cara berpikir dan berperasaan. Kok bisa lupa?&lt;br /&gt;Bisa saja, Bro en Sis. Namanya juga manusia. Tempatnya salah dan  dosa. Memang harus diakui juga bahwa ada manusia yang menyadari  kesalahan dan dosa yang diperbuatnya, sehingga ia benar-benar bertobat  dan ada juga yang nggak nyadar-nyadar sampe wafat. Nah, kamu mau pilih  yang mana? Manusia yang mau mengakui kesalahannya atau tetap bangga  dengan kesalahannya?&lt;span id="more-3549"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ih, manusia yang normal pasti milihnya yang baik-baik dong ya. Pasti  ingin mengakui kesalahan dan memperbaikinya di lain waktu. Tidak  mengulanginya lagi, sekaligus berusaha menambah terus kebaikannya. Itu  baru hebat, Gan!&lt;br /&gt;Namun, jika melihat kenyataan yang ada, kita perlu waspada dan sedih  juga menyaksikan banyak remaja muslim yang seolah tidak menyadari bahwa  hidupnya di dunia ini hanya sekali dan sesaat pula. Amal yang  diperbanyak bukan amal shalih, tetapi malah amal salah. Maksiat  dibanggakan, sikap taat syariat malah diabaikan. Gaya hidup hedonistik  sepertinya sudah akrab dalam gaya gaul remaja. Kamu tahu hedonis kan?  Sip, hedonis adalah memuja kenikmatan jasadi dan materi demi kesenangan  semata. Untuk mendapatkan kedua jenis kenikmatan itu, rela menghalalkan  segala cara karena yang terpentinng adalah bisa memuaskan hawa nafsunya  dalam memenuhi kenikmatan jasadi dan materi. Kalo pengen jelas, bisa  kamu temukan di kamus. Salah satunya penjelasan ini: Dalam Kamus  Inggris-Indonesia karangan John M. Echols &amp;amp; Hassan Shadily,  “hedonism” diartikan sebagai “Paham yang dianut orang-orang yang mencari  kesenangan semata-mata”. Suatu way of life alias jalan hidup yang  mengedepankan kesenangan itu, meliputi pola pikir dan perasaan,  penampilan lahiriah dan perilaku.&lt;br /&gt;Boys and gals, kita juga merasa sedih jika melihat banyak teman  remaja yang kurang bergairah menghadapi hidup. Baru mendapat tantangan  sedikit saja langsung loyo dan nggak mau bangkit, terus memilih KO.  Padahal kita harusnya optimis dan sangat semangat memanfaatkan setiap  detik waktu yang diberikan Allah Swt. agar kita mampu menjadi pribadi  yang hebat dengan jatah waktu hidup yang hanya sekali dan singkat.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saat kita diciptakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. yang mulia, para sahabatnya, para khalifah, para  ulama, ilmuwan muslim di masa kejayaan Islam, pejuangnya dan orang-orang  hebat dan mulia karena keimanan dan ketakwaan lainnya diciptakan dengan  proses penciptaan yang sama. Berawal dari sel sperma yang membuahi sel  telur dan atas izin Allah Swt, jadilah embrio, lalu dalam waktu tertentu  tumbuh sebagai janin dan akhirnya lahir ke dunia. Bagaimana dengan para  begundal macam Fir’aun, Abu Jahal, Hitler, Mussolini, George W Bush dan  orang yang sejenis perilakunya dengan mereka, apakah diciptakan dari  bahan yang berbeda dengan orang-orang yang mulia? Nggak. Sama, Bro.  Semua manusia diciptakan sama. Bahan bakunya sama: sel sperma (air mani)  dan ovum (sel telur).&lt;br /&gt;Allah Swt, menyampaikan penjelasan ini dalam firmanNya (yang artinya): &lt;i&gt;“Bukankah  dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian  mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan  menyempurnakannya,”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS al-Qiyaamah [75]: 37-38)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain (yang artinya): &lt;i&gt;“Sesungguhnya Kami telah  menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak  mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia  mendengar dan melihat.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS al-Insaan [76]: 2)&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Tuh kan, amat jelas. Bahwa yang beriman dan yang kafir diciptakan oleh Allah Swt. dari bahan yang sama. &lt;i&gt;So&lt;/i&gt;,  yang membedakan mereka satu sama lain ketika sudah lahir ke dunia  adalah informasi dan cara belajarnya untuk memperbaiki kualitas  hidupnya. Apa yang diperbuatnya di dunia inilah yang akan dipertanggung  jawabkan nanti di akhirat kelak.&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman (yang artinya): &lt;i&gt;“Dia-lah yang menciptakan  kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal  darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu  dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian  (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang  diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai  kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS al-Mu’min [40]: 67)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam ayat yang lain Allah Swt. berfirman (yang artinya): &lt;i&gt;“Apakah  kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian  dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang  sempurna?”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS Kahfi [18]: 37)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalo kamu masih belum puas, Allah Swt. juga berfirman (yang artinya): &lt;i&gt;“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.?”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS an-Nahl [16]: 4)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat ini membuktikan kepada kita bahwa manusia (anak keturunan  Adam) diciptakan dari “bahan baku” yang sama. Orang yang sekarang  beriman, berilmu dan gemar beramal shalih ditempatkan di rahim ibunya  sebelum lahir ke dunia. Orang yang pikirannya korengan dan hatinya borok  alias gemar maksiat dan tak mengimani Allah Swt. pun sebelum lahir  ditempatkan sama di rahim ibunya. Tak ada bedanya.&lt;br /&gt;Kalo dalam penciptaan saja sama, dan saat itu kita lemah kenapa harus  merasa berkuasa dan menentang Allah Swt.? Kalo memang perkasa, harusnya  nggak lemah dan bisa menghidupi diri sendiri sejak “menciptakan diri  sendiri” sampai lahir ke dunia. Iya nggak sih? Nah inilah renungan buat  kita semua, bahwa kita sejak awal penciptaan tak dibedakan prosesnya.&lt;br /&gt;Bro en Sis, dalam hadis Qudsi Allah Swt. berfirman (yang artinya): &lt;i&gt;“Wahai  anak Adam, sesungguhnya Aku telah menetapkanmu dalam kandungan ibumu.  Aku telah menyelubungi wajahmu dengan lapisan agar kau tak bisa keluar  dari rahim. Kujadikan wajahmu mengarah kepada punggung ibumu agar bau  makanan tidak mengganggumu. Aku buat dirimu bisa berputar ke kanan dan  ke kiri. Sesungguhnya yang ada di sebelah kananmu adalah hatimu dan di  sebelah kiri adalah limpa. Aku ajarkan dirimu cara berdiri dan duduk  selama engkau berada dalam kandungan. Setelah tiba waktumu, Aku utus  malaikat yang bertanggung jawab untuk mengeluarkanmu dari rahim. Ia pun  mengeluarkanmu darinya dengan bulu-bulu dari sayapnya. Tiada gigi yang  bisa menggigit yang bisa menggigit kau miliki, tiada juga tangan yang  bisa menggenggam, ataupun kaki yang bisa melangkah. Lalu timbulkan  bagimu dua pembuluh darah dalam dada ibumu yang mengalirkan susu  untukmu. Ia akan terasa panas di musim dingin dan dingin di musim panas.  Aku tanamkan cintamu dalam hati kedua orang tuamu. Mereka tidak akan  pernah kenyang hingga kau kenyang dan tidak akan tidur hingga kau  tertidur.”&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(Dr. Musfir bin Said az-Zahrani, &lt;i&gt;at-Taujiih wal irsyaadun nafsi minal Qur’anil karim was-Sunnatin Nabawiyyah &lt;/i&gt;(eds. terjemahan), hlm. 82)&lt;br /&gt;Oya, ini juga menjadi proses kesadaran bagi kita bahwa kita tak perlu  merasa minder dengan orang yang hebat saat ini. Kita hanya perlu  memahami bahwa “start” semua orang sama. Semua manusia lahir ke dunia  setelah melalui proses yang sama. Itu sebabnya, tidak ada alasan bahwa  kita harus menyerah dan tak semangat dalam hidup. Sebaliknya, siapkan  diri untuk berprestasi. Karena hidup tak sekadar tumbuh, tapi juga harus  berkembang. Kalo cuma tumbuh, kita jadi nggak ada bedanya dengan  ‘peradaban’ hewan. Justru kelebihan manusia dari hewan adalah karena  manusia memiliki akal untuk berpikir. Contoh nyata, manusia dengan  pemikirannya bisa mengembangkan kehidupannya. Hewan tidak. Jika manusia  kedinginan ia akan mencari kehangatan. Tidak puas dengan sekadar duduk  di depan api unggun, manusia menciptakan pakaian pelindung, menciptakan  tempat tinggal yang bukan saja melindunginya dari dingin, tapi juga  sengatan matahari. Hewan? Malah manusia yang membuatkan rumah, eh  kandangnya. Silakan eksplorasi sendiri perkembangan yang berhasil dibuat  oleh manusia. Amat banyak dan bahkan teramat terbanyak. Allah Swt.  memberikan semua itu untuk kebaikan manusia. Tetapi ternyata masih aja  ada manusia yang nggak menyadarinya. Ngeyel bener deh tuh!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hiasi dengan iman, ilmu dan amal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Para orangtua kita mungkin sering banget nasihatin kita soal  kehidupan. Maklumlah, mereka kan lebih banyak waktu yang dihabiskannya  di dunia ini ketimbang kita. Usianya aja jelas jauh beda ama kita. Iya  dong, kalo seumuran namanya temen, bukan ortu. &lt;i&gt;So&lt;/i&gt;, wajar banget  dong kalo nasihatin kita-kita soal hidup. Karena ortu kita udah  pengalaman puluhan tahun lebih lama di dunia ini ketimbang kita-kita.  Tul nggak sih?&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, kita juga jadi bisa belajar kepada ortu atau siapa  pun yang lebih pengalaman dan lebih tahu tentang bagaimana menjalani  hidup dengan nyaman, aman, dan tentunya menikmatinya dengan senang hati.  Meski, tentu saja, bukan hidup namanya kalo nggak ada rintangan,  halangan, dan bahkan tekanan. Karena kehidupan itu sendiri adalah ladang  ujian buat kita, sekaligus ladang ibadah dan amal. Kalo kita bisa  menjalaninya dengan baik, maka ujian hidup itu akan memberikan kita  pengalaman yang sangat berarti.&lt;br /&gt;Itu sebabnya, kita wajib heran kalo ada orang yang menjalani  kehidupan tanpa mimpi, tanpa cita-cita, tanpa target, tanpa evaluasi,  dan bahkan tanpa belajar. Sebab, hidup di dunia ini harus ada bekasnya.  Baik untuk diri sendiri, orang lain, untuk agama kita, dan juga untuk  ibadah kepada Allah Swt. Tolong dicatet ya.&lt;br /&gt;Bro en Sis, banyak ilmu dan amal tapi nggak beriman, percuma. Banyak  amal tapi tanpa disertai ilmu yang benar juga kayaknya sia-sia banget,  apalagi nggak beriman. Jadi, formula yang tepat itu adalah, kita beriman  terlebih dahulu, kemudian belajar sehingga berilmu dan mengamalkan ilmu  untuk kebaikan sesuai tuntunan dari Allah Swt dan RasulNya. Lengkap deh  namanya.&lt;br /&gt;Maka, supaya kita bisa menikmati hidup ini dengan tenang dan enak,  hiasi hidup ini dengan iman, ilmu dan amal shalih. Keimananlah yang  membedakan antara seorang mukmin dengan seorang kafir. Allah Swt. sudah  menjanjikan ganjaran surga di akhirat kelak bagi orang-orang yang  beriman:&lt;i&gt; “Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS al-Baqarah [2]: 82)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt. juga meninggikan orang yang beriman dan berilmu, sebagaimana dalam firmanNya: &lt;i&gt;“…niscaya  Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan  orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS al-Mujaadilah [58]: 11)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sobat, insya Allah iman kita, ilmu kita, dan amal shalih kita akan  memberikan tambahan kenikmatan dalam menjalani kehidupan di dunia ini  sesuai dengan ajaran yang kita anut selama ini, yakni Islam.&lt;br /&gt;Oke deh, semoga tema yang dipilih gaulislam edisi ke-166 di pekan ini  bisa memberikan semangat dan wawasan baru buat kamu semua dalam  menjalani kehidupan di dunia. Tetap optimis, sabar, bersyukur dan  senantiasa menanamkan kekuatan iman, semangat mengkaji ilmu, dan gemar  melakukan amal shalih kepada sesama. Sip deh, jadikan hidup yang memang  sekali dan sesaat ini penuh makna dan nikmati sesuai aturanNya. Siap  kan? Harus! &lt;b&gt;[solihin: osolihin@gaulislam.com]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-5483170863770750139?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/5483170863770750139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/12/hidup-ini-hanya-sekali-dan-sesaat-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/5483170863770750139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/5483170863770750139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/12/hidup-ini-hanya-sekali-dan-sesaat-saja.html' title='Hidup Ini, Hanya Sekali dan Sesaat Saja'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-4386132862295893599</id><published>2010-11-15T05:43:00.000-08:00</published><updated>2010-11-16T11:43:18.835-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hazanah'/><title type='text'>Karena Surga Itu Manis</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yHn651chi0w/TNoTr6WxynI/AAAAAAAAABU/eICqnp5ndrQ/s1600/penghuni-surga.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_yHn651chi0w/TNoTr6WxynI/AAAAAAAAABU/eICqnp5ndrQ/s320/penghuni-surga.gif" width="256" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika ditanyakan kepada manusia, pilih surga atau neraka? Dengan informasi yang seadanya, dengan bekal informasi bahwa surga itu nikmat dan neraka itu menyeramkan, maka dengan lantang pasti akan memilih surga. Tapi, tahukah kita bahwa jalan menuju surga itu sulit dan jalan menuju neraka begitu mudah?&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. Bersabda (yang artinya): &lt;i&gt;“Ketika Allah menciptakan surga, Dia berfirman kepada Jibril, ‘Pergi dan lihatlah (surga itu)’. Jibril pun pergi untuk melihatnya. Jibril kembali seraya berkata, ‘Tuhanku, demi keperkasaanMu, tidak seorang pun mendengar (tentang surga itu) kecuali dia (ingin) memasukinya’. Kemudian Allah Swt. mengelilingi (surga) dengan kesulitan-kesulitan (untuk mencapainya) dan berfirman kepada Jibril, ‘Wahai Jibril! Pergi (lalu) lihatlah (surga itu)’. Jibril pun pergi untuk melihatnya. (Jibril) kembali seraya berkata, ‘Tuhanku, demi keperkasaanMu, sungguh aku khawatir tidak seorang pun yang (dapat) memasukinya’.”&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. juga bersabda: &lt;i&gt;“Tatkala Allah Ta’ala menciptakan neraka, Dia berfirman, ‘Wahai Jibril! Pergi (lalu) lihatlah (neraka itu)’. Jibril pun pergi untuk melihatnya. (Jibril) kembali seraya berkata, ‘Wahai Tuhanku, demi keperkasaanMu dan kemuliaanMu, tidak seorang pun mendengar (tentang neraka itu) kecuai ia tidak berkeinginan untuk memasukinya’. Kemudian Allah Swt. mengelilingi (neraka itu) dengan keinginan-keinginan syahwati dan berfirman kepada Jibril, ‘Wahai Jibril! Pergi dan lihatlah neraka itu’. Jibril pun pergi untuk melihatnya. Kemudian ia kembali dan berkata, ‘Wahai Tuhanku, demi keperkasaanMu dan kemualiaanMu, sungguh aku khawatir bahwa tidak akan tersisa seorang pun kecuali akan memasukinya’.” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(dalam penjelasan kitab &lt;i&gt;Sunan Abu Daud&lt;/i&gt;, hlm. 13-14)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span id="more-3521"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Selama hidup adalah ujian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Surga dan neraka adalah ganjaran bagi manusia sesuai dengan perbuatan atau amalannya selama di dunia. Bro en Sis, di sekolah atau di tempat kerja kita bisa berprestasi dalam belajar dan karir kita. Mereka yang berprestasi akan diganjar dengan berbagai macam penghargaan dan fasilitas yang baik. Allah Swt. menjadikan surga sebagai ganjaran bagi manusia yang bertakwa, dan neraka menjadi ganjaran yang pas bagi manusia yang membangkang perintahNya. Dan, perlu ditekankan bahwa hidup di dunia ini setiap detiknya adalah ujian. Ujian yang hasilnya akan dipertanggung-jawabkan di hadapan Allah kelak di akhirat. Itu artinya, setiap hari kita harus menerima dan mengatasi berbagai ujian yang diberikan oleh Allah Swt.&lt;br /&gt;Jangan bayangkan bahwa ujian selalu hal yang pasti sulit dan menderita, adakalanya ujian yang diberikan Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; justru kita rasakan sebagai nikmat dan istimewa. Memang benar, ujian yang mendera kita berupa rasa sakit dan kesulitan ekonomi seringkali membuat kita harus lebih banyak bersabar dan berdoa untuk tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kekafiran. Tapi, jangan bayangkan pula jika kita diberikan kesehatan, kekayaan dan kekuasaan adalah semata sebagai kebahagiaan, karena sejatinya itu juga merupakan ujian dari Allah.&lt;br /&gt;Nikmat kesehatan yang diberikan Allah Swt itu apakah akan mengantarkan kita untuk bersyukur atau malah sebaliknya, untuk ingkar kepada Allah? Nikmat kekayaan dan kekuasaan yang kita rasakan, apakah akan membuat kita bersyukur atau malah sombong dan dengan bebas menggunakan harta yang kita miliki untuk suka-suka tanpa aturan syariat Islam? Dengan kenyataan seperti ini, maka pantas jika kesehatan, kekayaan dan kekuasaan pun termasuk bagian dari ujian yang Allah berikan. Bergantung manusianya, apakah akan bersyukur atau malah kufur. Firman Allah Swt. (yang artinya): &lt;i&gt;“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS Ibrahim [14]: 7)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak orang yang tak tahan dengan penyakit yang diderita dan kemiskinan yang mendera mereka sehingga mengambil jalan pintas untuk bunuh diri demi mengakhiri hidupnya yang menanggung rasa sakit yang berat, atau tega berbuat maksiat dengan cara menjarah harta yang bukan miliknya demi memenuhi kehidupan ekenominya yang tak kunjung menunjukkan grafik yang meningkat&lt;br /&gt;Begitu pun bagi sebagian dari kita banyak yang tidak tahan menghadapi ujian berupa kesehatan, harta yang banyak dan juga kekuasaan. Jangan-jangan, kesehatan tubuh dan kekuasaan ternyata malah membuat kita merasa sombong, sebagaimana halnya dengan Fir’aun yang menganggap dirinya sebagai Tuhan, karena selama hidupnya memang dia nyaris tak pernah sakit berat ditambah pula dia memang punya tahta dan harta. Klop. Fir’aun jadi sombong. Sehingga ketika Musa mengajaknya untuk beriman kepada Allah, Fir’aun malah mendustakannya dan bahkan mendurhakainya. Allah Swt membeberkan kisah ini dalam firmanNya (yang artinya):&lt;i&gt; “dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)”. Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepadaNya?”. Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”. Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS an-Naazi’aat [79]: 18-26)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ini kian meneguhkan bahwa selama kita masih hidup, ujian akan datang menghampiri kita selama itu. Karena hidup itu sendiri adalah ujian. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dan menjadikan kehidupan ini lebih bermakna berlandaskan keimanan kepada Allah Swt. Dzat yang telah menciptakan kita dan seluruh alam ini, termasuk surga dan neraka.&lt;br /&gt;Itu sebabnya, jika kita ingin masuk surga, ada jalan yang harus kita lalui. Meski banyak rintangan, bukan berarti kita mundur untuk melaluinya. Karena surga begitu manis. Jangan pula tergoda memilih jalan yang bertabur syahwat meski itu sangat menyenangkan, karena pada akhirnya akan mengantarkan kita menuju neraka. Semua sudah dalam kekuasaan kita, apakah lebih memilih untuk masuk surga atau neraka. Dengan adanya pilihan tempat kembali di akhirat kelak, ini membuktikan bahwa dunia ini memang ujian dan Allah Swt. hanya akan memberikan tempat yang layak kepada mereka yang berhasil mengikuti petunjukNya. Sebaliknya Allah akan memberikan tempat yang buruk, yakni neraka bagi siapa saja yang menentangNya dan mendurhakaiNya.&lt;br /&gt;Dalam &lt;i&gt;Shahih Bukhari&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Shahih Muslim&lt;/i&gt; disebutkan hadist yang diriwayatkan Abu Said al-Khudri ra bahwa Rasulullah saw. bersabda, &lt;i&gt;“Surga dan neraka mengajukan protes. Surga berkata, ‘Ya Tuhanku, kenapa yang masuk ke dalam surga hanya orang-orang yang lemah dan orang-orang kelas gembel?’ Neraka berkata, ‘Ya Tuhanku, kenapa yang masuk ke dalam neraka ini hanya orang-orang yang kejam dan sombong?’ Allah berkata, ‘Surga, engkau adalah rahmatKu yang Aku berikan denganmu siapa saja yang Aku kehendaki. Dan neraka, engkau adalah siksaKu yang Aku berikan denganmu siapa saja yang Aku kehendaki. Setiap masing-masing dari kalian mempunyai penghuni’.” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Ibnu Qayyim al-Jauziyah, &lt;i&gt;Tamasya ke Surga&lt;/i&gt;, hlm. 15)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kumpulkan pahala berharap surga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Surga adalah tempat yang eksklusif alias hanya disediakan dan diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Tidak semua manusia bisa masuk ke surga. Itu artinya, untuk mendapatkan ‘tiket’ ke surga harus mengikuti syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. Sang Pemilik surga itu sendiri. Dan, tentunya Allah Swt. juga berhak dan berkuasa penuh untuk memasukkan manusia ke dalam neraka. Jangan khawatir, Allah Swt. tak mungkin salah dalam mengkalkulasi amalan kita. Catet, Bro.&lt;br /&gt;Bro en Sis, ketika begitu banyak informasi tentang keindahan dan kenikmatan yang ditawarkan surga sebagaimana janji Allah bagi hamba-hambaNya yang beriman, pantas bagi kita untuk segera dengan semangat menjadi pribadi-pribadi yang terbaik dalam iman, ilmu dan amal shalih. Tentu, agar Allah Swt. sayang dan cinta kepada kita semua dan memasukan kita ke dalam surgaNya. Insya Allah.&lt;br /&gt;Kita berharap, berdoa, dan berusaha sekuat mungkin agar kita bisa meretas jalan menuju surga dengan mudah dan sukses. Semoga Allah Swt. menanamkan keimanan&amp;nbsp; dan ketakwaan yang kokoh dalam diri kita sebagaimana yang Allah berikan kepada Muhammad saw. dan para sahabatnya. Semoga Allah menancapkan keberanian yang hebat dalam membela Islam sebagaimana telah Allah tancapkan keberanian membela Islam kepada para pejuang Perang Badar. Semoga Allah memberikan kemenangan kepada dakwah Islam yang kita gelorakan saat ini, sebagaimana kemenangan yang telah Allah berikan kepada Muhammad saw. dan para sahabatnya di setiap peperangan yang dimenangkannya.&lt;br /&gt;Semoga kita menjadi hamba-hambaNya yang pandai bersyukur dan senantiasa gemar melakukan amal shalih. Semua manusia&amp;nbsp; menginginkan surga jika kenikmatannya begitu luas, indah, dan menyenangkan. Tapi, hanya manusia pilihan saja yang bisa meraihnya. Semoga kita adalah manusia pilihan Allah yang bisa menikmati surgaNya. Amin.&lt;br /&gt;Yuk, sebagai anak yang aktif ngaji dan aktif dakwah wajar dong inginkan surga. Karena itu adalah memang janji Allah Swt. untuk mereka yang beriman dan beramal shalih ketika di dunia. Meski kini kehidupan yang kita jalani pahit terasa, insya Allah pada akhirnya akan berbuah manis. Semangat,Bro! &lt;b&gt;[solihin: osolihin@gaulislam.com]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-4386132862295893599?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/4386132862295893599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/11/karena-surga-itu-manis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4386132862295893599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/4386132862295893599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/11/karena-surga-itu-manis.html' title='Karena Surga Itu Manis'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yHn651chi0w/TNoTr6WxynI/AAAAAAAAABU/eICqnp5ndrQ/s72-c/penghuni-surga.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-1931234211249344843</id><published>2010-11-15T03:16:00.000-08:00</published><updated>2010-11-16T11:42:53.429-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hazanah'/><title type='text'>MUKJIZAT ALQUR'AN</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mediaislamnet.com/wp-content/uploads/2010/01/muslim-child.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://mediaislamnet.com/wp-content/uploads/2010/01/muslim-child.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita berbicara tentang keistimewaan, maka yang ada pada al Qur’an dan masih bisa disaksikan sampai sekarang adalah mu’jizatnya.&amp;nbsp; Setiap nabi dan Rasul memiliki mukjizat. Allah SWT mengutus nabi Musa as kepada kaumnya dan kepada pemimpin mereka yang bernama Fir’aun yang mengklaim sebagai Tuhan, di sekitarnya Fir’aun ada tukang sihir-rukang sihir.Mereka tukang sihir ini menipu orang-orang dengan sihir mereka bahwa mereka mampu mengubah tongkat dan tali menjadi ular. Allah SWT memberi mukjizat berupa tongkat kepada Nabi Musa as yang akhirnya mampu mengalahkan sihir mereka. Selanjutnya penyihir-penyihir itu menjadi &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;orang-orang yang pertama kali beriman kepada Allah SWT dan kenabian Nabi Musa as.&amp;nbsp; Ini karena mereka menyadari hakikat yang mereka kerjakan selama ini, dan bisa membedakan antara hakikat penipuan mereka dengan mukjizat Allah SWT. Dalam hal lain, mukjizat nabi Isa as adalah kemampuan menghidupkan orang mati pada masa dimana ilmu kedokteran belum maju. Mengenai Nabi Muhammad Saw , Allah SWT telah mengutus beliau kepada kaum yang memiliki pasar-pasar dimana di dalamnya mereka saling menonjolkan kefasihan (fashahah) dan kejelasan (balaghah) syair-syair mereka. Syair yang menang akan ditulis dengan tinta emas dan digantungkan di Ka’bah (saat itu sebagai pusat kediaman berhala-berhala yang dianggap tuhan mereka). Syair yang menang akan menjadi perbincangan dan kabilah yang menang akan berbangga-bangga dengan pujian. Namun kemudian Allah SWT memberikan mukjizat kepada Nabi Saw berupa ungkapan berbahasa arab, serupa dengan syir-syair yang dibanggakan oelh orang arab. Bahkan mukjizat itu menggunakan huruf-huruf dan lafazh yang juga dipakai dalam syair-syair orang arab. Mukjizat tersebut adalah al Qur’an, yaitu Kalam (perkataan) Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berarti keistimewaan AQ adalah mukjizatnya? Sekarang yang dimaksud mukjizat itu sendiri apa sih?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mukjizat adalah pembuktian akan kelemahan (itsbatul ajzi), yaitu perbuatan yang menyimpang dari adat kebiasaan dan menyalahi sunatullah (anzhimatul wujud) yang telah dipahami manusia. Misalnya menghidupkan orang mati, tercabutnya khasiyat api yang bisa membakar pada Nabi Ibrahim as, tercabutnya khasiyat air yang bisa menenggelamkan orang-orang yang beriman kepada nabi Musa as, ketika dikejar tentara Fir’aun. Tujuan dari mukjiat adalah agar manusia menyaksikan bahwa yang diberi mukjizat adalah Rasul Allah SWT dan meyakini bahwa apa yang dikatakannya adalah wahyu Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa yang menjadi mukjizat al Qur’an?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an secara langsung menantang bangsa arab dan seluruh manusia untuk membuat yang semisal al Qur’an. Dalam QS Yunus: 38 dan dalam QS al Isra: 88. Jadi mukjizat AQ ditujukan kepada seluruh manusia dan berlaku di setiap masa. Kalau mukjizat nabi dan Rasul yang lain akan hilang sepeninggal para nabi dan Rasul ini, tetapi mukjiat yang diberikan kepada Nabi Muhammad Saw tetap berlaku dan bisa disaksikan sampai saat ini. Karena Beliau Saw meninggalkan al Qur’an kepada kita semua.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah mukjizat al Quran itu juga berarti kandungan sains yang ada di dalamnya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an juga mengandung sebagian informasi tentang hukum alam yang sekarang dikategorikan sbg sains, al Qur’an juga mengandung kisah-kisah orang terdahulu, sebagaimana fenomena yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Tapi kedua hal ini bukanlah inti dari mukjiat al Qur’an. Alasannya karena (1)&amp;nbsp; Mukjizat adalah itsbatul ajz al basyar dengan hadirnya sesuatu yang dapat melemahkan hingga hari Kiamat. Sementara manusia juga bisa berkisah tentang masa lalu dan memprediksi yang akan datang sekalipun belum tentu semuanya benar. Manusia juga bisa membuktikan hukum-hukum alam, sehingga menemukan hal-hal yang lebih detil daripada yang dijelaskan al Qur’an. Dengan demikian karena manusia juga bisa membuat banyak buku yang mendetili sains dan bahkan sampai ribuan dan jutaan buku, maka dalam hal ini sains bukanlah inti mukjizat yang terdapat dalam al Qur’an. Kedua Ayat-ayat yang mengandung kisah dan sains tidak semuanya hadir dalam penyampaian al Qur’an. Ada ayat yang tidak mengandung kisah dan juga tidak mengandung sains. Padahal al Qur’an itu keseluruhannya merupakan mukjizat. Berarti mukjizatnya bukan pada sains dan kisah-kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa mukjizat yang bisa dirasakan di seluruh ayat-ayat al Qur’an?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mukjizat AQ&amp;nbsp; tercermin dalam gaya bahasanya yang mengandung makna-makna mendalam. Kemkjizatan AQ juga terletak pada bayan (penjelsannya) dan nazhomnya (harmonisasi huruf-hurufnya). Bangsa arab yang fushah (masih fasih berbahasa arab) telah menyadari mukjizat ini. Bahkan salah seorang musuh dakwah yaitu Walid bin Mughiroh seorang tokoh Mekah saat itu, telah mengakui kemukjizatan ini dengan mengatakan. … hal 36. Kemudian al Khathabi mengatakan tentang AQ. Jadi bahasa AQ adalah bahasa yang mematahkan kemampuan manusia dalam berbahasa. Karena ini bukan bahasa yang keluar dari lisan manusia. Ini adalah bahasa yang keluar dari lisan Sang Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan. Yaitu Allah SWT. AQ adalah bahasa Allah SWT secara langsung, yang sekalipun menggunakan bahasa&amp;nbsp; arab tetapi bukan bahasa yang keluar dari lisan makhluk. Bahasa inilah yang juga akan digunakan di surga. Mukjizatnya terbatas pada gaya bahasa al Qur’an yaitu unsure-unsur penyusun bahasanya, seperti pada tarkib dan nazham.&amp;nbsp; Lafazh-lafazh dan susunannya memuat keberagaman dan integritas makna, meskipun ada yang lafazhnya ringkas.&amp;nbsp; Contohnya ayat tentang qishash dalam al Baqarah: 179.&amp;nbsp; Kemudian bila kita membaca ayat-ayat yang menceritakan surga, maka penggunaan hurufnya pun ringan dengan harmonisasi yang indah. Apabila menceritakan neraka maka menggunakan huruf-huruf yang berat dan mengucapkannya pun tidak mudah.&lt;br /&gt;Dengan demikian maka kita sebagai umat Islam wajib mempelajari bahasa AQ. Karena di situlah kita akan merasakan mukjizatnya. Maka bersyukurlah para santri saat ini, betapa nikmatnya belajar bahasa al Qur’an di pesantren-pesantren[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: mediaislamnet.com &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-1931234211249344843?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/1931234211249344843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/11/kalau-kita-berbicara-tentang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/1931234211249344843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/1931234211249344843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/11/kalau-kita-berbicara-tentang.html' title='MUKJIZAT ALQUR&apos;AN'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-6095037488601250055</id><published>2010-11-08T07:51:00.001-08:00</published><updated>2010-11-16T11:43:43.586-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>BUILDING TRUST</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TNgcWDN0fCI/AAAAAAAAAF4/PuFXNyH_4uA/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://2.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TNgcWDN0fCI/AAAAAAAAAF4/PuFXNyH_4uA/s320/images.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Tahoma;	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:1627400839 -2147483648 8 0 66047 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kepercayaan adalah mustika yang amat berharga. Semua aktifitas yang dilandasi atas unsur kepercayaan maka akan terhindar dari su udzon atau prasangka buruk. Rasulullah sebelum mengembang risalah kenabian telah mencontohkan untuk memegang kuat tali kepercayaan. Beliau mendapatkan gelar &lt;i&gt;“Al Amien”&lt;/i&gt; yang artinya &lt;i&gt;terpercaya&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Building trust&lt;/i&gt; artinya &lt;i&gt;membangun kepercayaan&lt;/i&gt;, ini merupakan cirri dari hamba yang bertaqwa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Rasulullah SAW bersabda: Ciri-ciri orang munafik ada 3: apabila berkata, ia berbohong. Apabila berjanji, ia mengingkari. Apabila di percaya, ia berkhianat.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Berapa banyak orang yang masuk ke dalam jurang kehinaan disebabkan karena kelalaiaannya dan kemunafikan. Betapa heran ya? Padahal lidah itu sudah dipenjara dengan gigi yang kuat, tetapi tetap saja bias melukai hati siapa saja. Dalam kata mutiara dikatakan : “&lt;i&gt;Perkataaaan dapat menembus apa-apa yang tidak dapat ditembus oleh jarum.&lt;/i&gt; Allah berfirman: &lt;i&gt;“Sesuatu yang keluar dari mulut tidak akan lepas dari catatan malaikat Atid dan Rakib&lt;/i&gt;. 2 malaikat tersebut tidak makan dan tidur. Selalu mengawasi semua aktifitas kita. Saudaraku yang dimuliakan Allah . &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; game yang menarik untuk building trust. Caranya: bentuk 1 kelompok yang terdiri dari 5 oerang. Satu orang posisinya berdiri, sedangakan yang 4 orang tangnnya bergandengan, membentuk 2 baris benrbanjar dan saling berhadapan . hitungan sampai 3, yang berdiri harus menjatuhkan dirinya ke belakang. Game ini cocok di adakan di tempat yang tinggi dan 4 orang di tempat yang lebih rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Saudaraku yang dimulikan Allah. &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sebuah kisah seorang penggembala yang diuji ke-amanah-nya. Saat mengembala kambing di &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;padang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; rumput, kholifah pun datang menhampiri dan bertanya,” &lt;i&gt;Wahai pemuda, saya ingin membeli seeokor kambing saja, bisakan? &lt;/i&gt;pemuda tersebut pun gugup. Meskipun jumlah kambing yang digembalanya cukup banyak akan tetapi semua milik tuannya. &lt;i&gt;“Maaf tuan, saya tidak bisa., kambing ini bukan milik saya&lt;/i&gt;. Khalifah pun bertanya lagi &lt;i&gt;”Jikalau kambing yang engkau gembala itu, saya beli seekor, maka tuanmmu tidak akan tahu. Dan engkau bisa membeli lagi. Saya beli dengan harga yang mahal&lt;/i&gt;. Pemudapun menjawab:&lt;i&gt;Maaf tuan, meskipun tuan saya tidak tahu, tapi Allah Maha Tahu.&lt;/i&gt; Khalifah pun meninggalknnya. Setelah beberapa bulan. Pemuda tersebut pun di panggil sang khalifah ke &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Sesampai di &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ia mendapatkan hadiah beberapa ekor kambing yang ia dapatkan secara gratis. &lt;i&gt;Subhanallah.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Saudaraku yagn dimuliakan Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Marilah kita hiasi diri kita dengan suri tauladan yang baik, pakaian kejujuran, sehingga nasrullah akan selalu mnolong kita.Amien.&lt;i&gt;Walllahualam bishowab&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kiriman dari Pembaca : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TNgcWDN0fCI/AAAAAAAAAF4/PuFXNyH_4uA/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;DARIyanto &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-6095037488601250055?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/6095037488601250055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/11/building-trust.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/6095037488601250055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/6095037488601250055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/11/building-trust.html' title='BUILDING TRUST'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TNgcWDN0fCI/AAAAAAAAAF4/PuFXNyH_4uA/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-1467854044368585891</id><published>2010-10-31T03:02:00.001-07:00</published><updated>2010-11-16T11:44:48.996-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Foto Kegiatan CIP  di SMPN Gampengrejo 1 Kediri</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/S-U9k8oNbLI/AAAAAAAAAAM/CPtsDR7JHVw/s1600/FORSIRS+BLOG+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="107" src="http://2.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/S-U9k8oNbLI/AAAAAAAAAAM/CPtsDR7JHVw/s400/FORSIRS+BLOG+copy.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM9CFljnrjI/AAAAAAAAAFM/VkqAYpmvZa8/s1600/cip+4.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="262" src="http://1.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM9CFljnrjI/AAAAAAAAAFM/VkqAYpmvZa8/s400/cip+4.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM8_2s8NqkI/AAAAAAAAAE4/LOIzu8lfgyM/s1600/cip.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="255" src="http://4.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM8_2s8NqkI/AAAAAAAAAE4/LOIzu8lfgyM/s400/cip.JPG" width="400" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM9AdgdbceI/AAAAAAAAAE8/LfEq3nZwRj0/s1600/cip+2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://2.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM9AdgdbceI/AAAAAAAAAE8/LfEq3nZwRj0/s400/cip+2.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM9BXaldWzI/AAAAAAAAAFE/6ekB9hYWeHc/s1600/cip+3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="http://3.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM9BXaldWzI/AAAAAAAAAFE/6ekB9hYWeHc/s400/cip+3.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM9Aqsjqk5I/AAAAAAAAAFA/iffqDDpRis8/s1600/fs.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM9Aqsjqk5I/AAAAAAAAAFA/iffqDDpRis8/s400/fs.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM9CRY_flMI/AAAAAAAAAFQ/wjUNEDI1Sek/s1600/cip.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="282" src="http://2.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM9CRY_flMI/AAAAAAAAAFQ/wjUNEDI1Sek/s400/cip.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-1467854044368585891?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/1467854044368585891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/10/foto-kegiatan-cip.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/1467854044368585891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/1467854044368585891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/10/foto-kegiatan-cip.html' title='Foto Kegiatan CIP  di SMPN Gampengrejo 1 Kediri'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/S-U9k8oNbLI/AAAAAAAAAAM/CPtsDR7JHVw/s72-c/FORSIRS+BLOG+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-999833170486195914</id><published>2010-10-31T02:34:00.001-07:00</published><updated>2010-11-16T11:45:25.743-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>CIP (Cangkru'an Islami Pagi)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM86mUFN1yI/AAAAAAAAAEw/p_ZE9LcG_3I/s1600/cip.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="280" src="http://4.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM86mUFN1yI/AAAAAAAAAEw/p_ZE9LcG_3I/s400/cip.jpg" width="400" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;CIP (Cankru'an Islami Pagi ) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-999833170486195914?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/999833170486195914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/10/cip-cangkruan-islami-pagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/999833170486195914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/999833170486195914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/10/cip-cangkruan-islami-pagi.html' title='CIP (Cangkru&apos;an Islami Pagi)'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TM86mUFN1yI/AAAAAAAAAEw/p_ZE9LcG_3I/s72-c/cip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-7966730261387915224</id><published>2010-10-26T12:17:00.000-07:00</published><updated>2010-11-16T11:45:51.705-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hazanah'/><title type='text'>Meraih Limpahan Pahala di Awal Dzulhijah</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TMcp97lgIrI/AAAAAAAAAEs/OGKJazWMp0o/s1600/doa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" nx="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TMcp97lgIrI/AAAAAAAAAEs/OGKJazWMp0o/s200/doa.jpg" width="173" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/i&gt; masih memberikan kita berbagai macam nikmat, kita pun diberi anugerah akan berjumpa dengan bulan Dzulhijah. Berikut kami akan menjelasakan keutamaan beramal di awal bulan Dzulhijah dan apa saja amalan yang dianjurkan ketika itu. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di antara yang menunjukkan keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah adalah hadits Ibnu ‘Abbas, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).”&lt;/i&gt; Para sahabat bertanya: &lt;i&gt;“Tidak pula jihad di jalan Allah?”&lt;/i&gt; Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; menjawab: &lt;i&gt;“Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.”&lt;/i&gt; [1]&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sepuluh hari bulan Dzulhijah terdapat hari Arofah dan hari an nahr (Idul Adha). Kedua hari tersebut adalah hari yang mulia sebagaimana terdapat dalam hadits ‘Abdullah bin Qurth, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari an nahr (Idul Adha) kemudian yaumul qorr (hari setelah hari an nahr).” &lt;/i&gt;[2]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keutamaan Beramal di Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hadits Ibnu ‘Abbas di atas menunjukkan bahwa amalan di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari lainnya dan di sini tidak ada pengecualian. Jika dikatakan bahwa amalan di hari-hari tersebut lebih dicintai oleh Allah, itu menunjukkan bahwa beramal di waktu itu adalah sangat utama di sisi-Nya.” [3]&lt;br /&gt;Bahkan jika seseorang melakukan amalan yang mafdhul (kurang utama) di hari-hari tersebut, maka bisa jadi lebih utama daripada seseorang melakukan amalan yang utama di selain sepuluh hari awal bulan Dzulhijah. Karena Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; ketika ditanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Beliau pun menjawab, &lt;i&gt;“Tidak pula jihad di jalan Allah.” &lt;/i&gt;Lalu beliau memberi pengecualian yaitu jihad dengan mengorbankan jiwa raga. Padahal jihad sudah kita ketahui bahwa ia adalah amalan yang mulia dan utama. Namun amalan yang dilakukan di awal bulan Dzulhijah tidak kalah dibanding jihad, walaupun amalan tersebut adalah amalan mafdhul (yang kurang utama) dibanding jihad. [4]&lt;br /&gt;Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hal ini menunjukkan bahwa amalan mafdhul (yang kurang utama) jika dilakukan di waktu afdhol (utama) untuk beramal, maka itu akan menyaingi amalan afdhol (amalan utama) di waktu-waktu lainnya. Amalan yang dilakukan di waktu afdhol untuk beramal akan memiliki pahala berlebih karena pahalanya yang akan dilipatgandakan.” [5] Mujahid mengatakan, “Amalan di sepuluh hari pada awal bulan Dzulhijah akan dilipatgandakan.” [6]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Amalan di Awal Dzulhijah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijah berlaku untuk amalan apa saja, tidak terbatas pada amalan tertentu [7]. Di antara amalan yang dianjurkan di awal Dzulhijah adalah amalan puasa. Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; mengatakan, “Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya [8], …” [9]&lt;br /&gt;Namun ada sebuah riwayat dari ‘Aisyah yang menyebutkan, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berpuasa pada sepuluh hari bulan Dzulhijah sama sekali.” [10] Mengenai riwayat ini, Imam Ahmad menjelaskan bahwa yang dimenangkan adalah perkataan yang menetapkan adanya puasa sembilan hari Dzulhijah, yaitu hadits pertama. Namun dalam penjelasan lainnya, Imam Ahmad menjelaskan bahwa maksud riwayat ‘Aisyah adalah Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; tidak berpuasa penuh selama sepuluh hari Dzulhijah. Sedangkan maksud riwayat Hafshoh adalah Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berpuasa di mayoritas hari yang ada. Jadi, hendaklah berpuasa di sebagian hari dan berbuka di sebagian hari lainnya. [11]&lt;br /&gt;Kesimpulan: Boleh berpuasa penuh selama sembilan hari bulan Dzulhijah (dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijah) atau berpuasa pada sebagian harinya.&lt;br /&gt;Catatan: Kadang dalam hadits disebutkan berpuasa pada sepuluh hari awal Dzulhijah. Yang dimaksudkan adalah mayoritas dari sepuluh hari awal Dzulhijah, hari Idul Adha tidak termasuk di dalamnya dan tidak diperbolehkan berpuasa pada hari ‘Ied. [12]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keutamaan Hari Arofah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di antara keutamaan hari Arofah (9 Dzulhijah) disebutkan dalam hadits berikut, &lt;i&gt;“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah di hari Arofah (yaitu untuk orang yang berada di Arofah). Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?”&lt;/i&gt; [13]&lt;br /&gt;Keutamaan yang lainnya, hari arofah adalah waktu mustajabnya do’a. Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah.”&lt;/i&gt; [14] Maksudnya, inilah doa yang paling cepat dipenuhi atau terkabulkan. [15] Jadi hendaklah kaum muslimin memanfaatkan waktu ini untuk banyak berdoa pada Allah. Do’a ketika ini adalah do’a yang mustajab karena dilakukan pada waktu yang utama.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jangan Tinggalkan Puasa Arofah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang tidak berhaji dianjurkan untuk menunaikan puasa Arofah yaitu pada tanggal 9 Dzulhijah. Hal ini berdasarkan hadits Abu Qotadah, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”&lt;/i&gt; [16] Hadits ini menunjukkan bahwa puasa Arofah lebih utama daripada puasa ‘Asyuro. Di antara alasannya, Puasa Asyuro berasal dari Nabi Musa, sedangkan puasa Arofah berasal dari Nabi kita Muhammad &lt;i&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. [17] Keutamaan puasa Arofah adalah akan menghapuskan dosa selama dua tahun dan dosa yang dimaksudkan di sini adalah dosa-dosa kecil. Atau bisa pula yang dimaksudkan di sini adalah diringankannya dosa besar atau ditinggikannya derajat. [18]&lt;br /&gt;Sedangkan untuk orang yang berhaji tidak dianjurkan melaksanakan puasa Arofah. Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata, “Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; tidak berpuasa ketika di Arofah. Ketika itu beliau disuguhkan minuman susu, beliau pun meminumnya.” [19]&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar bahwa beliau ditanya mengenai puasa hari Arofah di Arofah. Beliau mengatakan, “Aku pernah berhaji bersama Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan beliau tidak menunaikan puasa pada hari Arofah. Aku pun pernah berhaji bersama Abu Bakr, beliau pun tidak berpuasa ketika itu. Begitu pula dengan ‘Utsman, beliau tidak berpuasa ketika itu. Aku pun tidak mengerjakan puasa Arofah ketika itu. Aku pun tidak memerintahkan orang lain untuk melakukannya. Aku pun tidak melarang jika ada yang melakukannya.” [20]&lt;br /&gt;Dari sini, yang lebih utama bagi orang yang sedang berhaji adalah tidak berpuasa ketika hari Arofah di Arofah dalam rangka meneladani Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan para Khulafa’ur Rosyidin (Abu Bakr, ‘Umar dan ‘Utsman), juga agar lebih menguatkan diri dalam berdo’a dan berdzikir ketika wukuf di Arofah. Inilah pendapat mayoritas ulama. [21]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Puasa Hari Tarwiyah (8 Dzulhijah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada riwayat yang menyebutkan, &lt;i&gt;“Puasa pada hari tarwiyah (8 Dzulhijah) akan mengampuni dosa setahun yang lalu.”&lt;/i&gt; Ibnul Jauzi [22], Asy Syaukani [23], dan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini &lt;i&gt;dho’if&lt;/i&gt; (lemah). [24]&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak perlu berniat khusus untuk berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah karena hadisnya dha’if (lemah). Namun jika berpuasa karena mengamalkan keumuman hadits shahih yang menjelaskan keutamaan berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, maka itu diperbolehkan. &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jika Tanggal 9 Dzulhijah di Saudi Arabia Berbeda dengan Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika wukuf di Arofah lebih dulu dari tanggal 9 Dzulhijah di Indonesia, manakah yang harus diikuti dalam berpuasa Arofah?&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin mengatakan, “Dalam puasa hari Arofah, engkau tetap mengikuti negerimu.” Alasan beliau adalah kita tetap mengikuti hilal di negeri ini bukan mengikuti hilal Saudi Arabia. Jika kemunculan hilal Dzulhijjah di negara kita selang satu hari setelah ru’yah di Mekkah sehingga tanggal 9 Dzulhijjah di Mekkah itu baru tanggal 8 Dzulhijjah di negara kita, maka kita seharusnya kita berpuasa Arofah pada tanggal 9 Dzulhijjah meski hari tersebut bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah di Mekkah. Inilah pendapat yang paling kuat dalam masalah ini karena Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Jika kalian melihat hilal Ramadhan hendaklah kalian berpuasa dan jika kalian melihat hilal Syawal hendaknya kalian berhari raya”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Semoga Allah memudahkan kita beramal sholih dengan ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Nabi-Nya. [Muhammad Abduh Tuasikal]&lt;br /&gt;_____________&lt;br /&gt;[1] HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini &lt;i&gt;shahih&lt;/i&gt;. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim [2] HR. Abu Daud no. 1765. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini &lt;i&gt;shahih&lt;/i&gt; [3] &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Latho-if Al Ma’arif&lt;/i&gt;, hal. 456 [4] Lihat Latho-i&lt;i&gt;Latho-if Al Ma’arif&lt;/i&gt;f Al Ma’arif, hal. 457 dan 461 [5] Idem [6] &lt;i&gt;Latho-if Al Ma’arif&lt;/i&gt;, hal. 458 [7] Lihat &lt;i&gt;Tajridul Ittiba’&lt;/i&gt;, Syaikh Ibrahim bin ‘Amir Ar Ruhailiy, hal. 116, 119-121, Dar Al Imam Ahmad [8] Yang jadi patokan di sini adalah bulan Hijriyah, bukan bulan Masehi [9] HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini &lt;i&gt;shahih&lt;/i&gt; [10] HR. Muslim no. 1176, dari ‘Aisyah [11] &lt;i&gt;Latho-if Al Ma’arif&lt;/i&gt;, hal. 459-460 [12] Lihat &lt;i&gt;Fathul Bari&lt;/i&gt;, 3/390 dan &lt;i&gt;Latho-if Al Ma’arif&lt;/i&gt;, hal. 460 [13 HR. Muslim no. 1348, dari ‘Aisyah [14] HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini &lt;i&gt;hasan&lt;/i&gt; [15] Lihat &lt;i&gt;Tuhfatul Ahwadziy&lt;/i&gt;, Muhammad ‘Abdurrahman bin ‘Abdurrahim Al Mubarakfuri Abul ‘Ala, 8/482, &lt;i&gt;Mawqi’ Al Islam&lt;/i&gt; [16] HR. Muslim no. 1162, dari Abu Qotadah [17] Lihat &lt;i&gt;Fathul Bari&lt;/i&gt;, 6/286 [18] Lihat &lt;i&gt;Syarh Muslim&lt;/i&gt;, An Nawawi, 4/179, &lt;i&gt;Mawqi’ Al Islam&lt;/i&gt; [19] HR. Tirmidzi no. 750. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits tersebut &lt;i&gt;hasan shohih&lt;/i&gt;. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini &lt;i&gt;shahih&lt;/i&gt; [20] HR. Tirmidzi no. 751. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini &lt;i&gt;shahih&lt;/i&gt; [21] Lihat &lt;i&gt;Shahih Fiqih Sunnah&lt;/i&gt;, Abu Malik, 2/137, &lt;i&gt;Al Maktabah At Taufiqiyah&lt;/i&gt; [22] Lihat &lt;i&gt;Al Mawdhu’at&lt;/i&gt;, 2/565, dinukil dari &lt;a href="http://dorar.net/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;10bce&amp;quot;, event);" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: #3b5998;"&gt;http://dorar.net/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; [23] Lihat &lt;i&gt;Al Fawa-id Al Majmu’ah&lt;/i&gt;, hal. 96, dinukil dari &lt;a href="http://dorar.net/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;10bce&amp;quot;, event);" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: #3b5998;"&gt;http://dorar.net/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; [24] Lihat &lt;i&gt;Irwa’ul Gholil&lt;/i&gt; no. 956 [25] &lt;i&gt;Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Ibnu ‘Utsaimin&lt;/i&gt;, 17/25, &lt;i&gt;Asy Syamilah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/meraih-limpahan-pahala-di-awal-dzulhijah" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;10bce&amp;quot;, event);" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: #3b5998;"&gt;http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/meraih-limpahan-pahala-di-awal-dzulhijah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-7966730261387915224?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/7966730261387915224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/10/meraih-limpahan-pahala-di-awal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/7966730261387915224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/7966730261387915224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/10/meraih-limpahan-pahala-di-awal.html' title='Meraih Limpahan Pahala di Awal Dzulhijah'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TMcp97lgIrI/AAAAAAAAAEs/OGKJazWMp0o/s72-c/doa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-9072962178625548703</id><published>2010-09-08T17:22:00.000-07:00</published><updated>2010-11-16T11:46:06.421-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hazanah'/><title type='text'>Setelah Ramadhan Berlalu</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:mqr1XUuexlTjPM:http://i708.photobucket.com/albums/ww90/raf234_photos/crying.jpg&amp;amp;t=1" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:mqr1XUuexlTjPM:http://i708.photobucket.com/albums/ww90/raf234_photos/crying.jpg&amp;amp;t=1" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setelah bulan Ramadhan berlalu, orang akan terbagi menjadi beberapa bagian,&lt;br /&gt;namun secara garis besarnya mereka terbagi dua kelompok:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kelompok yang pertama:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang yang pada bulan Ramadhan tampak sungguh-sungguh dalam ketaatan,&lt;br /&gt;sehinggga orang tersebut selalu dalam keadaan sujud, shalat, membaca&lt;br /&gt;Al-Quran atau menangis, sehingga bisa-bisa anda lupa akan ahli ibadahnya&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;orang-orang terdahulu (salaf). Anda akan tertegun melihat kesungguhan dan&lt;br /&gt;giatnya dalam beribadah. Namun itu semua hanya berlalu begitu saja bersama&lt;br /&gt;habisnya bulan Ramadhan, dan setelah itu ia kembali lagi bermalas-malasan,&lt;br /&gt;kembali mendatangi maksiat seolah-olah ia baru saja dipenjara dengan&lt;br /&gt;berbagai macam ketaatan kembalilah ia terjerumus dalam syahwat dan&lt;br /&gt;kelalaian. Kasihan sekali orang-orang seperti ini.&lt;br /&gt;Sesungguhnya kemaksiatan itu adalah sebab dari kehancuran karena dosa adalah&lt;br /&gt;ibarat luka-luka, sedang orang yang terlalu banyak lukanya maka ia mendekati&lt;br /&gt;kebinasaan. Banyak sekali kemaksitan-kemaksiatan yang dapat menghalangi&lt;br /&gt;seorang hamba untuk mengucap “La ilaha illallah” ketika sakaratul maut.&lt;br /&gt;Setelah sebulan penuh ia hidup dengan iman, Al-Quran serta amalan-amalan&lt;br /&gt;yang mendekatkan diri kepada Allah, tiba-tiba saja ia ulangi&lt;br /&gt;perbuatan-perbuatan maksiatnya di masa lalu. Mereka itulah hamba-hamba&lt;br /&gt;musiman mereka tidak mengenal Allah kecuali hanya pada satu musim saja&lt;br /&gt;(yakni Ramadhan), atau hanya ketika di timpa kesusahan, jika musim atau&lt;br /&gt;kesusahan itu telah berlalu maka ketaatannyapun ikut berlalu.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kelompok yang kedua:&lt;/b&gt; Orang yang bersedih ketika berpisah dengan bulan Ramadhan mereka&lt;br /&gt;rasakan nikmatnya kasih dan penjagaan Allah, mereka lalui dengan penuh&lt;br /&gt;kesabaran, mereka sadari hakekat keadaan dirinya, betapa lemah, betapa&lt;br /&gt;hinanya mereka di hadapan Yang Maha Kuasa, mereka berpuasa dengan&lt;br /&gt;sebenar-benarnya, mereka shalat dengan sungguh-sungguh. Perpisahan dengan&lt;br /&gt;bulan Ramadhan membuat mereka sedih, bahkan tak jarang di antara mereka yang&lt;br /&gt;meneteskan air mata.&lt;br /&gt;Apakah keduanya itu sama? Segala puji hanya bagi Allah! Dua golongan ini&lt;br /&gt;tidaklah sama, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;“ Katakanlah; Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaan masing-masing ..”&lt;br /&gt;(Al-Isra’: 84).&lt;br /&gt;Para ahli tafsir mengatakan, makna ayat ini adalah bahwa setiap orang&lt;br /&gt;berbuat sesuai dengan keadaan akhlaq yang sudah biasa ia jalani.&lt;br /&gt;Barang siapa berpuasa siang hari di bulan Ramadhan dan shalat di malam&lt;br /&gt;harinya, melakukan kewajiban-kewajibannya, menahan pandangan-nya, menjaga&lt;br /&gt;anggota badan serta menjaga shalat jum’at dan jama’ah dengan sungguh-sungguh&lt;br /&gt;untuk menyempurnakan ketaatannya sesuai yang ia mampu maka bolehlah ia&lt;br /&gt;berharap mendapat ridha Allah, kemenangan di Surga dan selamat dari api&lt;br /&gt;Neraka. Orang yang tidak menjadikan ridha Allah sebagai tujuannya maka Allah&lt;br /&gt;tidak akan melihatnya.Jangan seperti orang yang merusak tenunan yang kuat&lt;br /&gt;hingga bercerai berai&lt;br /&gt;Hati-hatilah, jangan seperti seorang wanita yang memintal benang (menenun)&lt;br /&gt;dari kain tersebut ia bikin sebuah gamis atau baju. Ketika semuanya telah&lt;br /&gt;usai dan nampak kelihatan indah, maka tiba-tiba saja ia potong kain tersebut&lt;br /&gt;dan ia cerai beraikan, helai-demi helai benang dengan tanpa sebab.&lt;br /&gt;Berhati-hati jualah Anda! jangan sampai seperti seorang yang diberi oleh&lt;br /&gt;Allah keimanan dan Al-Quran namun ia berpaling dari keduanya, dan ia&lt;br /&gt;lepaskan keduanya sebagaimana seekor domba yang dikuliti, akhirnya ia masuk&lt;br /&gt;keperngkap syetan sehingga jadi orang yang merugi, orang yang terjerumus di&lt;br /&gt;dalam jurang yang dalam, menjadi pengikut hawa nafsunya, Naudzu billah&lt;br /&gt;mindzalik.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, artinya:&lt;br /&gt;“Dan bacakanlah kepada mereka berita kepada orang yang telah kamu berikan&lt;br /&gt;kepadanya ayat-ayat Kami, kemudian mereka melepaskan diri dari ayat-ayat itu&lt;br /&gt;lalu dia diikuti oleh syetan sampai ia tergoda, maka jadilah ia termasuk&lt;br /&gt;orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki sesunguhnya Kami&lt;br /&gt;tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu. Tetapi ia cenderung kepada dunia&lt;br /&gt;dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannnya seperti&lt;br /&gt;anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya, dan jika kamu&lt;br /&gt;membarrkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpa-maan&lt;br /&gt;orang yang mendustakan ayat-ayat Kami maka ceritaklah (kepada mereka)&lt;br /&gt;kisah-kisah itu agar mereka berfikir.“ (Al-A’raaf: 175-176).&lt;br /&gt;Amal yang paling dicintai oleh AllahRasulullah n pernah ditanya: Amalan apa&lt;br /&gt;yang paling di sukai Allah? Beliau menjawab: “Yakni yang terus menerus&lt;br /&gt;walaupun sedikit”.&lt;br /&gt;Aisyah radhiyallah 'anha ditanya: Bagaimana Rasulullah mengerjakan sesuatu&lt;br /&gt;amalan, apakah ia pernah mengkhusus-kan sesuatu sampai beberapa hari&lt;br /&gt;tertentu, ia menjawab: “Tidak, namun Beliau mengerjakan secara terus&lt;br /&gt;menerus, dan siapapun diantara kalian hendaknya ia jika mampu mengerjakan&lt;br /&gt;sebagaimana yang di kerjakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam .&lt;br /&gt;Hadits ini memberikan beberapa pelajaran, antara lain:&lt;br /&gt;Hendaknya, seluruh kebajikan kita laksanakan secara keseluruhan tanpa&lt;br /&gt;pilih-pilih menurut kemampuan kita dan dikerjakan secara rutin.&lt;br /&gt;Tengah-tengah dalam beribadah (sedang-sedang), dan menjauhi segala bentuk&lt;br /&gt;berlebihan, agar jiwa selalu bersemangat dan lapang, maka dengan ini akan&lt;br /&gt;tercapai segala tujuan ibadah, dan sempurna dari berbagai segi.&lt;br /&gt;Supaya rutin dalam beramal, suatu amalan meskipun sedikit jika dilakukan&lt;br /&gt;secara terus menerus lebih baik dari pada amalan yang banyak namun terputus.&lt;br /&gt;Dengan demikian amalan yang sedikit namun rutin akan memberi buah dan nilai&lt;br /&gt;tambah yang berlipat ganda dari pada amalan banyak yang terputus.Terus&lt;br /&gt;Beribadah Hingga Ajal Menjemput&lt;br /&gt;Allah Yang Maha Suci dan Maha Mulia telah berfirman kepada hamba dan&lt;br /&gt;RasulNya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;“Beribadah kamu kepada Rabb-mu hingga datang kepadamu Al Yaqin”. Ya’ni maut.&lt;br /&gt;(Al-Hijr: 44).&lt;br /&gt;Maksud ayat ini adalah: Janganlah kamu berhenti dari beribadah sehingga kamu&lt;br /&gt;mati. jadikanlah batas ibadah adalah batas kehidupan.&lt;br /&gt;Telah berkata hamba Allah Nabi Isa alaihi salam (dalam Al Quran), artinya:&lt;br /&gt;“Dan Dia telah memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan)&lt;br /&gt;zakat selama aku masih hidup.” (Maryam: 31).&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya jika anak adam&lt;br /&gt;meninggal maka putus sudah amalnya..” Maka dari sini tiada yang membatasi&lt;br /&gt;atau memutuskan amal ibadah kecuali bila telah datang maut. Jadi meskipun&lt;br /&gt;bulan Ramadhan telah berlalu maka seoarang Mukmin hendaknya jangan berhenti&lt;br /&gt;dari menjalankan puasa, karena masih banyak puasa-puasa yang lain yang di&lt;br /&gt;syariatkan dalam waktu setahun seperti puasa tiga hari dalam tiap bulan,&lt;br /&gt;puasa senin kamis, puasa Arofah dan lain-lain. Demikian juga meskipun qiyam&lt;br /&gt;di bulan Ramadhan (tarawih) telah usai maka seorang mukmin janganlah&lt;br /&gt;berhenti dari menjalakan shalat malam.&lt;br /&gt;Maka hendaklah Anda bersemangat untuk tetap teruskan kontinyu dalam&lt;br /&gt;beribadah sesuai dengan kemampuan Anda, dan perlu Anda ketahui beberapa cara&lt;br /&gt;untuk tetap berada di atas dinnullah dan ketaatan kepada-Nya:1. Berdo’a&lt;br /&gt;supaya senantiasa tetap diatas agama Allah, sebagaimana Rasulullah&lt;br /&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam banyak-banyak membaca do’a, dengan sabdaNya:&lt;br /&gt;“Wahai dzat yang membolak-balikkan hati tetapkan-lah hatiku di atas&lt;br /&gt;agama-Mu: (HR. At-Tirmidzi 4/390).2. Sabar, firman Allah (Al-Ankabut:&lt;br /&gt;58-59).3. Menelusuri jejak orang-orang shaleh, firman Allah (Hud: 120).4.&lt;br /&gt;Dzikrullah dan membaca Al-Quran.5. Mempelajari ilmu syar’i dan&lt;br /&gt;meng-amalkannya, firman Allah (An Nahl: 102).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terakhir, &lt;/b&gt;ketahuilah bahwa termasuk ciptaan Allah adalah Surga, yang jika&lt;br /&gt;anda ingin mendatanginya nampak penuh dengan kesusahan, dan ciptaan Allah&lt;br /&gt;yang lain adalah neraka, yang jika anda mendatanginya terasa sangat&lt;br /&gt;menyenangkan. Surga itu dihijab dengan hal-hal yang tidak disukai hawa&lt;br /&gt;nafsu, sedangkan neraka dihijab dengan syahwat dan hal-hal yang&lt;br /&gt;menyenangkan. Maka apakah termasuk orang-orang yang berakal jika seseorang&lt;br /&gt;menjual surga dan seisinya dengan kesenangan yang sesaat.&lt;br /&gt;Jikalau Anda berkata: “Sesungguh-nya meninggalkan syahwat (kesenang-an yang&lt;br /&gt;menjerumuskan) itu perkara yang susah dan sulit. Saya (pengarang buku)&lt;br /&gt;menjawab: “Sesungguhnya rasa berat itu hanyalah bagi orang-orang yang&lt;br /&gt;meninggalkan syahwat bukan karena Allah. Adapun jika anda meninggalkannya&lt;br /&gt;secara sungguh-sungguh dan ikhlas, maka tidak akan terasa berat atau susah&lt;br /&gt;meninggalkan-nya kecuali pada awal permulaan saja, dan ini untuk menguji&lt;br /&gt;apakah benar-benar ingin meninggalkannnya atau hanya-main-main saja. Jika&lt;br /&gt;dalam masa-masa ini mau bersabar maka anda akan mendapati keutamaan dan&lt;br /&gt;kenikmatan dari Allah yang begitu membahagiakan, karena orang yang&lt;br /&gt;meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang&lt;br /&gt;lebih baik.&lt;br /&gt;Sebagai perumpamaan dari hal tersebut, yakni kaum muhajirin yang berhijrah&lt;br /&gt;meninggalkan harta mereka, tanah kelahiran mereka, kerabat dan teman,&lt;br /&gt;semata-mata karena Allah maka akhirnya mengganti dengan rizqi-rizqi luas di&lt;br /&gt;dunia dan di surga.&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim alaihis salam ketika pergi meninggalkan kaumnya, bapaknya dan&lt;br /&gt;apa-apa yang mereka sembah selain Allah, akhirnya Allah memberikan putra&lt;br /&gt;Ishaq alaihis salam dan Yakub alaihis salam serta anak turunan yang shaleh,&lt;br /&gt;Nabi Yusuf alaihis salam juga manakala ia bisa menahan nafsu dan menjaganya&lt;br /&gt;agar tidak tergoda rayuan dari majikannya. Dan ia bersabar di dalam penjara,&lt;br /&gt;ia lebih suka kepada penjara tersebut agar menjauhkan diri dari lingkaran&lt;br /&gt;kejahatan dan fitnah. Maka akhirnya Allah mengganti dengan kedudukan yang&lt;br /&gt;mulia di muka bumi. (Sumber; Wa Madza ba’da Ramadhan )&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-9072962178625548703?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/9072962178625548703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/09/setelah-ramadhan-berlalu_08.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/9072962178625548703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/9072962178625548703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/09/setelah-ramadhan-berlalu_08.html' title='Setelah Ramadhan Berlalu'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-9056927563598840653</id><published>2010-09-08T16:25:00.000-07:00</published><updated>2010-11-16T11:46:28.694-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><title type='text'>Puisi Perpisahan Ramadhan 1431 H</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ndunx.files.wordpress.com/2010/03/sedih.jpg?w=300&amp;amp;h=240" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://ndunx.files.wordpress.com/2010/03/sedih.jpg?w=300&amp;amp;h=240" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Disini, terlalu&amp;nbsp; mendongak berharap terwujud berbuka berja a'ah, &lt;br /&gt;di ana ada kese patan&amp;nbsp; elakukan pun bagaikan&amp;nbsp; endapat durian jatuh. &lt;br /&gt;Seperti punguk&amp;nbsp; erindukan bulan, &lt;br /&gt;tatkala&amp;nbsp; enda ba&amp;nbsp; enaikkan kualitas hubungan dengan Yang Diatas, &lt;br /&gt;anis lantunan pujian&amp;nbsp; enyebut na a Mu, &lt;br /&gt;kenyataan dengan sesa a seperti&amp;nbsp; encari jaru&amp;nbsp; dala&amp;nbsp; tu pukkan jera i. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target tilawah penuh, jauh... &lt;br /&gt;Kilat&amp;nbsp; enya bar di tengah terik&amp;nbsp; atahari untuk&amp;nbsp; enuju khata , &lt;br /&gt;per ayat saja laksana kucing&amp;nbsp; engincar tikus. &lt;br /&gt;tikaf setali tiga uang, ke baran angan-angan &lt;br /&gt;dala&amp;nbsp; detik&amp;nbsp; elahirkan&amp;nbsp; enit yang tu buh&amp;nbsp; enjadi waktu &lt;br /&gt;diri&amp;nbsp; asih berpeluh dengan najis dan laknat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ra adhan datang dan ke bali &lt;br /&gt;wanginya hanya&amp;nbsp; a pir di hidung, ge pitanya hanya singgah di telinga, tapi &lt;br /&gt;tidak terbukti dala&amp;nbsp; sikap. &lt;br /&gt;Diri tidak se purna&amp;nbsp; encair,&amp;nbsp; eleleh pun bagaikan bunga tidak berputik. &lt;br /&gt;Terpaku dala&amp;nbsp; kubangan dosa dan salah &lt;br /&gt;jerit jiwa raga sebatas&amp;nbsp; e berontak. &lt;br /&gt;Bangsa, penguasa, atau isi jiwa yang salah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebut panggung yang aku ala i bersa a ribuan hati dan jiwa yang serupa &lt;br /&gt;beruntung penduduk bu i khatulistiwa, tinggal niat dan pelaksanaan. &lt;br /&gt;Lapangkan jalan, luaskan kese patan &lt;br /&gt;disini ribuan hati dan jiwa yang serupa terpenjara pagar tetangga. &lt;br /&gt;Ya Allah! &lt;br /&gt;Aku diantaranya... &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-9056927563598840653?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/9056927563598840653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/09/puisi-perpisahan-ramadhan-1431-h.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/9056927563598840653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/9056927563598840653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/09/puisi-perpisahan-ramadhan-1431-h.html' title='Puisi Perpisahan Ramadhan 1431 H'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-3736253122348593198</id><published>2010-09-08T16:08:00.000-07:00</published><updated>2010-11-16T11:46:44.144-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hazanah'/><title type='text'>Setelah Ramadhan Berlalu...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/perbanyak_ibadah_di_bulan_puasa_ilustrasi_100811135301.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://static.republika.co.id/images/perbanyak_ibadah_di_bulan_puasa_ilustrasi_100811135301.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ramadhan, bulan yang pernuh berkah, akan segera berakhir. Ia akan berganti dengan bulan Syawal, bulan peningkatan ibadah, sebagaimana makna Syawal, yaitu meningkat. Itu karena, telah melalui proses pembekalan dan pelatihan selama bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan religius selama Ramadhan hendaknya terus meningkat dan menjadi spirit dalam melaksanakan ajaran agama pada sebelas bulan berikutnya. Karena itu, setidaknya ada beberapa amaliah yang harus dipertahankan pasca-Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, puasa sunah. Puasa Syawal merupakan penyempurna puasa Ramadhan. "Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, ia seperti berpuasa satu tahun penuh." (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, shalat berjamaah. Bila di bulan Ramadhan kita senantiasa melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau mushala, setidaknya itu bisa berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Minimal shalat Isya dan Subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya, shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak." (HR Bukhari Muslim). Lihat juga keterangan DR Raghib As-Sirjani dalam kitab Kaifa Nuhafidzu 'Ala Shalatil Fajri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, qiyamullail. Shalat Tarawih pada bulan Ramadhan merupakan bagian dari shalat malam yang harus dilanjutkan pada bulan lainnya. "Rahmat Allah akan diturunkan ke bumi pada setiap malam ketika malam pada bulan Ramadhan tinggal sepertiga terakhir. Dia berkata, kemana hamba-Ku yang berdoa, akan Aku kabulkan doanya. Kemanakah hamba-Ku yang meminta, Aku akan penuhi permintaannya. Kemana pula hamba-Ku yang beristigfar, Aku akan ampuni dosanya." (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, membaca Alquran. Kebiasaan tadarus Alquran hendaknya senantiasa bertambah sesudah Ramadhan. "Orang yang membaca Alquran dan ia mahir (membaca dengan tartil) akan bersama para malaikat yang mulia dan taat (di akhirat). Sedangkan, seseorang membaca Alquran dan ia merasa susah dalam membacanya, tetapi ia selalu berusaha, ia akan mendapat dua pahala." (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, tidak berbohong. Orang yang berkata jujur pasti akan mendapatkan kebaikan. "Sesungguhnya, berkata jujur membawa kepada kebaikaan dan sesungguhnya kebaikan itu membawa ke surga. Seseorang akan selalu berlaku jujur sehingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Sesungguhnya, berbohong itu membawa kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu membawa ke neraka. Seseorang akan selalu berdusta sehingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta." (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, gemar berinfak. "Perumpamaan orang yang menginfakan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai yang pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui." (QS Al-Baqarah [2]: 261). Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/09/06/133849-amaliah-setelah-ramadhan-berlalu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-3736253122348593198?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/3736253122348593198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/09/setelah-ramadhan-berlalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/3736253122348593198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/3736253122348593198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/09/setelah-ramadhan-berlalu.html' title='Setelah Ramadhan Berlalu...'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-6937770272671484510</id><published>2010-08-31T17:18:00.001-07:00</published><updated>2010-11-16T11:46:57.779-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video'/><title type='text'>ForSiRS Animate</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TH2b04hd58I/AAAAAAAAAEY/4HS1zsjISLU/s1600/lo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TH2b04hd58I/AAAAAAAAAEY/4HS1zsjISLU/s320/lo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;object height="450" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/yoyFUdZwjxE?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/yoyFUdZwjxE?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="560" height="450"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-6937770272671484510?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/6937770272671484510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/08/forsirs-animate.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/6937770272671484510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/6937770272671484510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/08/forsirs-animate.html' title='ForSiRS Animate'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TH2b04hd58I/AAAAAAAAAEY/4HS1zsjISLU/s72-c/lo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-5145434125467622130</id><published>2010-08-14T10:10:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T05:46:44.255-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan'/><title type='text'>PONDOK RAMADHAN SMK PGRI KRAS Kediri by ForSiRS Kediri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TGbKoe0_aII/AAAAAAAAAEI/2ZOq1kbB-rY/s1600/P1010772.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TGbKoe0_aII/AAAAAAAAAEI/2ZOq1kbB-rY/s320/P1010772.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi kaum muslimin dimana tidak semua orang diberikan kesempatan oleh Allah untuk bertemu dengan bulan yang mulia ini. Ketika telah bertemu Ramadhan mereka berlomba-lomba dalam mengabdi kepada Allah SWT dengan berbagai macam cara yang telah dianjurkan dan dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Mulai dari Membaca al-Qur'an, Berzikir, Sholat Sunah, Berdakwah dll.&lt;br /&gt;Termasuk apa yang telah dilakukan oleh Team ForSiRS (Forum Silaturahim Remaja Sekolah) Kediri dengan Program "R2TS (Ramadhan Road To School ) , pada kesempatan kali ini berada di SMK PGRI Kras Kab Kediri.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya Hari Jum'at s.d Sabtu Tanggal 3-4 Ramadhan 1431H atau bertepatan dengan tanggal 13-14 Agustus 2010M team ForSiRS memberikan pembinaan dalam kegiatan Pondok Ramadhan di sekolah tersebut. Dan Alhamdulillah dari Quesioner yang telah kami sebarkan kepada para peserta didik, ternyata mayoritas mereka merespon positif kegiatan ini. Insya Allah kegiatan road to school semacam ini akan kami kembangkan walaupun di luar ramadhan nanti. Sementara tulisan ini diterbitkan SMP Gampengrejo 1 Kediri telah menunggu kami pada tanggal 1 september atau pertengahan Ramadhan nanti.&amp;nbsp; (admin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-5145434125467622130?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/5145434125467622130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/08/pondok-ramadhan-smk-pgri-kras-kediri-by.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/5145434125467622130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/5145434125467622130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/08/pondok-ramadhan-smk-pgri-kras-kediri-by.html' title='PONDOK RAMADHAN SMK PGRI KRAS Kediri by ForSiRS Kediri'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_u7Vd5jI8WcI/TGbKoe0_aII/AAAAAAAAAEI/2ZOq1kbB-rY/s72-c/P1010772.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-3656323790803682854</id><published>2010-08-14T08:14:00.001-07:00</published><updated>2010-11-16T11:48:37.617-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>INVESTASI EMAS DARI TEMAN</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1	{size:609.55pt 935.55pt;	margin:1.0in 89.85pt 1.0in 89.85pt;	mso-header-margin:35.45pt;	mso-footer-margin:35.45pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_qvUOqYQ7u3s/S8bSaB88HKI/AAAAAAAAAAM/I2umxNIwBl4/s1600/persahabatan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_qvUOqYQ7u3s/S8bSaB88HKI/AAAAAAAAAAM/I2umxNIwBl4/s320/persahabatan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Yang baik bukanlah banyak kekayaan dan anak melainkan pengetahuan yang banyak, kesabaran besar, dan saling berlomba dalam ibadah kepada Allah. Apabila berbuat baik, bersyukur kepada Allah, tetapi apabila Anda berbuat buruk, mintalah keampunan Allah. Di dunia ini kebaikan hanya untuk dua orang yaitu orang yang berbuat dosa tetapi meluruskannya dengan bertaubat dan orang yang bergegas melakukan perbuatan baik.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ali Bin Abi Thalib&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Saudaraku yang di rahmati Allah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Teman adalah kebutuhan. Sahabat setiap saat. Pelipur lara saat badai duka menyapa. Obat penawar takkala hati tertusuk racun kecewa. Kafe curhat yang supermanis dan murah serta bergaransi. Teman adalah asset Anda. Takkala dunia ini terasa berat dan sulit. Teman merupakan peringan dan solusi dari setiap masalah. Akan tetapi kita harus pintar-pintar memilih teman. Jika salah memilih maka akan berakibat fatal. Seperti ibarat jika bergaul dengan tukang penjual minyak wangi maka akan kena harumnya akan tetapi jika berteman dengan pencuri maka kita akan terkena keburukannya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Saudaraku…………&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Siapakah teman yang sesungguhnya? Teman sessungguhnya adalah teman yang membuat kita menangis bukan yang membuat kita tertawa. Dalam arti bahwa teman yang hanya mendekati kita saat punya banyak rezeki itu akan mudah meninggalkan kita. Teman yang sesungguhnya yang &lt;i&gt;real of friend &lt;/i&gt;adalah yang ada di saat kita membutuhkan solusi dan motivasi saat kita jatuh dan gagal. Yang selalu menasehati untuk menjalankan kebaikan dan nasehati untuk mentaati kesabaran. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Assobru yu’inu ‘ala kulli amalin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Kesabaran akan meolong segala perbuatan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Saudarku yang energik&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Mari kita evalusi diri dan berkaca. Apakah kita sudah mempunyai teman yang tepat? Carilah teman sebanyak-banyaknya. Banyak teman akan banyak rezeki. Bisa bersilaturahim dimana saja dan kapan saja. Keuntungan yang nyata salah satunya bisa numpang menginap jika bepergian luar &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Akan siap memotivasi kita saat sedih dan jatuh. Selalu ada jalan yang baru disaat pintu masalah menutupi belenggu diri. Bumerang malu, rasa takut, tidak pede harus di latih dan ditiadakan apalagi kita sebagai seorang muslim.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Almuslimu lilmuslimi kal bunyaani yasyuddu ba’duhum ba’dho&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Seorang muslim bagi muslim yang lain seperti bangunan yang saling menguatkan&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Coba perhatikan kekuatan lidi. Jika lidi tetap bersikeras untuk menyapu halaman dengan hanya satu lidi maka butuh waktu yang lama untuk membersihkan halaman rumah. Akan tetapi jika bersatu padu, dalam satu ikatan. Maka sampah akan tersapu bersih dan terpojok di tempat sampah. Bagi anda yang sudah punya banyak teman. Rawatlah pertemanan anda dengan banyak komunikasi. Saling memberi informasi. Sering silaturahim dan memberi hadiah. Jika teman anda sedikit dan sangat minim maka berubahlah. Buatlah daftar nama yang potensial yang mungkin anda sudah tahu. Akan tetapi jika malu. Tanamkan dalam diri sendiri. Saya butuh teman , saya harus punya banyak teman. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Lebih baik praktek 1x daripada teori 1000 kali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: right;"&gt;Berusahalah kamu untuk selalu pergi ke pasar (untuk mencari nafkah)karena sesungguhnya kamu akan selalu mulia di hadapan saudara-saudaramu selam kamu tidak membutuhkan ( membebani mereka)” Ayyub as Saktianu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Bergaul dengan dengan orang shalih merupakan keutamaan sedangkan mengikuti jejeak mereka adalah suatu kewajiban” Utsman bi Afffan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Saudarku……….&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Kita selalu harus bangkit dan berusaha untuk menjadi manusia yang mulia disisi Allah dan manusia dengan tetap menjaga stamina dakwah yang tidak luntur dimakan waktu, goyah disaat situasi sulit akan tetapi tambah solid persaudaraan dan keimanan.bukankah bergitu saudaraku?&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;Dariyanto/STITM &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;KEDIRI&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-3656323790803682854?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/3656323790803682854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/08/investasi-emas-dari-teman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/3656323790803682854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/3656323790803682854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/08/investasi-emas-dari-teman.html' title='INVESTASI EMAS DARI TEMAN'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qvUOqYQ7u3s/S8bSaB88HKI/AAAAAAAAAAM/I2umxNIwBl4/s72-c/persahabatan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-7853144342528018641</id><published>2010-08-14T08:00:00.000-07:00</published><updated>2010-11-16T11:49:23.860-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hazanah'/><title type='text'>INDAHNYA ISLAM</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ashraafraiez.files.wordpress.com/2010/04/islam-agamaku1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="245" src="http://ashraafraiez.files.wordpress.com/2010/04/islam-agamaku1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bismillah..&lt;br /&gt;Islam mengajarkan kepada umatnya segala hal. mulai dari sesuatu yang  kecil dan bahkan kurang di pedulikan hingga masalah yang besar. islam  mengajarkan bagaimana seharusnya kita bersikap, bertindak, dan berlaku  di dunia ini. karena islam datang dari Rabb alam, yang menciptakan alam,  yang memiliki ilmu pengetahuan tak terhingga, yang mengetahui apa yang  akan terjadi kini dan nanti. Allah ta’ala tidak meninggalkan kita  sendirian, tidak menciptakan kita tanpa tujuan, tanpa arah. oleh sebab  itu, Allah ta’ala mengutus rasul Nya, untuk mengajarkan pada manusia  bagaimana seharusnya ia hidup di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rasul-Nya lah yang mengajarkan kepada kita bagaimana kita beribadah dan  bermuamalah. bagaimana kita bertindak dan berperilaku. dan melalui  rasulNya, Allah ta’ala mengajarkan bagaimana seharusnya manusia itu.  Allah ta’ala mengajarkan manusia melalui Al-qur’an dan dicontohkan dalam  pribadi rasulNya. sebagaiamana di dalam Al-qur’an “Sesungguhnya pada  diri rasulullah terdapat uswatun hasanah“, suri tauladan yang baik.&lt;br /&gt;dan sekarang, aku akan menuliskan sebuah keindahan islam, pada suatu  perkara yang mungkin bagi sebagian orang dianggap sepele, namun dalam  islam mendapat perhatian yang penting.&lt;br /&gt;melalui sebuah hadist, rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;“Perkara fithrah itu ada lima –atau lima hal berikut ini termasuk dari  perkara fithrah- yaitu khitan, istihdad (menghilangkan rambut yang  tumbuh di sekitar kemaluan), mencabut bulu ketiak, menggunting kuku, dan  memotong kumis“. (HR. Bukhari no. 5889, 5891, 6297 dan Muslim no. 597)&lt;br /&gt;inilah islam, agama yang mengajarkan hal-hal yang sering kali di anggap  sepele oleh sebagian orang. islam justru mengajarkan kepada kita  kebersihan, keindahan, dan bagaimana merawat diri.&lt;br /&gt;fitrah manusia dalam hadist tadi disebutkan khitan, mencukur rambut  kemaluan, mancabut bulu ketiak, menggunting kuku, dan memotong kumis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiriman pembaca : abdul hakam amrullah (MAN Kediri 1)&lt;br /&gt;email : skutermatikclassic@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-7853144342528018641?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/7853144342528018641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/08/indahnya-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/7853144342528018641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/7853144342528018641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/08/indahnya-islam.html' title='INDAHNYA ISLAM'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-5358284336418473617</id><published>2010-08-14T07:51:00.000-07:00</published><updated>2010-11-16T11:49:46.287-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hazanah'/><title type='text'>KIAT SUKSES RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:VZYTTBTcqez66M:http://denalit.files.wordpress.com/2009/08/ramadhan.gif&amp;amp;t=1" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:VZYTTBTcqez66M:http://denalit.files.wordpress.com/2009/08/ramadhan.gif&amp;amp;t=1" width="147" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, selain menyadari kemuliaan bulan ini, dia harus menyadari bahwa sebagai manusia yang tidak bebas dari dosa (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;ma’shum&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;), Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meraih ampunan dan melipatgandakan amal shalih. Karena inilah bekal untuk menghadap Allah pada Hari Kiamat. Kesadaran ini harus tumbuh kokoh dalam diri kita, sebagai satu-satunya motivasi amal kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, untuk meraih semuanya tadi, setiap Muslim harus mempunyai program pribadi selama Ramadhan, antara lain:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;1-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Taubatan nashuha&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;: Taubatan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;nashuha &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;adalah taubat dengan melepaskan diri dari dosa, menyesalinya dan tidak mengulanginya kembali, diikuti dengan kesungguhan melakukan amal shalih yang dilandasi keimanan. Jika ada hak orang lain yang terkait dengan materi atau non-materi, maka harus segera dikembalikan, atau minta dihalalkan. Karena itu, taubat ini menjadi poin pertama, dan pondasi program-program berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;2-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menjaga pendengaran, lisan dan mata dari perkara yang diharamkan, baik di siang hari maupun di malam hari bulan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;3-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menjaga amalan-amalan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;sunah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;nafilah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;4-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menjaga shalat rawatib (5 waktu) berjamaah di masjid.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;5-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Berkeingan kuat untuk menjadi saksi &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;adzan, iqamat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;takbiratul ihram&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; bersama imam, dan berdiri di baris terdepan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;6-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menjaga shalat Tarawih, shalat &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;syaf’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; (shalat 2-10 rakaat) sebelum witir, dan witir. Biasanya shalat Tarawih dilakukan 20 rakaat, atau 10 rakaat, kemudian dilanjutkan malam harinya dengan 2-10 rakaat, kemudian ditutup dengan witir 1 rakaat, atau 2-8 rakaat, kemudian witir 3 rakaat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;7-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menjaga &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;qiyamullail&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;8-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Membaca minimal 1 juz tiap hari.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;9-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menghapal sebagian ayat al-Qur’an tiap hari.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;10-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menghapal satu hadits atau lebih tiap hari.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;11-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Silaturrahmi kepada kerabat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;12-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Bergaul dengan kaum Muslim dan mengetahui keadaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;13-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dzikir dan mengingat Allah serta mensucikannya setiap waktu, disertai menjaga dzikir waktu Subuh dan petang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;14-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Berinfaq suka rela dengan memberi makan satu atau lebih orang yang berpuasa tiap hari, meski hanya dengan satu buah kurma.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;15-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Mengutamakan bersedekah kepada fakir miskin atau orang yang membutuhkan setiap hari, meski dengan kadar yang paling minim sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;16-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menjaga shalat Dhuha setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;17-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Melakukan shalat dua rakaat setelah berwudhu’.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;18-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menghadiri majlis ilmu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;19-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Mempelajari minimal satu bab fiqih setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;20-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Membaca ringkasan Sirah Nabi dan Akidah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;21-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Berusaha mendamaikan atau menyelesaikan urusan orang yang bermasalah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;22-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Berdoa saat berbuka sebagaimana doa yang diajarkan Nabi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;23-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dermawan dan membantu orang lain.. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;24-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Berdakwah kepada Allah, amar makruf dan nahi munkar..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;25-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menolong kaum Muslim yang berjihad di manapun.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;26-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menyegerakan buka, dan mengakhirkan sahur.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;27-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Berbakti kepada kedua orang tua, baik yang masih ada, maupun telah tiada.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;28-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Melakukan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;i’tikaf&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; pada sepuluh terakhir di bulan Ramadhan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;29-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Melaksanakan umrah, karena umrah di bulan Ramadhan sama sekali haji bersama Rasulullah saw. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;30-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menjaga pelaksanaan shalat Idul Fitri bersama kaum Muslim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;31-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Berpuasa 6 hari bulan Syawal, atau &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ayyam al-Bidh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, meski telah dibuat program, namun dalam praktiknya, kadang-kadang program tersebut, karena satu dan lain hal, tidak berjalan sesuai dengan rencana. Untuk itu diperlukan langkah berikutnya, yaitu kesungguhan dalam menjalankan program-program yang telah dibuat. Jika sudah ada kesungguhan, tetapi masih tidak bisa berjalan karena ada prioritas pekerjaan lain, maka bisa dibuat substitusi, yaitu program pengganti, agar nilai yang ingin diraih melalui amal yang tidak bisa dijalankan tersebut bisa digantikan dengan yang lain. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, menjadikan malam hari, sebagai malam &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;muhasabah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; (evaluasi) dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;takhthith&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; (perencanaan). Yang dievaluasi adalah apa yang telah dikerjakan dan diperoleh selama sehari, dan apa yang bisa dan harus diraihnya besok. Ini dilakukan setelah melaksanakan shalat &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;syaf’i&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;witir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;. Dengan begitu, dia akan menatap agenda harinya esok dengan mantap dan jelas, tanpa ragu. Untuk memudahkan evaluasi dan perencanaan, bisa dibuat daftar pengecekan yang berisi poin-poin aktivitas di atas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Inilah beberapa kiat sukses untuk mendapatkan kemuliaan di bulan suci Ramadhan, agar tak satu pun kesempatan emas di dalamnya terbuang sia-sia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-5358284336418473617?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/5358284336418473617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/08/kiat-sukses-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/5358284336418473617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/5358284336418473617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/08/kiat-sukses-ramadhan.html' title='KIAT SUKSES RAMADHAN'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-7397165958068472586</id><published>2010-07-21T11:29:00.000-07:00</published><updated>2010-11-16T11:50:05.384-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hazanah'/><title type='text'>C, D &amp; K</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Georgia;	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:595.35pt 841.95pt;	margin:1.0in 28.35pt 45.0pt .5in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;ForSiRS Kediri : (Jazakallah atas email yang telah dikirimkan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pagi itu selesai shalat subuh di masjid diisi kuliah subuh. Salah satu waktu yang kata santri wangi penuh barokah. Pemberi materinya seorang cucu dari pendiri salah satu ormas besar nusantara, yang baru saja melaksanakan muktamar satu abad. Beliau berkisah perjalanannya mengikuti muktamar yang diadakan di kota pelajar. Uniknya yang menjadi perbincangan beliau tentang spanduk, pemugaran, dan foto. Sisi kanan-kiri jalan yang beliau lalui, dilihatnya spanduk yang berisikan informasi acara, Yang beliau pikirkan, berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk mengadakan acara dengan atribut yang sebanyak itu? Pemikiran yang luar biasa menurutku, mengingat lembaga pendidikan yang dimiliki oleh ormas ini semakin banyak, megah, sekaligus semakin mahal bagi kalangan bawah. Aku tidak yakin tujuan mulia dari seorang pejuang seperti pendirinya itu bermaksudkan mencari untung lewat lembaga pendidikan. Selanjutnya beliau diminta memberi sambutan, sekaligus meresmikan mushalla pertama ormas ini yang dijadikan cagar budaya. Catatan beliau, yang diminta menjadi peresminya karena dalam rombongan itu beliaulah yang ada sangkut paut darahnya dengan sang pendiri, jangan sampai mushalla itu menjadi tempat meminta berkah dan sejenisnya. Pikiran berikutnya, yang ketiga, yang paling menarik bagiku. Kita pindah ke&amp;nbsp; paragraf baru biar lebih enak membahasnya, ya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Beliau bernada kritik sekaligus mengingatkan tentang pencantuman gambar pendiri yang banyaknya seiring baliho sebesar gaban-alias seluas kost-amat sederhana. Mengingatkan pandangan bahwa tidak ada atau baiknya pengkultusan seseorang, terlebih dengan pencantuman gambar. Beliau juga mengingatkan bahwa ormas ini pernah mengeluarkan keputusan yang melarang penampilan, menampilkan gambar dari pendiri ormas itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Langit merekah, menerang dan ceramah pagi itu usai. Renung punya renung, untuk naskah tulisan, apa yang mesti kuangkat? ceramah ini terlalu sayang untuk diabaikan begitu saja. Seperti yang dikatakan tukang promo ajaib papan elektornik iPad, Steve Jobs, titik-titik bisa kita lihat sebagai garis setelah kita melaluinya. Beberapa hari sebelumnya aku meminjam buku dari seorang teman. Buku itu isinya tulisan. Pastilah. Tulisannya menceritakan bagaimana salah satu penjelasan dari banyak versi matinya seorang pejuang revolusi-seksi, dalam pandangan pemujanya, Ernesto ‘Che’ Guevarra. Buku ini versi eksekusi oleh tentara Bolivia hasil training CIA (Central Iblis Agency). Ada juga yang versi mati karena sakit kelamin, silahkan cari zine kreasi Kang Fajar, NoCompromise, untuk info lebih lanjut. Selain mati juga dimasukkan beberapa kisah menyangkut Che, salah satunya sejarah foto legendarisnya yang direproduksi oleh banyak orang, perusahaan kapitalis-yang idiologinya dilawan che, dan tak ketinggalan artis. Udah ada dua bahan yang berkaitan, tinggal satu lagi. Islam sudah, sosialis sudah, kapitalisme yang belum. Sempat kepikiran badut kuning yang senyumnya mengerikan itu, tapi yang paling dikenal dan lebih diutamakan propagandanya adalah huruf sebelum ‘N’. Tenang, akhirnya ketemu senyum ramah dari ikon seorang kakek sok ramah yang jualan ayam. Cihuy..! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Orang barat mengatakan suatu peristiwa yang tidak diduga terjadi, dan peristiwa itu menjadi tonggak keberhasilannya dalam suatu hal sebagai: kebetulan yang luar biasa! Keajaiban. Kita diajarkan untuk merenungi, itu adalah sebuah scenario dari Allah (SWT). Bagi yang mau mengambil hikmah tentu saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Persamaan dari ketiga gambar ini adalah satu, mereka merupkan tokoh yang berjasa besar, meskipun beda-beda terhadapnya. Kakek Kiyai telah berjasa berusaha mendidik banyak pejuang, dan mendirikan ormas besar yang masih hidup sampai kini di nusantara ini. Che, dijadikan pahlawan revolusi oleh pemimpin negara yang dulu tandem utamanya dalam gerilya. Si penghisap cerutu yang diberi umur panjang-tapi nggak tobat-tobat sampai mengatakan, jika kita ingin mendidik anak-anak, maka menjadi seperti apakah mereka? Jelas seperti Che! Si kakek sok ramah penjual ayam suntik, jelas dia pendiri dari perusahaan ayam goreng yang penyebarannya luar biasa bukan hanya karena sistem marketingnya, tapi berkat negara-dibalik-perusahaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Persamaan kedua, ikon mereka direproduksi ke dalam berbagai bentuk. Che nggak usah ditanya, mulai jam, sepatu, papan ski, poster, kover buku, sampai orang yang tidak tahu siapa dia rela beli kaos bergambarnya, hanya karena desainnya dirasa keren. Untung saja belum ada, setahuku, yang memproduksi segitiga-pengaman-dalam ala Che, kalau ada mungkin pahlawan bertopeng kalah pamor. Sang Kiyai seperti yang tadi disebut beliau yang ngasi materi kuliah subuh, ‘bintang iklan’ acara besar ormas yang didirikannya. Dan Si kakek penjual ayam cukup puas mejeng sebagai papan nama restoran cepat sajinya, dan gelas untuk minum pastinya. O ya, bungkusannya? Box deliverinya? Lihat sendiri aja, ok?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketiga wajah ini, ketiga ikon ini jauh bertahan lebih lama dari umur jasadnya. Hanya saja, menurutku, nasib dari penggunaan reproduksi ikon-ikon ini tidak sama. Seseorang bisa kena pandangn sinis, dilirik sosialis-komunis, atau kekaguman dianggap kritis karena berkaos kan ‘Che’ dan sedang baca buku yang kovernya ‘Che’ lagi, sambil makan cendawan. Dibalik kesangaran tampilannya itu mungkin saja dia ternyata membeli bajunya di distro, kuliah di ekonomi jurusan perbankan, dan bercita-cita menjadi pegawai bank. Sip, kan. Tokoh pahlawan bagi anak-anak sosialis ini ikonnya menjadi profan, pop, tak bermakna ‘ide’ dan pemahaman lagi, setidaknya tidak sedikit yang mengenakan atribut yang mereproduksi ikon ini tapi tidak tahu sejarah dan ide yang diperjuangkannya. Sedihnya, gejala ini juga mulai, kalau tidak rela dikatakan ‘telah’, menjangkiti terhadap penggunaan ikon Sang Kiyai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jangan-jangan (ini bukan judul serial jangan sadarin) justru si kakek sok ramah penjual ayam potong suntikan itu yang bisa dikategorikan konsisten dan teguh menjalankan rencana awalnya? Orang yang makan di tempat ini, secara tidak langsung, merasa menjadi lebih beradab-karena lebih mahal, lebih modern-cuman karena ada iklannya, lebih sehat-kenyataanya tidak, dari mereka yang hanya makan di warung biasa. Sebuah ciri kebanggan artificial yang melekat pada makanan. Sesosok wajah kapitalisme, kebahagiaan dan ketinggian derajat dihitung dari apa yang kamu makan, apa yang kamu kenakan, separah apapun isi otakmu mengerti kebenaran kehidupan. Kapitalisasi restoran cepat saji!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;20 juli ‘10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;Nb: Beberapa lembar tulisan yang kupersembahkan untuk salah satu guru kehidupanku yang juga cucu dari Sang Kiyai, (alm) Ahmad Halwani, yang mengenalkan dan mendidik aku dan kawan-kawan di padepokan Sang Kiyai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;*penulisbuku serial JANGAN SADARIN! Cewek! Cowok! Jilbaber!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;-alumni smandel pekanbaru&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;-kontributor tetap majalah mini badaiotak&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Cp :0852.652.654.67&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-7397165958068472586?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/7397165958068472586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/07/c-d-k.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/7397165958068472586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/7397165958068472586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/07/c-d-k.html' title='C, D &amp; K'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-1803791357881929227</id><published>2010-07-21T10:48:00.001-07:00</published><updated>2011-07-01T01:47:52.024-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kiriman'/><title type='text'>NEVER GIVE UP !!! (karya pembaca)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:888422867;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-282018394 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l0:level1	{mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;}ol	{margin-bottom:0in;}ul	{margin-bottom:0in;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.cincom.com/us/eng/expert-access/askexpert/images/never_give_up.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.cincom.com/us/eng/expert-access/askexpert/images/never_give_up.jpg" width="312" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;by : Dariyanto (alumni pondok Gontor Kediri)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;ForSiRS Kediri : Mengucapkan Jazakallah atas email yang telah dikirimkan&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Selalu bangkit dan bangkit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Hari-hari adalah lembaran baru untuk goresan amal perbuatan. Jadikanlah hari-harimu sarat dengan yang terbaik. Kesempatan itu akan segera lenyap secepat awan dan menunda-nunda pekerjaan tanda orang yang merugi. Dan barang siapa bersampan kemalasan,ia akan tenggelam bersamanya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;(Ibnu Jauzt, Al Muhdisy,hlm.382)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Saudaraku di bumi Allah Azza wajalla&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Lembaran &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pemberiatahuan liburan kampus sudah ditangan. Hari-hari liburan yang indah dan menyenangkan . Maka sambut dan isi lembaran kosong tersebut dengan ukiran prestasi yang gemilang. Nasi telah menjadi bubur. Qiyasan waktu yang berlalu dan takkan kembali lagi. Syukuri waktu yang ada dengan aktifitas yang mensejarah. Manusia mati meninggalkan nama, gajah mati meninggalkan gading. &lt;i&gt;Be a Superhero! Superman&lt;/i&gt;. Manusia hebat zaman digital. Manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Manusia sosial bukan sok sial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Saudaraku yang punya kesuksesan tertunda. Jangan takut dan bersedih. Angkat kepalamu. Genggam erat tanganmu. Anda bisa. Pasti bisa. Jangan larut dalam kesediahan. Lihatlah burung-burung di langit yang terbang bebas tanpa beban. Coba sejenak keluar rumah dan lihatlah lalu lalang di jalan. Dinamika kehidupan terus berjalan. Yakinlah bahwa Allah bersama kita. Allah mendengar dan melihat kita. Fouslah pada solusi bukan hanyut dalan masalah. Ciri orang besar adalah selalu fokus pada hal-hala yang besar dan tidak tergoyang dengan masalah-masalah kecil karena sesungguhnya penghalau dan bumerang adalah diri kita sendiri. Cukuplah kesediahan 1 x 24 jam saja. Sisanya adalah semangat untuk bangkit. Banyak orang-orang besar yang pernah gagal. Seperti kisah spektakuler seorang pengacara yang menempuh ujian sampai 47 kali baru lulus dan menjadi pengacara , di umurnya yan tua. Abu Ishaq As-Syairozi, seorang ahli fiqh bermadzab Safai’I yang memiliki banyak karya terkenal dan bermanfaat . mengulang-ulang pelajarannya sebanyak 100 kali sampai badanya kurus karena tinggi cita-cita kuat tekadnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ibnu Umar berkata,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Jika kamu berada si sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk persiapan saat sakitmu dan kehidupanmu unutk kematianmu.” (HR.Bukhari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Intisari:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ukuran      kesuksesan dinilai dari BANGKIT nya seseorang ketika mengalami kegagalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Fokuslah      pada solusi bukan hanyut dalam masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Never      put off tomorrow what you can do today.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Saudaraku, selama langit terang benderang dengan naungan senyuman cahaya bulan. Setinggi dan secerah itulah semangat kita untuk menggapai keridloan Allah SWT.Amien&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-1803791357881929227?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/1803791357881929227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/07/never-give-up-karya-pembaca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/1803791357881929227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/1803791357881929227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/07/never-give-up-karya-pembaca.html' title='NEVER GIVE UP !!! (karya pembaca)'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-1365108544868412352</id><published>2010-07-12T13:39:00.000-07:00</published><updated>2011-07-01T01:47:17.258-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kiriman'/><title type='text'>Sekolah Hidup (Karya Pembaca)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z0fZPB-K-WM/R7l__iLgOdI/AAAAAAAAAZk/Nl47_J_VWrw/s1600/captioner8531002.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z0fZPB-K-WM/R7l__iLgOdI/AAAAAAAAAZk/Nl47_J_VWrw/s320/captioner8531002.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt;Oleh santri-wangi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt;Sebuah tamsil sederhana untukmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt;Satu kelas siswa ikut ujian di kelas penuh dengan lukisan. lembar ujian dibagikan. Waktu diberikan&amp;nbsp; 2 jam. Asyiknya buku panduan, bahkan buku yang ada jawabn ujian disediakan juga di setiap meja. Bebas setiap siswa untuk menggunakannya. Ujian hanya sekali. Tanpa hert, tanpa ujian ulang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt;Siswa di kelas itu terbagi menjadi beberapa jenis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt;Siswa yang tertarik memperhatikan&amp;nbsp; lukisan-lukisan yang menghiasi kelas. Saking terpesonanya, tak lepas matanya menatap dan bergumam.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt;Mengerjakan soal tanopa membuka buku panduan yang telah disediakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt;Mengerjakan smabil membuka buku panduan sesekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt;Terakhir, berusaha sepenuh tenaga untuk menggunakan secara maksimal buku yang ada dan mengerjakan sepenuh hati soal. Tentunya tetap bisa menikmati lukisan yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt;waktu habis. Tak ada tambahan, tak ada dispensasi. jawaban dikumpulkan. selesai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt;mestilah kamu menegrti perumpamaan dari tamsil ini. jadi tidak eprlu kuejlaskan panjang lebra. nikmati lagi sebuah perumpaan berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt;Mempeljari ilmu akhirat itu seperti kamu minta air kepad orang rumah. Misla kamu minta gelas, yang diberikan cuma gelas saja, kan? Tapi coba minta air minum, kamu akan diberikan air di dalam gelas. Seperti itu lah dunia dan akhirat. Kamu mengejar ahbis dunai dengan seluruh tenaga, pikiran, dan waktu, yang kamu dapatkan hanya ‘air’. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt;Sedikit ilmu yang bisa kuberbagi bersama. Kuharap engkau yang membaca ini mau mendo’akan dengan ikhlas kebaikan dicurahkan kepadaku melalui usahaku dengan karya yang sederhana ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt;Kututup naskah ini dengan sebuah kalimat bijak dari menantu Rasulullah Saw. dan ayah dari cucu kesayangan beliau:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 130%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 130%;"&gt;“Kenali lah kebenaran, maka engkau akan mengenali para pembawanya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-1365108544868412352?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/1365108544868412352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/07/sekolah-hidup-karya-pembaca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/1365108544868412352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/1365108544868412352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/07/sekolah-hidup-karya-pembaca.html' title='Sekolah Hidup (Karya Pembaca)'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z0fZPB-K-WM/R7l__iLgOdI/AAAAAAAAAZk/Nl47_J_VWrw/s72-c/captioner8531002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-1875634037049381920</id><published>2010-07-12T13:07:00.001-07:00</published><updated>2011-07-01T01:46:22.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hazanah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kiriman'/><title type='text'>Senyum Paris dan Tangis al-Aqsa (Karya Pembaca)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:595.35pt 841.95pt;	margin:1.0in .75in 1.0in .75in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;    &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;oleh chio*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:naYhPi15zX1dnM::&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__KyZE1Q1RfKqdFnlNl7AlHlby43o=" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:naYhPi15zX1dnM::&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__KyZE1Q1RfKqdFnlNl7AlHlby43o=" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;BURAQ, kendaraan khusus yang dikirimkan Allah SWT ke bumi untuk mengangkut Rasulullah SAW ke langit ke tujuh. Peristiwa untuk menghibur Rasulullah SAW setelah kehilangan dua orang terkasihnya. Perjalanan juga merupakan proses penjemputan perintah shalat untuk kaum muslim. Kalian pasti sudah hafal bagaimana dari yang awalnya diperintahkan 50 raka’at sehari semalam, setelah melalui pertimbangan nabi-nabi lain, Rasulullah SAW memninta keringanan dan didiskon khusus oleh Allah SWT menjadi 5 raka’at saja. Selebihnya, bagi kaum muslim yang masih rindu hatinya bertemu dan curhat kepada-Nya bisa melaksanakan shalat-shalat sunnah. Yang paling istimewa adalah shalat sunnah di sepertiga malam, nama kerennya tahajud, diberi kebebasan berapa pun raka’at yang kita sanggup.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bagi yang hatinya lunak, dan lebih memilih curhat kepada Allah dibandingkan dengan bos di kantor, silahkan nangis sepuas-puasnya. Kata Ustadz, di waktu inilah Allah SWT turun dan melihat siapa hambanya yang meminta. Dan tenang aja, karena mintanya sama yang punya segalanya, dan bukan sok istimewa-padahal nggak- terus minta ampun sulitnya untuk bertemu dengan dia, insya Allah dikabulkan. Kamu tahulah siapa yang kumaksud sulit ditemui itu. Itu tuh yang kalau datang ke suatu tempat minta diistimewakan dan bikin jalanan macet. Tulis jawaban dan kumpulkan ke depan ya. Haha. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Untuk keistimewaan lainnya, kalian bisa cari lebih lanjut ke ustadz yang lebih dalam ilmunya. Disini kita mau bahas tentang Dewan Pembantaian Rakyat dan studi tour mereka. Kita lihat keterhubungannya dengan nama kendaraan khusus antar langit di awal tulisan. Salah satu kota yang katanya menjadi studi banding adalah Paris, kota mode, tempat wisata. Apa coba hingar bingar istimewanya parlemen kota ini sampai di perlukan studi banding ke sana? Pelarangan jilbab? Semboyannya yang bernafaskan ajaran freemason dan menjadi semakin omongkosong dengan ketakutan tak berdasar mereka terhadap muslimah? Isi otak kalian, anggota dewanpembantairakyat, apa sih? Okelah kalau kalian tidak pernah ke perpustakaan di gedung yang aneh itu, tapi bukannya kalian punya laptop yang bisa koneksi online? Separah-parahnya mestilah ada tv, koran, atau sejenisnya yang bertugas memberitakan dunia di ruangan kalian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Oya, kabarnya banyak dari anggota kalian sumbernya dari partai yang pengkaderannya berbasiskan Islam. Minimal sewaktu kecil seharusnya kalian pernah dengarlah cerita studi banding paling agung yang pernah dijalani manusia, Isra-Mi’rajnya Rasulullah SAW. Diberikan gambaran neraka jadi beliau semakin teguh dan membara untuk menghalangi manusia masuk ke dalamnya. Rasululah SAW sudah meninggalkan pesan bahwa ‘laporan studi banding’ itu bisa dilihat di al-Qur’an dan sunnah. Studi bandinglah kepada kitab suci yang mungkin sudah berjamur di rak baju kalian. Uang yang milyaran itu bisa untuk ke rakyat miskin, itu kalau kalian masih punya nurani. -c-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;9 juli’10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;penulis buku Jangan Sadarin Jilbaber!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;alumni Smandel Pekanbaru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kontributor tetap majalah mini badaiotak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;cp: 0852.652.654.67 &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7049852432368578373-1875634037049381920?l=forsirskediri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forsirskediri.blogspot.com/feeds/1875634037049381920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/07/senyum-paris-dan-tangis-al-aqsa-karya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/1875634037049381920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7049852432368578373/posts/default/1875634037049381920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsirskediri.blogspot.com/2010/07/senyum-paris-dan-tangis-al-aqsa-karya.html' title='Senyum Paris dan Tangis al-Aqsa (Karya Pembaca)'/><author><name>FORSIRS KEDIRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02292456071568555820</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7049852432368578373.post-8433603506297779518</id><published>2010-07-11T04:37:00.000-07:00</published><updated>2010-11-16T11:52:08.340-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Sebuah Kisah Tentang "IBU"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://quantumbekam.files.wordpress.com/2009/05/ibu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://quantumbekam.files.wordpress.com/2009/05/ibu.jpg" width="248" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Seorang anak mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian mengulurkan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu. Si ibu segera membersihkan tangannya lalu menerima kertas yang diulurkan oleh si anak kemudian membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ongkos membantu ibu:&lt;br /&gt;1. Membantu ibu belanja di warung = Rp. 20.000,-&lt;br /&gt;2. Manjaga rumah = Rp. 20.000,-&lt;br /&gt;3. Membuang sampah = Rp. 10.000,-&lt;br /&gt;4. Membereskan rumah = Rp. 20.000,-&lt;br /&gt;5. Menyiram bunga = Rp. 15.000,-&lt;br /&gt;6. Menyapu halaman = Rp. 15.000,-&lt;br /&gt;Jumlah = Rp. 100.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai membaca ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanyaberbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menuliskan sesuatu dibelakang kertas yang sama.&lt;br /&gt;1. Ongkos mengandung selama 9 bulan = GRATIS&lt;br /&gt;2. Ongkos berjaga malam karenamu = GRATIS&lt;br /&gt;3. Ongkos air mata yang menetes karenamu = GRATIS&lt;br /&gt;4. Ongkos khawatir karena selalu memikirkan keadaanmu = GRATIS&lt;br /&gt;5. Ongkos menyekolahkanmu = GRATIS&lt;br /&gt;6. Ongkos menyediakan makan, minum , pakaian dan seluruh perlengkapnmu = GRATIS.&lt;br /&gt;Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku = GRATIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, “Saya sayang ibu”. Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu di depan surat yang ditulisnya, “Telah dibayar”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENUNGILAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dahaga, yang susukan aku.....IBU&lt;br /&gt;Bila lapar, yang menyuapi aku....IBU&lt;br /&gt;Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. .. IBU&lt;br /&gt;Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut.... IBU&lt;br /&gt;Bila bangun tidur, aku cari.... IBU&lt;br /&gt;Bila nangis, orang pertama yang datang .... IBU&lt;br /&gt;Bila ingin bermanja, aku dekati.... IBU&lt;br /&gt;Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah.... IBU&lt;br /&gt;Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya.... IBU&lt;br /&gt;Bila nakal, yang memarahi aku.... IBU&lt;br /&gt;Bila merajuk, yang membujukku cuma.... IBU&lt;br /&gt;Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah.... IBU&lt;br /&gt;Bila takut, yang menenangkan aku.... IBU&lt;br /&gt;Bila ingin peluk, yang aku suka peluk.... IBU&lt;br /&gt;Aku selalu teringatkan .... IBU&lt;br /&gt;Bila sedih, aku mesti telepon.... IBU&lt;br /&gt;Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... . IBU&lt;br /&gt;Bila marah.. aku suka meluahkannya pada.. IBU&lt;br /&gt;Bila takut, aku selalu panggil... " IBUUUUUUU! "&lt;br /&gt;Bila sakit, orang paling risau adalah....IBU&lt;br /&gt;Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga.... IBU&lt;br /&gt;Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku.... IBU&lt;br /&gt;Bila aku ada masalah, yang paling risau.... IBU&lt;br /&gt;Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. IBU&lt;br /&gt;Yang selalu masak makanan kegemaranku. ... IBU&lt;br /&gt;Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal..... IBU&lt;br /&gt;Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku.... IBU&lt;br /&gt;Yang selalu berkirim surat dengan aku... IBU&lt;br /&gt;Yang selalu memuji aku.... IBU&lt;br /&gt;Yang selalu menasihati aku.... IBU&lt;br /&gt;Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta persetujuan. .... IBU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ada pasangan hidup (suami/istri) sendiri....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila senang, aku cari....pasanganku&lt;br /&gt;Bila sedih, aku cari.... IBU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku&lt;br /&gt;Bila gagal, aku ceritakan pada.... IBU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bahagia, aku peluk erat.....pasanganku&lt;br /&gt;Bila berduka, aku peluk erat..... IBU ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku&lt;br /&gt;Bila sibuk, aku antar anak ke rumah.... IBU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu.. aku ingat pasanganku&lt;br /&gt;Selalu.. IBU ingat aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat... aku akan telepon pasanganku&lt;br /&gt;Entah kapan... aku ingin telepon IBU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku&lt;br /&gt;Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk IBU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja.... masih ingatkah kau pada IBU?&lt;br /&gt;Tidak banyak yang IBU inginkan... hanya dengan menyapa IBU-pun cukuplah".&lt;br /&gt;Berderai air mata jika kita mendengarnya. .......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tapi kalau IBU sudah tiada....... ...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Kita hanya mampu melihat gulungan kain kafan yang membungkus sosok wanita mulia yang pernah menyayangi kita dengan sepenuh hati&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Beliau diam terbujur kaku bersiap menghadap Tuhan-nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Beliau adalah &lt;b&gt;ibu &lt;/b&gt;kita yang belum sempat kita balas jasa-jasanya &
